BANTENLINE.COM- Curug, 15 Maret 2025 – Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Curug memberikan materi tentang “Bahaya Radikalisme dan Terorisme di Media Sosial” dalam acara pesantren kilat Ramadan yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Curug. Acara ini berlangsung di Gedung Serba Guna Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.
Sebagai pembuka, KNPI Curug mengadakan sesi nonton bareng (nobar) film dokumenter *Pengantin (The Bride)* karya Rahmat Triguna. Film ini mengisahkan perjalanan seorang pekerja migran Indonesia yang terjerumus dalam aktivitas terorisme melalui sosial media. Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab.
Ketua DPK KNPI Kecamatan Curug, Bung Ahmadi, menekankan pentingnya *bonding* atau proses membangun ikatan emosional yang kuat dan positif dalam keluarga. Ia mengingatkan bahwa anak dan orang tua harus memiliki hubungan yang erat, serta orang tua harus memahami dan mengawasi aktivitas anak-anaknya di media sosial. Menurutnya, media sosial masih menjadi alat utama dalam penyebaran ideologi ekstremis dan pencucian otak.
“Adik-adik yang masih di bangku sekolah harus terus diberikan wawasan mengenai bahaya ideologi ekstremis yang dapat mengarah pada tindakan terorisme. Selain itu, kita juga perlu mengukuhkan kecintaan terhadap bangsa dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme,” ujar Bung Ahmadi dalam pemaparannya.
Dalam kesempatan ini, Bung Ahmadi didampingi oleh jajaran struktural DPK KNPI Kecamatan Curug. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta pesantren kilat yang antusias mengikuti sesi diskusi serta bertukar pandangan mengenai upaya pencegahan radikalisme di kalangan generasi muda.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para peserta semakin sadar akan bahaya radikalisme serta memiliki daya tangkal terhadap pengaruh negatif yang dapat menyebar melalui media sosial. KNPI Kecamatan Curug berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada generasi muda demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.






