Senin, 18 Mei 2026
Kabupaten Tangerang

Semarak HUT RI Ke-78, Warga Pos Bitung Gelar Bendera Merah Putih Terpanjang

Fahrizal Asmi (keempat dari kanan) berpose bersama mengarak bendera merah putih 200 meter. (Foto: Bantenline/silmi).

BANTENLINE, Tangerang – Pemerintah Desa Kadu Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang kembali menggelar kegiatan rutin tahunan upacara pengibaran bendera merah putih dan karnaval dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78. Terdapat hal menarik di acara yang berlokasi di lapangan Porseka Desa Kadu tersebut, yakni hadirnya bendera merah putih Terpanjang Sedesa Kadu. Bendera tersebut diarak dengan antusias oleh ratusan warga Kampung Pos Bitung yang masuk ke dalam wilayah RW 04 Desa Kadu.

Fahrizal Asmi, selaku Ketua RW 04 Desa Kadu yang menginisiasi ide tersebut mengatakan bahwa pemilihan bendera terpanjang diharapkan dapat memperkuat rasa nasionalisme dan kekompakan diantara warganya. Bendera sang saka berukuran kurang lebih 200 meter yang diarak menurutnya mampu menimbulkan rasa kebanggaan terhadap bangsa dan negara, serta kegembiraan dan kekompakan tanpa memandang suku dan agama.

“Tahun sebelumnya, karnaval 17-an selalu di isi dengan parade kostum unik, itu pun hal baik dan menarik. Tapi untuk tahun ini kita pilih menggelar Bendera merah putih Terpanjang yang kita arak dari Kampung Pos Bitung menuju lapangan Porseka, agar timbul rasa nasionalisme dan kebanggaan sebagai warga negara Republik Indonesia,” kata Fahrizal yang akrab disapa RW Ahong.

Baca Juga:  Gelar Sharing Session & Evaluasi Implementasi EEWS, SMAN 1 Panggarangan Pelopori Mitigasi Bencana di Sekolah

“Kampung Pos Bitung itu masyarakatnya sudah multikultur. Ada suku Sunda, Jawa, Tionghoa, Batak dan lainnya. Pemilihan tema arak-arakan dengan bendera merah putih saya rasa merupakan hal tepat untuk menjaga kekompakan dan kesolidan tanpa memandang suku dan agama,” jelasnya.

Fahrizal yang juga Caleg DPRD Kabupaten Tangerang Dapil V dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menambahkan bahwa momen 17 Agustus adalah momen yang tepat untuk mengisi ulang kembali jiwa nasionalisme sebagai bangsa yang besar. Sebagai bangsa yang lahir dari keberanian para pahlawan melawan kolonialisme.

“Ibarat hape, 17 Agustus ini adalah saatnya kita men-charge kembali rasa kebangsaan kita. Kita ini bangsa besar, kita harus bangkit dan percaya diri membangun bangsa dan negara. Kita harus memiliki keberanian membangun bersama-sama. Karena kita lahir dari rahim para leluhur kita, yang berani melawan penjajah. Jika semua elemen masyarakat memiliki hal tersebut, tentu kita akan semakin mudah menjadi bangsa dan negara yang maju yang disegani dunia,” tutupnya kepada awak media.

Baca Juga:  Angkat Tema Milad Berdaya, PKS Lebak Gelar Funwalk

Sementara itu menurut Dhinar, salah satu warga Pos Bitung yang ikut dalam arak-arakan bendera mengatakan bahwa dirinya merasa bangga bisa ikut berpartisipasi. Baginya, bisa membawa bendera dengan panjang 200 meter memiliki kesan tersendiri.

“Saya bangga bisa turut serta. Ini menunjukan warga Kampung Pos Bitung begitu kompak dan solid. Dan bendera merah putih ini kan semenjak kita kecil selalu kita banggakan. Kita tempel di sepeda, pasang di depan rumah, di jalan-jalan kampung. Tentu bisa membawa bendera yang panjang bersama warga Pos Bitung membuat kesan spesial tersendiri buat saya pribadi,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan