Kamis, 16 April 2026
Hukum & KriminalKabupaten SerangSerang Kota

Lapas Kelas II A Serang Fokus pada Program Ketahanan Pangan

Bantenline.com, Serang – Lapas Kelas II A Serang berkomitmen untuk terus mendukung program dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang juga diturunkan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Dari program yang dirancang oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan itu, salah satunya adalah program ketahanan pangan.

“Saat ini kami fokus pada program ketahanan pangan, seperti pertanian, peternakan, perikanan dan juga tentang pemberdayaan UMKM, di sini kita punya lahan pertanian selebar hampir 500 meter,” jelas kordinator Lapas Kelas II A Serang, Ikko pada awak media saat ditemui di depan kantor Lapas Serang, jumaat ( 10/01/2024 ).

menjadi produk unggulan, kata Ikko, dari program ketahanan pangan itu adalah jahe.

“setelah itu ada jahe juga produk unggulan kita setelah nanti diolah menjadi jahe merah,” ungkap Ikko.

Baca Juga:  LCKI Soroti Dugaan Kriminalisasi di Kasus Armando Herdian, Desak Pemberantasan Mafia Tanah

Kegiatan dalam program kemandirian tersebut lanjut Ikko, melibatkan 31 orang dari total 680 Warga Binaan Pemasyarakatan. Pihaknya menilai sesuai potensi dan kemauan dari WBP.

“sudah dilatih dan sama kita, yang aman secara asesmen. pertanian kita ada di luar tembok dan juga banyak menggunakan alat-alat yang dirasa berbahaya ya seperti pacul linggis atau yang lain-lainnya juga jadi 31 orang itu yang kita anggap mumpuni dan aman untuk mendukung program ketahanan pangan,” tambahnya.

Dari hasil olah tangan Warga Binaan Pemasyarakatan itu, Bakal didistribusikan pada pameran-pameran yang dilakoni Dinas terkait Sampai ke swalayan.

Baca Juga:  Sengketa Lahan Kampung Dukuh, Majelis Hakim Vonis Bebas Ahli Waris

“ya pameran-pameran saja misalkan dari dinas koperasi dan perdagangan mau ada pameran nih dari dinas sosial atau dinas ini dari sini maupun biasanya membentuk momentum dari hanya sekedar itu saja ya Karena untuk pemenuhan ke masyarakat kita masih belum bisa kita pernah nyoba ke salah satu swalayan itu bahwasanya kita nyoba 50 sampel waktu itu dalam satu minggu habis mereka minta permintaannya itu setiap minggu itu kurang lebih 200 piece kita yang di sini yang keberatan setiap minggu itu setiap Minggu kita nggak bisa memenuhi itu artinya bukan nggak bisa tapi kita kekurangannya satu SDM,” tutup Ikko.

Tinggalkan Balasan