Kamis, 16 April 2026
Kabupaten TangerangPolitik

Kampanye Di Kabupaten Tangerang, Airin Sampaikan Program Penanganan Stunting dan Kesehatan

KABUPATEN TANGERANG, BANTENLINE – Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Banten, Airin Rachmi Diany dan Ade Sumardi, terus menggalakan kampanye dalam Pilkada Banten 2024. Salah satu fokus utama yang diusung pasangan ini adalah penanganan stunting, yang selalu jadi permasalahan krusial di Banten. Airin menjelaskan rencana tersebut dalam kampanye yang berlangsung di Kabupaten Tangerang pada Kamis (3/10/2024).

Airin menyatakan bahwa permasalahan kesehatan di Banten, terutama stunting, membutuhkan perhatian serius dan upaya menyeluruh. Berdasarkan data tahun 2023, terdapat sekitar 21 ribu balita di Banten yang mengalami stunting.

“Butuh kebersamaan dan upaya komprehensif dalam penanganan stunting. Penanganannya harus dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari ibu hamil hingga balita,” ujar Airin.

Salah satu misi pasangan Airin-Ade adalah merancang program Posyandu Ceria, sebuah inisiatif yang berfokus pada revitalisasi posyandu dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

“Kami akan memberikan insentif tambahan bagi kader posyandu, kader KB, dan bidan agar mereka lebih semangat dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, peran posyandu juga akan diperluas, tidak hanya sebagai tempat bagi ibu-ibu untuk mendapatkan vitamin atau vaksin bagi anaknya, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan kegiatan ceria bagi masyarakat,” terang Airin.

Baca Juga:  PMI Kabupaten Tangerang Bagikan Air Mineral & Masker ke Pemudik

Salah satu langkah konkret yang diusulkan oleh pasangan ini adalah pemberian asupan gizi gratis bagi ibu hamil yang membutuhkan, sebagai bagian dari upaya preventif stunting. Menurut mantan walikota Tangsel 2 periode itu, menjaga kesehatan ibu hamil merupakan kunci penting dalam mengatasi stunting.

“Kami akan memastikan bahwa setiap ibu hamil yang membutuhkan asupan gizi tambahan dapat mendapatkannya secara gratis. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mengurangi angka stunting di Banten,” tambahnya.

Selama menjabat sebagai Wali Kota Tangerang Selatan, Airin tercatat berhasil memperluas cakupan pelayanan posyandu di wilayah tersebut. Jumlah posyandu meningkat dari 706 unit pada 2011 menjadi 859 unit pada 2019, serta jumlah puskesmas bertambah dari 11 unit menjadi 35 unit.

Selain itu, Airin juga membangun Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan tiga rumah sakit umum daerah di Tangsel selama 2 periode jabatannya.

Selain stunting, Airin-Ade juga merencanakan program jaminan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Banten, dengan pola serupa yang sudah diterapkan di Tangsel, yaitu layanan kesehatan gratis hanya dengan KTP. Program ini juga akan diintegrasikan dengan BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan akses kesehatan dengan lebih mudah.

Baca Juga:  Sengketa Lahan Kampung Dukuh, Majelis Hakim Vonis Bebas Ahli Waris

Airin juga mendukung pengembangan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan peningkatan pelayanan kesehatan jiwa serta rehabilitasi bagi pengguna narkotika. Rencana untuk membangun rumah sakit khusus penanggulangan bencana guna menghadapi berbagai kondisi darurat di masa mendatang juga turut disampaikan dalam kampanye tersebut.

“Kami ingin Banten maju bersama. Kebersamaan harus diperkuat, tidak hanya antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, tetapi juga dengan semua stakeholder di bidang kesehatan. Dengan kebersamaan, semua tantangan dapat kita hadapi,” ujar Airin.

Kader posyandu Kabupaten Tangerang, Lia Amalia, memberikan dukungannya kepada pasangan Airin-Ade. Menurutnya, keberhasilan Airin selama memimpin Tangsel menjadi bukti bahwa pasangan ini memiliki kapasitas untuk menyelesaikan masalah kesehatan di Banten.

“Kami tidak hanya melihat program yang direncanakan, tetapi juga bukti keberhasilan Ibu Airin dalam membangun kesehatan di Tangsel. Itu yang membuat kami yakin,” kata Lia.(*)

Tinggalkan Balasan