SERANG – Ketua Karang Taruna Desa Sukarena, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Ahmad Muhajir, berharap keberadaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini beroperasi di Desa Sukadana dapat dipindahkan ke Desa Sukarena sesuai titik koordinat yang telah ditetapkan.
Menurut Ahmad Muhajir, berdasarkan informasi yang diterimanya, titik koordinat dapur MBG tersebut berada di wilayah Desa Sukarena. Namun dalam pelaksanaannya, dapur MBG beroperasi di Desa Sukadana.
“Kami berharap dapur MBG dapat ditempatkan sesuai dengan titik koordinat yang telah ditentukan, yaitu berada di Desa Sukarena, bukan di Desa Sukadana,” ujar Ahmad Muhajir, Rabu (8/7/2026).
Ia menegaskan, Program MBG merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan gizi. Karena itu, pelaksanaannya diharapkan berjalan sesuai ketentuan dan arahan dari pemerintah pusat.
Menurutnya, dapur MBG tersebut telah beroperasi lebih dari satu tahun. Namun hingga saat ini masih menggunakan identitas atau merek Desa Sukarena, meskipun lokasi operasionalnya berada di Desa Sukadana.
Sementara itu, Kepala Desa Sukarena, Endin Hasanudin, mengaku tidak mengetahui secara detail penggunaan nama Desa Sukarena pada dapur MBG tersebut. Ia mengatakan baru mengetahui informasi tersebut dari masyarakat.
“Saya juga tidak mengetahui penggunaan merek Desa Sukarena itu. Saya mengetahui informasi tersebut dari masyarakat karena pihak pengusaha maupun mitra MBG tidak pernah memberikan pemberitahuan atau tembusan kepada pemerintah desa,” kata Endin.
Endin berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui musyawarah bersama seluruh pihak terkait agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
“Kami berharap semuanya dapat diselesaikan secara musyawarah. Soal apakah nantinya dapur MBG tetap beroperasi, dipindahkan, atau ada keputusan lainnya, tentu akan dibahas dan diputuskan bersama setelah dilakukan musyawarah,” pungkasnya.






