Senin, 20 April 2026
Opini

Upaya Orangtua dalam meningkatkan kemampuan literasi Anak Usia Dini pada masa pandemi Covid- 19

Beberapa tahun lalu dunia di guncang oleh wabah yang berasal dari negeri Wuhan China sekitar tahun 2019 yang di sebut dengan Corona Desease atau virus Corona Dengan adanya virus ini pemerintah melakukan beberapa kebijakan salah satunya adalah dengan menerapkan sosial distancing yang membatasi kegiatan yang ada di lingkungan masyarakat dengan tujuan dapat mengurangi wabah Covid 19, tak hanya itu karena adanya virus Covid 19 juga berimbas pada kegiatan belajar mengajar di sekolah yang semula dilaksanakan secara tatap muka kini harus dilaksanakan secara daring.

Pembelajaran secara daring ini dimulai dari jenjang pendidikan TK sampai dengan tingkat perguruan tinggi. Proses literasi Anak menyangkut dengan keterampilan berbicara, menulis, membaca serta kemampuan menyimak. Perkembangan literasi anak berproses bersamaan dengan pengetahuan keaksaraan dan keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa secara berurutan berkembang dari menyimak, berbicara menulis dan membaca. Keterampilan literasi menyimak pada anak dapat di bantu orangtua dengan cara mendengarkan lisan atau cerita dari orang – orang di sekitarnya dengan penuh perhatian agar anak dapat memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami pembicaraan yang disampaikan.

Baca Juga:  HUT ke 152 Pandeglang Ketua PC IPNU Kritik 6 Point URGENT!!!

Kemampuan literasi menulis pada anak dapat di upayakan oleh orangtua dengan acara membimbing anak untuk memegang alat tulis dengan baik agar anak ketika memasuki jenjang pendidikan yang selanjutnya dapat menulis dengan rapih.

Orang tua dapat membantu literasi berbicara pada anak dapat dilakukan dengan beberapa dengan cara yaitu :

  1. Melatih pelafalan bahasa Indonesia dengan memberikan contoh yang tepat seperti pelafalan kata ”Susu” harus di ucapkan sesuai jangan menggantikan kata Susu tersebut dengan kata ” Cucu ’’
  2. Melatih anak berbicara dengan nada, tempo dan jeda yang tepat
  3. Melibatkan minimal 3 sensori anak (misal, lihat, sentuh dan dengar) saat anak berlatih berbicara.
  4. Melatih logika berfikir runtut dan berbicara mengenai suatu cerita
  5. Melatih imajinasi anak dengan cara bertanya dan orangtua harus mengupayakan anak untuk mengulang kata secara mandiri.
Baca Juga:  HUT ke 152 Pandeglang Ketua PC IPNU Kritik 6 Point URGENT!!!

Ditulis oleh : Wiwin Nurmarhamah
Mahasiswi PIAUD Semester 6
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Tinggalkan Balasan