BANTEN LINE.COM, SERANG – Tragedi bentrokan pesilat antara Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan Pencak Silat NU Pagar Nusa di Banyuwangi, Jawa Timur mengakibatkan satu orang tewas yang merupakan pesilat PSHT dan belasan lainnya mengalami luka-luka.
Bentrokan antara pesilat itu terjadi pada Kamis (10/3) di wilayah Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Jawa Timur.
Menanggapi peristiwa tersebut, Mohamad Nasir, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Banten mengatakan, bentrokan antara PSHT dan Pagar Nusa di Banyuwangi diharapkan agar segera dapat diselesaikan dengan cara ala jawara.
“Kita berdoa mudah-mudahan cepat selesai, tentunya diselesaikannya dengan ala jawara, kalau berbicara penyelesaian secara jawara itu ya sambil ngopi, duduk bersama,” ujar Ketua PW PSNU Pagar Nusa Banten akrab disapa Monas kepada wartawan, Sabtu (12/3/2022).
Monas memastikan meskipun dengan terjadinya peristiwa bentrokan antar pesilat di Banyuwangi, dipastikan untuk kondisi antar kelompok peguron pencak silat di Banten damai, kondusif, dan terjalin baik hubungannya.
“Saya meyakini kalau Pagar Nusa di Banten ini penuh dengan kedamaian, ketertiban, satu peguron dengan peguron lainnya. Kita tetap akur dan solid,” ungkapnya.
Monas menginstruksikan kepada seluruh pendekar Pagar Nusa Banten agar senantiasa mengedepankan akhlak yang baik untuk saling menghormatimenghormati satu padepokan dengan yang lainnya.
“Pagar Nusa Banten dipastikan kondusif, yang di kedepankan budi pekerti,” pungkasnya. (**)






