Kamis, 21 Mei 2026
Serang Kota

Komunitas Masyarakat Baru Ajak Masyarakat Banten Tingkatan Level Demokrasi

Bantenline.com, Serang – Komunitas Masyarakat Baru (KMB) mengajak semua elemen untuk menaikan level demokrasi di Banten, Politik lima tahun sekali jangan jadi ajang perpecahan dan praktik merawat kebodohan.

Founder KMB Pirdian menguliti kebiasaan politik yang ada di Indonesia khususnya di Provinsi Banten, ia menyebut kebiasaan politik di Banten, seperti money politik, dan isu sara harus dihilangkan, harus naik level.

Sehingga, lanjutnya, KMB hadir untuk mengedukasi masyarakat Banten lewat berbagai kegiatan edukatif.

“Kami masyarakat baru siap untuk mengedukasi masyarakat khususnya di banten melalui berbagai kegiatan yang akan kami helat kedepan baik dari sisi berdemokrasi ataupun hal lainnya, agar tercapai masyarakat yang kritis secara pemikiran dan stabil secara emosi,” kata Pirdian.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi Kepemudaan dan Layanan Publik, DPD KNPI Banten Audiensi dengan PLN UP3 Banten Utara

Masyarakat baru, sambung Pirdian, sebagai sebuah komunitas pembaruan, pihaknya akan berupaya untuk mengedukasi masyarakat Banten, terkhusus anggota komunitas masyarakat baru untuk terus belajar mengenai proses demokrasi yang mapan.

Syahrul anggota komunitas masyarakat baru menyoroti kualitas demokrasi yang belum mapan di Provinsi Banten. Ia menyebut level demokrasi di Banten masih saja kaku.

“Level demokrasi di banten sepertinya masih berkutat pada level yang gitu-gitu aja, bukan gagasan yang dibahas melainkan pada beberapa kesempatan justru yang dibahas adalah soal sentimen Sama, bahkan body shaming,” ujarnya.

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Gandeng GP Ansor Kota Serang Perluas Perlindungan Pekerja Informal

Senada dengan syahrul, Emil sebagai anggota masyarakat baru juga mengatakan, perlu adanya peningkatan kualitas berdemokrasi di Provinsi Banten.

“Rasanya kita perlu untuk sejenak berpikir, apa kita masih akan terus berkutat pada money politik, hoax dan narasi-narasi sentimen lainnya ?, kita harus mulai melek bahwa money politik dan narasi sentimen harus dihentikan dan berfokus pada gagasan,” tutup Emil.

Tinggalkan Balasan