BANTENLINE.COM KOTA SERANG— Fenomena El Nino akhir-akhir ini mulai terasa di hampir semua daerah di Indonesia, dimana dampak El Nino yang dirasakan adalah musim kemarau lebih panjang dari biasanya.
Tidak terkecuali di Kota Serang dimana masyarakat dari beberapa kecamatan mengalami kesulitan air bersih , seperti yang terjadi di Kecamatan Kasemen, Taktakan dan daerah yang lain. (12/09/2023).
Pada saat ini sektor yang paling terdampak dari fenomena El Nino Selain kekeringan juga sektor pertanian, utamanya tanaman pangan semusim yang sangat mengandalkan air. Rendahnya curah hujan tentunya akan mengakibatkan lahan pertanian kekeringan dan dikhawatirkan akan mengalami gagal panen.
Melihat kekhawatiran tersebut dan juga sebagai bentuk solusi untuk pemerintah . Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Serang mendorong pemerintah untuk melakukan langkah mitigasi dan aksi kesiapsiagaan secepat mungkin kepada seluruh elemen terkait. Caranya, melakukan gerakan panen hujan, memasifkan gerakan hemat air, dan menyiapkan tempat cadangan air untuk puncak kemarau.
Menurut Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor kota Serang Muhamad Rijal, Ada beberapa hal yang harus secepat mungkin harus segera dilakukan oleh pemerintah Kota Serang.
Pertama, Pastikan ketersediaan air di wilayah-khususnya di daerah yang sudah dan diprediksi akan mengalami kekeringan cukup signifikan.
kedua, mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Ketiga, dampak El Nino tidaklah main-main dan tentunya Pemkot tidak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan kerjasama antar stakeholder lembaga, organisasi kemasyarakatan untuk saling berperan dan bergandeng tangan untuk meminimalisir dampak dari fenomena kekeringan akibat El Nino tahun ini.
Selanjutnya pria yang akrab di panggil Oncen tersebut mengajak kepada seluruh pihak untuk berdoa agar musibah ini cepat selesai.
“Mari kita berdoa bersama agar kekeringan yang melanda beberapa wilayah dikota serang ini segera selesai dan kami Gerakan Pemuda Ansor Kota Serang akan segera melakukan aksi sosial bersama Banom- banom NU seperti Fatayat, IPNU dan IPPNU serta yang lainnya dalam upaya meringankan beban masyatakat terhadap kebutuhan air” Tutupnya.






