BANTENLINE.COM, LEBAK – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lebak menggelar penutupan pengajian dan buka bersama di Gedung PCNU, Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak pada Jum’at (15/4/2022) sore yang lalu.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU, Ketua Badan Otonom (Banom) dan Lembaga NU se-Kabupaten Lebak, serta ara Kiyai, ustadz dan para santri.
Ketua PCNU Kabupaten Lebak, Saepudin Asy Syadzily menerangkan bahwa, Pengajian Ramadan di gedung PCNU sudah dilaksanakan lebih dari lima belas ahunan. Dan untuk ramadan kali ini dimulai dari tanggal tiga ramadan.
“Dalam rangka menghidupi bulan suci ramadan, pengajian rutinan (pasaran) digelar setiap bulan ramadan dan hanya berlangsung selama dua belas hari,” kata Kiyai Aep sapa akrabnya.

Kiyai Aep juga menjelaskan bahwa tujuan dari pengajian ini yang paling utama adalah mengisi kegiatan ramadan dengan mengharapkan keberkahan, serta untuk menambah wawasan keilmuan.
“Kegiatan penutupan pengajian ramadhan, selain agenda buka bersama Keluarga Besar NU Kabupaten Lebak beserta jamaah pengajian, diisi juga dengan tausiyah oleh Kiyai Ajat Sudrajat yang lebih dikenal Ki Bubuk Ranginang,” pungkas Kiyai Aep.
Selain itu, Kiyai Aep juga menuturkan bahwa, kitab yang sering dibaca (dipasarankan) dan dikaji adalah Kitab Kifayatul Akhyar, Sulamun Nairen dan Tanwirul Qulub.
Kitab Kifayah al-Akhyar merupakan sebuah kitab fiqh yang cukup terkenal dalam mazhab al-Syafi’i. Ia disusun oleh Syeikh al-Imam Taqiyuddin Abu bakar Al Husaini.
Kitab Kifayah al-Akhyar ini adalah kitab fikih yang cukup ringkas namun sangat detil dalam menerangkan hukum-hukum fikih seperti bersuci, shalat, puasa, zakat, haji, wasiat, waris, perkawinan, dan lain sebagainya.
Kemudian, Kitab Sullamun Nayyirain. Karya Mohammad Manshur al-Bataw Dimana pada kitab ini membahas tentang bagaimana penghitungan awal bulan dan gerhana, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan.
Dan terkahir, Kitab Tanwir al-Qulub, lebih banyak mengupas tentang tasawuf, hubungan antara seorang hamba (‘Abid) dengan yang disembah (Ma’bud), yakni Allah dan cara-cara mendekatkan diri pada Sang Khalik.
“Dalam kegiatan penutupan pengajian ramadhan pada sore hari ini, Pembaca Kitabnya (muqri) adalah KH Mohamad Mas’ud,” tuturnya.
Kiyai Aep juga berharap bahwa Pengajian yang diselenggarakan di PCNU Lebak setiap bulan Ramadan adalah pengajian ciri khas NU yang tidak bisa dihilangkan. Jadi pengurus PCNU boleh berganti setiap periodenya, tapi pengajian ini harus tetap ada sampai kapanpun.
Kontributor: Aep Budiman






