BANTENLINE.COM, SERANG – Madrasah Aliyah (MA) Nurul Hidayah Bojonegara Kabupaten Serang menggelar pelepasan siswa kelas IX angkatan ke XIX setelah mengikuti tahapan ujian akhir yang digelar sekolah, pada minggu (12/6/2022).
Acara pelepasan siswa dilangsungkan secara offline yang bertempat di lapangan MA Nurul Hidayah Bojonegara dengan jumlah sekitar 80 wisudawan dengan mengusung tema “Ikhtiar dan Doa Sentaja Belajar Sukses, Baik di Dunia Maupun di Akhirat Kelak.”
Menariknya, selain acara pelepasan siswa, dalam rangkaian acara tersebut juga terdapat launching 10 buku karya guru dan siswa alumni MA Nurul Hidayah Bojonegara, kemudian juga terdapat apresiasi bagi 10 besar siswa terbaik serta penyerahan beasiswa oleh salah satu Universitas Swasta di Banten yaitu Politeknik Piksi Input Serang dengan dua orang yang mendapat beasiswa tersebut.
Launching ini dilaksanakan sederhana disela-sela kegiatan pelepasan siswa MA, MDTA serta RA Nurul Hidayah. Hadir pada kesempatan tersebut Kabid Penma Kementerian Agama Provinsi Banten, Pengawas Rumpun MTs-MA Kementerian Agama Provinsi Banten, Kepala desa Lambangsari serta tamu undangan lainnya.
Kepala Madrasah Imadul Huda menyampaikan kebanggaannya karena hal ini merupakan terobosan baru di sekolahnya.
“Saya merasa bangga dengan launchingnya buku ini. Saya berharap ini akan menjadi budaya baik yang terus dilakukan ditahun-tahun selanjutnya,” Kata Imadul Huda.
Imadul huda melanjutkan bahwa dari 10 buku, 5 diantaranya merupakan karya tunggal alias novel. Menariknya, buku ini tidak dicetak terbatas untuk lingkungan sekolah saja, namun juga bisa diedarkan ke publik, karena buku ini dilengkapi dengan izin edar penjualan buku.
“Buku yang kita launching hari ini tidak hanya bentuk antologi cerpen, namun juga ada 5 siswa yang sudah menerbitkan karya solo berbentuk novel. Ini patut kita apresiasi, terutama untuk Tim Gerakan Literasi Sekolah yang tak kenal lelah membimbing para siswa,” tambahnya.
Sementara itu, Suherman selaku salah satu tim Gerakan Literasi Sekolah mengatakan bahwa dengan launchingnya buku-buku ini menandakan para siswanya punya talenta untuk berkarya dan berdaya kedepannya.
“Setiap orang pasti bisa menulis karena setiap orang pasti punya ilmu, pengalaman serta pemikiran. Menulis berarti memahat peradaban” ujar Suherman, yang juga merupakan guru yang aktif dalam dunia kepenulisan.
Terakhir, suherman berharap kedepannya akan mewajibkan setiap lulusan untuk menerbitkan sebuah buku. Karena ia percaya, aktivitas menulis merupakan salah satu cara untuk meningkatkan budaya membaca.
“Menulis itu seperti pistol, dan membaca bagaikan pelurunya. Bagaimana pistol menembak jika tak ada pelurunya?” tutup suherman.
Pewarta: Danil






