Rabu, 3 Juni 2026
NasionalSerang Kota

399 Calon Jemaah Haji Kota Serang Ikuti Tes Kesehatan, 20 Diantaranya Belum Ada Kepastian

BANTENLINE.COM, SERANG – Sebanyak 399 calon jamaah haji asal Kota Serang mengikuti tes kesehatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Serang.

Dari 399 calon jamaah haji, 20 diantaranya belum bisa dipastikan bisa berangkat haji atau tidak pada tahun ini.

“Jadi jamaah haji asal kota serang ini jumlah keseluruhannya 399 orang, yang hadir saat ini 369. Jadi masih 20 orang lagi keadaannya belum menentu bisa berangkat atau tidak,” Kata Walikota Serang, Syafrudin saat monitoring di RSUD Kota Serang, Selasa (24/05/2022).

Syafrudin mengatakan, tes kesehatan bagi calon jemaah haji ini merupakan upaya Pemkot Serang untuk memastikan kondisi kebugaran tubuhnya sehat agar dapat menunaikan ibadah haji secara khusu.

Baca Juga:  HIPPI Jakarta Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Dorong Kolaborasi Strategis Dunia Usaha

“Sekarang berangkat haji itu sangat sulit, antre hingga 25 tahun kedepan. Mudah-mudahan warga Kota Serang yang sudah terdaftar bisa berangkat haji semuanya,” ucapnya.

Sementara itu, Kadinkes Kota Serang, Ahmad Hasanudin mengatakan, pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji saat ini dilakukan hanya dua hari saja lantaran kuota calon jemaah haji dibatasi.

“Tahun sebelumnya kuotanya hampir seribu, tapi kalau sekarang hanya 399 calon jemaah haji itupun ada yang tidak bisa berangkat,” ujarnya.

Hasanudin menuturkan, jemaah yang tidak bisa berangkat haji pada tahun ini kemungkinan disebabkan karena meninggal dunia atau mengalami mutasi.

“Jemaah haji yang ikut tes kesehatan saat ini dari kecamatan kasemen, curug, walantaka, dan cipocok. Kita mendoakan agar senantiasa sehat,” katanya.

Baca Juga:  Asep Waketum DPP. PMN Dukung Menteri Komdigi: Perlindungan Anak di Ruang Digital

Hasanudin menjelaskan, hasil pemeriksaan kesehatan ini nantinya akan menempatkan pada empat kategori, pertama istithaah atau mampu lahir batin, kedua bisa berangkat dengan catatan ada pendamping, ketiga tidak berangkat karena tertunda ada penyakit yang harus diobati terlebih dahulu, keempat, tidak boleh berangkat sama sekali.

“Nah, tertunda ini bukan sampai bertahun-tahun. Akan tetapi diobati dulu kalau memang udah sembuh baru bisa berangkat. Jadi hasil pemeriksaan ini akan menempatkan empat kategori tersebut. Mudah-mudahan semuanya bisa mendapatkan kategori yang kesatu, bisa berangkat semuanya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan