Sabtu, 18 April 2026
Kabupaten Serang

FSPP Pastikan Ponpes di Kab Serang Tidak Ada Yang Berafiliasi Paham Radikal

BANTENLINE, SERANG – Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Serang memastikan sebanyak 990 Pondok Pesantren (Ponpes) baik salafi atau modern tidak memiliki paham radikal atau berafiliasi dengan gerakan Islam ekstrimisme.

Ketua FSPP Kabupaten Serang, Faturohman Hasan mengatakan, pondok pesantren merupakan identitas pendidikan yang penuh dengan karakteristik dari dulu sebelum Indonesia merdeka. Apa yang diajarkannya bukan hanya menyoal keagamaan saja melainkan ada pemahaman kebangsaan, bagaimana santri diajarkan untuk cinta tanah air.

“Insya Allah saya pastikan untuk Ponpes yang ada di FSPP Kab Serang tidak ada yang memiliki paham radikal,” katanya.

Faturohman menyampaikan, pencegahan agar paham radikalisme tidak masuk kedalam lingkungan pesantren langkah pertama yang mesti dilakukan pimpinan Ponpes yakni memberikan pemahaman bahwa gerakan paham radikalisme itu dilarang oleh agama. Kemudian, yang kedua memberikan pemahaman agama dengan baik dan benar.

“Jihad itu ada pada masa Rosulullah SAW, sekarang itu adanya mujtahid. Jadi kalau dihadapkan dengan perbedaan itu mencari solusi yang terbaik,” katanya.

Faturohman menuturkan, dari total 990 Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Serang, 840 Ponpes sudah memiliki izin operasional dari Kementrian Agama, selebihnya ada sebanyak 150 Ponpes yang belum memiliki badan hukum.

“Kalau yang belum berbadan hukum itu modelnya Pondok Pesantren salafi atau pondok bale rombeng,” ujarnya

Secara tradisi, lanjut Faturohman, antara Ponpes modern dan salafi memiliki perbedaan pada rutinitas atau kegiatan yang ada didalamnya. Misalnya saja untuk Ponpes modern para santri mengikuti pembelajaran sesuai kurikulum dan ada registrasi setiap semesternya, sedangkan untuk Ponpes salafi para santrinya tidak ada aturan yang baku, melebur antara santri satu dengan yang lainnya.

“Kalau salafi itu kan namanya pondok rombeng, Kadang-kadang santrinya ikut dengan kiyai ngaji, makan, disitu. Berbeda dengan Ponpes modernmodern santrinya berbayar, makan juga bayar,” paparnya. (**)

Tinggalkan Balasan