Senin, 25 Mei 2026
Kabupaten LebakPendidikan

Literasi Tumbuh Dari Hati, Tulisan Karya Siswa SMPN 2 Cipanas Terbit Jadi Antologi

LEBAK — Semangat literasi di SMPN 2 Cipanas, Kabupaten Lebak, memasuki babak baru yang membanggakan. Pada Senin (7/7/2025), bertempat di lapangan sekolah, sebuah peristiwa bersejarah tercipta: peluncuran buku antologi literasi pertama yang ditulis langsung oleh para siswa. Tak sekadar seremoni, momen ini menjadi perayaan keberanian anak-anak dalam menyuarakan kisah dan refleksi hidup mereka melalui tulisan.

Buku antologi ini memuat kumpulan kisah nyata siswa yang ditulis dengan ketulusan dan jujur dari hati. Lebih dari sekadar tugas menulis, karya-karya ini menjadi potret perjalanan tumbuh kembang karakter, pemikiran, dan empati mereka. Literasi, dalam konteks ini, hadir bukan hanya sebagai keterampilan, melainkan sebagai ruang untuk mengenal diri dan menyampaikan suara.

Acara dibuka oleh Kepala SMPN 2 Cipanas, H. Didi Saridi, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi mendalam kepada para penulis muda.

Baca Juga:  Gelar Sharing Session & Evaluasi Implementasi EEWS, SMAN 1 Panggarangan Pelopori Mitigasi Bencana di Sekolah

“Ini bukan sekadar buku. Ini tonggak awal budaya literasi yang tumbuh dari hati—oleh, dari, dan untuk siswa,” ujarnya dengan penuh kebanggaan.

Di balik keberhasilan penerbitan buku ini, ada sosok Wiwin Widiati, S.Pd., guru bidang kesiswaan yang menjadi motor penggerak. Sejak awal, ia percaya bahwa tulisan para siswa layak diabadikan.

“Saya yakin, pengalaman mereka memiliki nilai. Ini bukan sekadar dokumentasi, tapi jejak tumbuhnya keberanian untuk bersuara,” tuturnya dengan semangat.

Tak hanya itu, sesi berbagi inspirasi dari dua tokoh kunci turut menambah kedalaman acara. Ina Yulyanti, S.Pd., guru Bahasa Indonesia sekaligus kurator naskah, menceritakan proses panjang membimbing siswa dari draft pertama hingga siap terbit. Sedangkan Kak Pipit Piharsih, sang inspirator, mengajak siswa melihat menulis sebagai jembatan empati.

Baca Juga:  Pondok Pesantren Nurul Hidayah Assidiqiah buka Santri Baru

“Tulisan yang jujur, betapapun sederhana, bisa jadi cahaya bagi orang lain,” pesannya menyentuh hati.

Momen paling mengharukan hadir ketika beberapa siswa diberi kesempatan membagikan kesan mereka. “Saya nggak pernah membayangkan cerita saya akan ada di dalam buku seperti ini,” ujar salah satu siswa dengan mata berkaca, disambut tepuk tangan meriah dan penuh haru dari seluruh peserta.

Peluncuran buku ini bukanlah puncak, melainkan titik awal dari gerakan literasi yang lebih luas di SMPN 2 Cipanas. Harapannya, akan lahir lebih banyak karya autentik siswa yang mencerminkan proses mereka tumbuh sebagai pembelajar sejati—yang berani berpikir, merasa, dan mengekspresikan diri lewat kata.

Tinggalkan Balasan