BANTENLINE COM PANDEGLANG – Perpustakaan Puspa Smart Desa Batubantar resmi meluncurkan layanan koleksi digital bagi masyarakat, khususnya pelajar, remaja, dan warga sekitar. (Jumat, 10 juli 2026)
Peluncuran ini menjadi langkah nyata pemerintah desa dalam mendorong penguatan literasi berbasis teknologi di tengah perkembangan era digital.
Ketua Perpustakaan Puspa Smart, Aan Solihat, menyampaikan bahwa koleksi digital yang dihadirkan kini telah mencakup lebih dari 500 judul buku. Ragam koleksi tersebut meliputi buku pelajaran, buku umum, cerita anak, hingga novel yang dapat diakses secara gratis melalui perangkat handphone maupun komputer yang tersedia di perpustakaan.
“Kami ingin masyarakat Batubantar, terutama para pelajar, tetap dapat belajar tanpa terkendala jarak dan waktu. Dengan memanfaatkan handphone, buku kini bisa diakses kapan saja dan di mana saja,” ujar Aan.
Ia juga menjelaskan bahwa proses akses layanan ini sangat mudah. Warga cukup mengunjungi tautan atau memindai barcode yang telah disediakan oleh pihak perpustakaan. Setelah mengisi buku kunjungan digital, pengguna dapat langsung memilih dan membaca buku secara daring, bahkan mengunduhnya untuk dibaca secara offline.
Peluncuran layanan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kehadiran koleksi digital dinilai sangat membantu, terutama bagi pelajar dan warga yang membutuhkan akses bahan bacaan secara cepat dan praktis. Dengan adanya layanan ini, masyarakat tidak lagi harus menempuh jarak jauh untuk mencari referensi atau bahan tugas.
Banyak warga merasa terbantu karena kini mereka dapat mengakses berbagai jenis buku hanya melalui handphone. Kemudahan ini memberikan pengalaman baru dalam membaca dan belajar, sekaligus meningkatkan minat literasi di lingkungan Desa Batubantar.
Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa inovasi layanan digital di Perpustakaan Puspa Smart mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era modern, serta mendorong budaya membaca yang lebih luas dan merata.
Melalui inovasi ini, Perpustakaan Puspa Smart Desa Batubantar menargetkan dapat menjangkau setidaknya 1.000 pengguna aktif hingga akhir tahun 2026, sekaligus menjadi pusat literasi digital yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.(Kang Rohman)






