Sabtu, 18 April 2026
Kabupaten PandeglangPendidikan

KKM Kelompok 10 UIN SMH Banten Gelar Seminar Literasi dan Digitalisasi, Hadirkan Sutradara ‘Lima Pare’

Pandeglang, BANTENLINE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengadakan seminar pendidikan dan digitalisasi dengan tema ‘Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Literasi dan Digitalisasi’ di Desa Pasir Peteuy pada Rabu, 7 Agustus 2024.

 

Seminar tersebut di hadiri oleh Wahyudin selaku perwakilan dari perangkat desa Pasir Peteuy. Turut hadir pula Rohmatul Fajri, Kepala Sekolah SMK 15 Pandeglang.

Sebagai pembicara utama, dihadirkan Ilham aulia (Japra), sutradara film ‘Lima Pare’ yang masuk nominasi Ethnoecology (nature and indigenous people) di XХVIII International Ecological TV Festival “To Save and Preserve”, salah satu festival film bergengsi di Rusia. Sebelumnya Film tersebut juga berhasil masuk nominasi di berbagai ajang festival di berbagai negara, mulai dari Inggris, Bangladesh hingga Malaysia.

 

Mansur Maturidi, ketua Kelompok KKM 10 mengatakan bahwa tujuan diadakan seminar ini untuk mengedukasi masyarakat khususnya para remaja sekolah kelas menengah ke atas agar lebih meningkatkan minat dalam berpendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal. Serta sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat perihal bijaknya memanfaatkan digitalisasi.

Baca Juga:  PPI Kecamatan Mandalawangi Gelar Diklatsar I, diikuti Ratusan Pelajar berbakat

“Pendidikan merupakan sentralistik kemajuan bangsa, sebagaimana kebangkitan Jepang dari luluh lantaknya Hirosima dan Nagasaki pasca efek perang dunia ke-2, dengan gagahnya Kaisar Hirohito menanyakan jumlah guru yang tersisa, berangkat dari itu Jepang bangkit dengan segera bahkan menjadi negara yang sangat di pertimbangkan dunia. Selain pendidikan digitalisasi pun menjadi hal yang integral, untuk itu kita perlu memahami betul tupoksi digital,” papar Mansur.

Sementara iu menurut Wahyudin selaku perangkat desa Pasir Peteuy menyambut baik dengan diadakannya seminar tersebut.

“Semoga dengan adanya seminar perihal pendidikan serta digitalisasi ini bisa menumbuhkan giroh berpendidikan masyarakat serta masyarakat dapat bijak menyikapi digitalisasi terutama anak anak yang ikut serta dalam acara ini,” ujar Wahyudin.

Hal senada dikatakan Rohmatul Fajri selaku kepala sekolah SMKN 15 Pandeglang. Dirinya mengapresiasi adanya seminar pendidikan dan digitalisasi ini dengan harapan bahwa masyarakat dapat termotivasi, khususnya para siswa SMKN 15 Pandeglang agar melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya dan selalu bijak memanfaatkan digitalisasi.

Baca Juga:  HUT ke 152 Pandeglang Ketua PC IPNU Kritik 6 Point URGENT!!!

“Masa depan adalah harapan, salah satu cara untuk menempuhnya adalah dengan pendidikan,” ujar Rohmatul dalam sambutannya.

 

Ilham Aulia (Japra), selaku narasumber membagikan pengalaman pribadinya terkait semangat dalam berpendidikan. Sebagai aktivis di Banten, Japra memaparkan pengalaman menarik dari hal yang ia geluti, terutama dalam lingkup literasi dan digitalisasi.

Berangkat dari desa, film yang di sutradarainya dapat melenggang dan di kenal ke dunia internasional setelah sebelumnya berhasil meraih juara 3 pada ajang bergengsi film dokumenter, Eagle Award Documentary Competition 2022.

Japra menuturkan jika film Lima Pare merupakan salah satu bukti nyata bahwa dari manapun, siapapun bisa jadi apapun.

Aktivis muda di Banten ini juga mengatakan bahwa “Idealisme menjadi kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh seorang pemuda.”

Sohibul Umam, selaku ketua pelaksana berharap dengan terlaksananya seminar ini, masyarakat desa Pasir Peteuy dapat termotivasi untuk lebih bersemangat meraih harapan dengan pendidikan. Serta dapat bijak memanfaatkan digitalisasi untuk sebuah kemajuan. (md)

Tinggalkan Balasan