Senin, 25 Mei 2026
Nasional

Kemenag Bakal Dirikan Tempat Ibadah Multiagama di Lingkungan Kampus

BANTENLINE.COM, JAKARTA – Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia berencana akan mendirikan tempat ibadah multiagama diseluruh kampus atau perguruan tinggi sebagai sarana komunikasi antar agamaagama untuk menciptakan pendidikan karakter tentang moderasi beragama bagi mahasiswa.

Hal itu diungkapkan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan sambutan pada kegiatan Webinar Kebangsaan yang digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia pada 5 Maret 2022 lalu.

Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag Thobib Al Asyhar menjelaskan, gagasan pendirian tempat ibadah multiagama bukan merupakan menjadikan satu tempat ibadah untuk semua Agama, akan tetapi sebagai upaya menyediakan fasilitas tempat ibadah untuk masing-masing agama.

“Istilah tempat ibadah multiagama itu bukan berarti satu tempat untuk ibadah bagi semua agama. Ide tempat ibadah multiagama itu adalah upaya untuk menyiapkan fasilitas tempat ibadah untuk masing-masing agama di kampus,” terangnya, Sabtu (12/3/2022).

Baca Juga:  DPD KNPI Banten Jalin Sinergi dengan Anggota DPR-RI untuk Penguatan Kapasitas Pemuda

Nantinya, Lanjut Thobib, fasilitas tempat ibadah bagi semua agama tersebut bisa dipergunakan untuk keperluan peribadatan mahasiswa, dosen, dan stakeholder lainnya sesuai dengan agamanya. Misalnya, tempat ibadah untuk orang Islam, tempat ibadah untuk orang Kristen, tempat ibadah untuk orang Katolik, tempat ibadah untuk orang Hindu, tempat ibadah untuk orang Buddha, dan tempat ibadah untuk orang Khonghucu.

“Jadi ide ini adalah ikhtiar agar setiap mahasiswa dan civitas akademika bisa mendapat fasilitas beribadah di kampus, sesuai agamanya dan di tempat ibadahnya masing-masing,” katanya.

Thobib menuturkan, sebelumnya Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) dengan perwakilannya dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, serta alumni dari berbagai fakultas di Universitas Indonesia sempat melakukan audensi dengan Kementrian Agama (Kemenag) membahas terkait rencana pembangunan fasilitas sejumlah rumah ibadah di lingkungan kampus.

Rencana itu, kata Thobib, mendapat dukungan dari Menag Yaqut. Sebab, umat beragama di kalangan kampus, baik dosen maupun mahasiswa membutuhkan sarana tempat ibadah.

Baca Juga:  BRI Cabang Bekasi Harapan Indah Gelar Sosialisasi Pencegahan hingga Penanggulangan Kebakaran

Thobib mengungkapkan, pendirian tempat ibadah multiagama di lingkungan perguruan tinggi sudah lebih dulu dilakukan oleh Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Fasilitas itu, masih kata Thobib, dibangun pada tahun 2021. Di sana, ada enam ruangan khusus untuk ibadah bagi masing-masing agama.

Disusul, Universitas Pancasila Jakarta yang telah mendirikan fasilitas tempat ibadah multiagama di lingkungannya dan sudah diresmikan secara langsung dengan ditandatangani melalui prasasti oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Kh. Ma’ruf AminAmin, didampingi Menag Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno.

Enam tempat ibadah tersebut adalah Masjid At-Taqwa, Gereja Katolik Santo Petrus, Graha Layanan Kristen, Vihara Dhamma Sasana, Pura Widya Santika, dan Klenteng Kebajikan Agung. (El-Satire.26)

Tinggalkan Balasan