Sabtu, 25 April 2026
Kabupaten Pandeglang

Pergerakan Tanah Terjadi Efek Cuaca Buruk, Aktifis Kaduronyok Sebut Ini Kejadian Force Majeure

BANTENLINE.COM PANDEGLANG – Berawal dari laporan masyarakat Kp. Sampalanwaru RT. 001/001 Desa Pasireurih Kecamatan Cisata Kepada Pemerintah Desa Pasireurih Kacamatan Cisata, bahwa ada Ruas Jalan yang menghubungkan Desa Pasireurih – Desa Kaduronyok yang berlokasi di Kp. Sampalanwaru (biasa di sebut jalan garung) Desa Pasireurih Kecamatan Cisata Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. 13/01/2023

Telah terjadi pergerakan tanah atau tanah labil pada dasar jalan utama yang berlokasi di wilayah tersebut, yang mengakibatkan Jalan Beton sepanjang ±20 meter terjadi patah melintang yang disebabkan dasar tanah pada jalan tersebut amblas.

Kejadian dasar jalan amblas terjadi disebabkan setelah hujan deras yang mengguyur sekitaran bulan Desember 2022 tahun Kemarin.

Salah satu tokoh intelektual mantan aktivis senior Cecep Bahrul dari kaduronyok menyampaikan soal jalan yang amblas tersebut, dikatakannya bahwa “menyampaikan persoalan patahan-patahan atas pergeseran tanah bukan hanya pada posisi jalan saja, rumahpun yang berposisi di dekat bahu jalan ikut amblas, menurutnya bukan hanya persoalan kontruksi tapi memang persoalan pergeseran tanah ini dan menganggap hal ini bisa dikatakan sebagai force majeure (diluar dugaan manusia, bencana alam)”. Ungkapnya

Lanjutnya, kalau memang menyangkut kepada persoalan kontruksi saya fikir sudah memenuhi syarat kelayakan, tapi kalau bicara kepada pergeseran tanah, Siapa yang bisa sanggup menahan bencana ? Jadi kami juga tidak mau memberikan berita yang sepihak melainkan berdasarkan pengamatan bahwa pergeseran tanah terjadi sampai bawah hampir satu kilo setengah dari arah bawah sampai kampung kadu pasir itu dari urat pergeseran tanah, Jadi kita bisa cek datanya ada. Paparnya

Baca Juga:  Bekali Murid Terjun ke Masyarakat, MAS Plus Darul Huda Cikoneng Gelar P2B Selama 10 Hari

Dari pihak persatuan mahasiswa cisata (PERMATA) Diky Pratama, mengklarifikasi atas dugaan kita yang berawal dari adanya sebuah persoalan yang kita sampakan kemarin, kita klarifikasi atas dugaan dugaan mengarah kepada persoalan gagal dalam kontruksi, kita tetap meminta maaf kepada pihak perusahaan dan juga mendorong kepada pihak pemerintahan tetap mendorong hal atas amblasnya jalan tersebut meski berasal dari faktor alam, kita meminta kepada Pemerintah Provinsi Banten serta intansi terkait untuk segera lakukan upaya tindakan yang signifikan.

“Ini bicara soal kemanusian yang memang melalui sebuah infrastruktur jalan yang di akses oleh kalangan masyarajat dengan menghubungkan beberapa desa, bahkan akses utama masyarakat pegunungan dalam melakukan perputaran perekonomian dari segi lalu jalan”. kata Diky.

“Harapan saya dari pihak mahasiswa serta pemuda, pihak dinas terkait untuk lakukan perencanaan ulang dan segera lakukan pembangunan kembali semoga bisa tanggap cepat karena ini soal hajat orang banyak”. Lanjutnya.

Menanggapi laporan dari masyarakat Kampung Sampalanwaru Desa Pasireurih Kecamatan Cisata, Pemerintahan Desa dalam hal ini Kepala Desa Pasireurih (Ade Juhaeni) melakukan pengecekan lapangan bersama masyarakat, benar bahwa dasar jalan tersebut telah terjadi penurunan tanah ±50 Cm yang disebabkan adanya retakan tanah sepanjang ±1 KM yang melintasi Badan Jalan, dan tidak hanya itu, penyebabnya juga terjadi karena pada retakan tanah tersebut terdapat sumber air yang mengalir pada dasar/bawah tanah jalannya, yang kemungkinan besar merupakan salah satu faktor penyebab amblas/turunnya dasar jalan tersebut. Ungkapnya.

Baca Juga:  Kobarkan Semangat Militansi, PC GP Ansor Pandeglang Gelar Gebyar Harlah ke-92 Selama 9 Hari

“Dampak faktor alam dari pergerakan tanah tersebut; 1. Akses Jalan Beton patah melintang dan tergantung tidak ada dasar badan jalannya 2. Bangunan TPT patah karena amblas dasar tanahnya amblas, dan 3. Pondasi rumah warga yang disekitaran lokasi tersebut amblas akibat pergeseran tanah.”Lanjutnya,.

“Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang maupun Pemerintah Provinsi ataupun pihak terkait untuk segera menanganinya melakukan perbaikan pada jalan tersebut. Dimana jalan tersebut merupakan akses jalan utama masyakarat yang menghubungkan antar Desa di Kecamatan Cisata, Sehingga jalan tersebut salah satu akses utama jalan masyarakat pegunungan menuju jalan nasional. Dan menurut keterangan warga setempat selain adanya pergeseran tanah memang dilokasi tersebut dibawah jalan coran ada sumber Air yang mengalir atau bisa jadi itu ada sumber mata air. Tutupnya

Tinggalkan Balasan