Oleh: Firdono
Datang sebagai pahlawan dan penyelamat organisasi disaat momentum saja. Datang kepada senior hanya ingin mendapatkan restu, datang kepada junior hanya untuk mendapatkan empati. Yang katanya banyak silaturahim banyak rezeki, yang katanya banyak silaturahim banyak pembelajaran. Nyatanya itu hanya di bibir saja.
Konfercab bajingan!
Gila jabatan adalah masalah sosial dikalangan kader, membunuh karakter kader, membunuh kebebasan kader, melemahkan kekuatan organik yang dimiliki organisasi.
Konfercab badjingan!
Kaderisasi dijadikan alat politik, tak tau esensi sebenarnya dalam kaderisasi, merawat, menumbuh kembangkan pemikiran, kebebasan berfikir kader itu jauh lebih penting ketimbang hanya untuk merebut kekuasaan yang hanya sementara, yang konfliknya tidak pernah selesai.
Konfercab badjingan!
Persetan dengan senior! Persetan dengan kader atau anggota yang hanya ikut partisipasi dan tak bisa menyelesaikan konflik berkelanjutan. Efek yang terjadi sudah dirawat sampai saat ini. Siapa yang salah? Ini perkara kuldesak
Konfercab badjingan!
Aku ingin tau senior mana yang tiap malam Jumat mengirimkan Fatihah untuk para pendiri dan ketua PB yang sudah tiada? Kader dan anggota mana yang merawat nilai-nilai keislaman dalam organisasi? Semuanya sama, sama-sama badjingan!
Konfercab badjingan!
Aku hanya ingin bebas dari kekangan pemikiran, aku hanya ingin bebas dari ketidakjelasan, aku hanya ingin bebas seperti burung gereja di luar sana yang terbang kemana saja, aku hanya ingin organisasi ku kembali kepada khitoh pergerakan sesuai dengan jalan yang semestinya.
Konfercab badjingan!
Aku, kamu , kalian dan mereka adalah korban yang tak sadar menjadi korban. Kalian tau? Apa yang kalian perbuat telah merusak organisasi, lupa akan pengkaderan, lupa untuk menjaga independensi, lupa akan nilai-nilai yang diajarkan organisasi, lupa akan tujuan organisasi ini, lupa akan perjuangan organisasi ini. Dasar badjingan!
Tulisan ini merupakan Opini penulis.







aya amplop yeh mas don ti luhur