Sabtu, 18 April 2026
Serang Kota

Arlan Marzan: Jembatan Aria Wasangkara Batik Terbesar di Indonesia

BANTENLINE.COM, SERANG – Pembangunan proyek jembatan Aria Wasangkara di Provinsi Banten telah diresmikan, pada Selasa malam (29/03/22).

Pemilihan batik Banten sebagai desain jembatan sebagai kecintaan PUPR yang ditujukan agar jembatan Aria Wasangkara bisa dijadikan sebagai Landmark icon provinsi Banten dan dikenal ke seluruh Indonesia.

Kepala PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan, pembangunan jembatan berada di ruas jalan Syekh Nawawi Al Bantani, struktur jembatan membentang dengan panjang 90 kilometer dan lebar 33,8 meter, bisa mengakomodir laju pertumbuhan kendaraan untuk 20 tahun kedepan.

“Alhamdulilah kita bisa menyelesaikan pembangunan ini, menghabiskan angaran Rp165 miliar,” kata Arlan.

Ia menerangkan, terkait apa saja kendala yang dihadapi dalam proses membangun jembatan ini. Selama ini pihaknya selalu berkoordinasi karena memang jembatan ini dibangun di atas ruas tol Tanggerang-Merak dan ada jalur pipa gas.

Baca Juga:  Sengketa Lahan Kampung Dukuh, Majelis Hakim Vonis Bebas Ahli Waris

“Disini kita ada jalur komunikasi khusus terutama dalam proses di tahapan pondasi maupun pemasangan gearden,” kata Arlan pada saat di wawancara oleh pihak Bantenline.com.

Bahan bangunan pada jembatan ini terbuat dari baja tetap, tetapi kontruksi yang lainnya ada Acp, kemudian pada pondasi sedang kita perhitungkan untuk periode gempa stratan tahunan, jadi Insyallah mudah-mudahan aman.

Tidak hanya itu, Arlan menyampaikan untuk Muri, pihanya daftarkan sebagai jembatan terlebar se-Indonesia karena memang secara data yang kami dapatkan bahwa jembatan bogeg dengan lebar 33,8 merupakan jembatan terlebar.

Baca Juga:  Reflesikan hari paskah, GBI Eliezar ajak PMI Kabupaten Serang gelar donor darah di depan Aula Gereja

“Selain Muri jembatan terlebar, kita daftarkan juga sebagai jembatan dengan ornamen batik etnik terbesar se-Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian tentang rekor muri yang di dapat pada jembatan aria Wasangkara ini adalah kita hanya dapat rekor muri dengan ornamen terbesar saja, bukan lebarnya.

“Kita ada tiga ornamen pada jembatan diatas Sinayaksa dan Mandalikan, disamping ada ornamen Pamaranggen,” jelasnya.

Arlan mengungkapkan Jembatan ini menjadi icon landmark ketika penguna jalan dari arah Jakarta ingin memasuki kota Serang atau sebagai lalu-lintas Tanggerang-Merak adalah lalu lintas pulau Jawa dan Sumatera. Tutupnya.

Kontributor: Dahiyatul Qolabi

Tinggalkan Balasan