BANTENLINE.COM, CILEGON – Kabar menggembirakan datang dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Cilegon, Banten. Sentra Gipang Cilegon, salah satu UMKM binaan Krakatau Steel Group melalui PT Krakatau Sarana Infrastruktur (PT KSI), berhasil mencatat pertumbuhan omzet hingga 127 persen.
Peningkatan tersebut terbilang signifikan. Dari yang sebelumnya mencatat omzet maksimal Rp22 juta, kini usaha gipang milik Entik tersebut mampu meraih omzet hingga Rp50 juta.
Capaian ini menjadi bukti keberhasilan pembinaan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT KSI dalam meningkatkan kapasitas usaha, kualitas produk, serta daya saing UMKM lokal.
Direktur Utama PT Krakatau Sarana Infrastruktur, Dazul Herman, mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sekitar kawasan industri.
Menurut Dazul, UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, dukungan perusahaan tidak cukup hanya melalui bantuan, tetapi juga harus disertai penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, dan kemitraan berkelanjutan.
“UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap UMKM perlu diarahkan pada penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, serta pembentukan kemitraan yang berkelanjutan,” ujar Dazul.
Ikut Festival Jawara UMKM Banten 2026
Sebagai upaya memperluas jaringan pemasaran, PT KSI juga memfasilitasi Sentra Gipang Cilegon untuk berpartisipasi dalam Festival Jaringan Wirausaha (Jawara) UMKM dan Kuliner Banten 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Alun-Alun Kota Cilegon.
Festival yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Koperasi dan UKM itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-26 Provinsi Banten.
Sebanyak 40 UMKM terpilih dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Festival ini juga menjadi wadah kurasi bagi 10 UMKM untuk mendapatkan pembinaan lanjutan.
Dazul berharap keikutsertaan UMKM binaan PT KSI dalam festival tersebut dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat jejaring bisnis.
Partisipasi itu juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapan pelaku UMKM dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Inovasi Kemasan Bikin Produk Gipang Makin Kompetitif
Sentra Gipang Cilegon merupakan UMKM milik Entik yang telah menjadi binaan PT KSI sejak 2024.
Selama masa pendampingan, usaha tersebut mendapatkan dukungan pengembangan kapasitas dan inovasi produk. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pengembangan kemasan gipang dalam bentuk sachet.
Inovasi tersebut membuat produk lebih praktis, menarik, dan memiliki peluang pemasaran yang lebih luas.
Entik mengaku bersyukur atas kesempatan dan pendampingan yang diberikan PT KSI. Menurutnya, keikutsertaan dalam Festival Jawara UMKM 2026 menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan produk Gipang Cilegon kepada masyarakat yang lebih luas.
“Melalui Festival Jawara UMKM 2026, kami mendapat kesempatan untuk memperkenalkan produk Gipang Cilegon kepada masyarakat yang lebih luas serta membuka peluang pasar baru. Kami berharap pembinaan ini dapat terus berlanjut sehingga UMKM lokal semakin berkembang dan berdaya saing,” ujar Entik.
Dorong UMKM Lokal Naik Kelas
Melalui program TJSL yang berkelanjutan, Krakatau Steel Group terus memperkuat kolaborasi antara dunia industri, pemerintah, dan pelaku UMKM dalam membangun ekosistem ekonomi daerah.
Upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan omzet usaha, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, menciptakan peluang usaha, serta memperkuat daya saing produk lokal.
Komitmen ini sekaligus sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong kewirausahaan, memperluas kesempatan berusaha, dan memperkuat pembangunan ekonomi masyarakat dari bawah.
Dengan pendampingan yang tepat dan akses pasar yang semakin terbuka, UMKM lokal diharapkan mampu tumbuh lebih kuat, naik kelas, serta menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.






