BANTENLINE.COM, SERANG – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Serang resmi dilantik, bertempat di Aula Rektorat UIN Banten, Kota Serang, Selasa (7/6/22).
Ketum PP ISNU, menyampaikan kepada Bantenline.com bahwa menurutnya pelantikan ISNU tersebut menjadi penting, lantaran untuk mempercepat mereduksi pemikiran-pemikiran Ekstremisme.
“Banyak kelompok di masyarakat yang ingin mengganti idiologi bangsa, nah, adanya ISNU untuk menghilangkan pemikiran yang hendak mengganti paham yang tidak sejalan,” sampainya kepada wartawan.
“ISNU mempunyai pernanan yang sangat tinggi, mempunyai komitmen untuk mempertahankan negara Panca Sila,” jelasnya.
Ia mengatakan kepada ISNU Kota Serang bahwa pelantikan tersebut di arahkan kepada pemikir Islam di lingkungan NU untuk membangun bangsa Indonesia yang mengedepankan aspek kebersamaan.
“Jadi tidak boleh ada satu kehidupan yang terjadi disparitas,” lanjut Ketum.
Merespon arahan dari Ketum PP ISNU, Ketua PC ISNU Kota Serang, Nurdin menyampaikan bahwa ISNU Kota Serang berusaha meminimalisir gerakan Ekstremisme di Wilayah Kota Serang Khususnya di Kampus.
“Kita akan bekerja sama dengan organisasi kemahasiswaan, seperti PMII, IPNU, selain itu kita pun komunikasi dengan rektor yang ada di Kota Serang, dengan Rektor UIN Banten Prof Wawan sudah konfirmasi, yah, semoga komunikasi ini bisa membantu dan bersama-sama kita hilangkan gerakan Ekstremisme itu,” ujarnya.
Sekertaris PC ISNU Kota Serang, Indra Irawan, menambahkan bahwa ISNU Kota Serang juga bakal kerja sama dengan pemangku kebijakan di seluruh stakeholder Kota Serang untuk membuat regulasi terkait pendirian sekolah sewasta yang jelas.
“Regulasi ini untuk bagaimana sekolah-sekolah tidak gampang didirikan di Kota Serang, harus dibuat regulasi khusus, baik itu dari kurikulum yang jelas, yang nantinya tidak berdampak paham-paham radikalis, di sekolah atau pun di perguruan tinggi,” sambungnya.
“Di perguruan tinggi pun, kita harus mampu memproteksi kerja sama dengan pihak kampus, untuk
Membuat regulasi itu, begitupun dengan organisasi harus di saring kembali,” lanjutnya.
“Karna kehawatirannya jika tidak di regulasikan dan terbuka maka organisasi yang bergerak di Ekstremisme tertampung,” tutupnya.
Diketahui, dalam acara tersebut turut di hadiri oleh Ketua PP ISNU H Ali Masykur Musa, A’wan PBNU Kiai Matin Syarqowi, Ketua PW ISNU Banten H Bazari Syam, dan para tamu undangan.






