Oleh : Silvi awaliani
Perkembangan era yang semakin cepat memiliki dampak yang signifikan dengan berbagai tantangan dan aktivitas untuk para siswa. Hal ini membutuhkan kejelian para siswa untuk dapat memanfaatkan baik teknologi yang berkembang ke dalam sebuah aktivitas pembelajaran maupun juga mengelola waktu.Pentingnya literasi bagi para siswa dalam proses perkembangan dan penyelesaian tugas-tugas, terutama yang membutuhkan peralatan memadai dan yang menunjang dalam proses pembelajaran. Proses ini menjadi penting karena apabila perkembangan era yang tidak dimanfaatkan dengan baik oleh para siswa akan menjadi sebuahtantangan baru. Pernyataan ini senada dengan yang disampaikan oleh (Mahmudah, Yulianto, & Nafia, 2020) bahwa pentingnya mengelola diri dan pembelajaran secerdas mungkin dengan memanfaatkan teknologi terkini.
Hal ini juga ditegaskan oleh (Syakdiyah, Mahmudah, & Wijayanti, 2019) bahwa the students be able to become competitive subjects to innovate in every single area. Sehingga membutuhkan manajemen diri yang dapat digunakan sebagai langkah nyata para siswa dalam meningkatkan prestasi belajar.Manajemen diri menjadi bagian penting bagi siapapun terutama siswa yang memiliki kebulatan tekad untuk berhasil dalam pendidikan. Manajemen diri merupakan konsep pengelolaan diri sendiri untuk mengatur dan memanfaatkan segala hal yang ada dalam mencapai tujuan.
Hal ini senada dengan pernyataan yang disampaikan oleh (Bahri, Mirnasab, Noorazar, Fathi-azar, & Asadi, 2016) bahwa “self-management approach offers some promising implications for improving independent task performance in all students particularly ones with learning”. Pernyataan tersebut sesuai dengan realita dimana siswa yang masih menempuh pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran di rumah, sehingga manajemen diri siswa ini perlu ditingkatkan seiring dengan independent task performance. Selama masa pandemi covid-19 ini tentunya banyak hal yang menjadi tantangan baru bagi para siswa. Bermunculan aktivitas yang tidak ada kaitannya dengan proses pembelajaran. Terutama kebosanan yang dihadapi oleh para siswa selama di rumah pada masa pandemi covid-19.
Seperti yang disampaikan oleh (Utomo & Mahmudah, 2021) bahwa tantangan tertinggi siswa saat distancing learning atau pembelajaran di rumah secara jarak jauh adalah aksesibilitas gadget yang semakin tinggi. Tantangan ini menjadi perhatian utama bagi para siswa untuk dapat fokus ke materi pembelajaran bukan ke hal yang lainnya yang tidak berhubungan dengan proses pembelajaran.Permasalahan siswa yang muncul selama proses belajar di rumah pada masa pandemi ini memunculkan urgensi baru bagi penelitian pendidikan yaitu perlunya manajemen diri siswa. Manajemen diri siswa menjadi bagian utama yang wajib dimiliki oleh siswa dimanapun berada supaya lebih fokus dalam pembelajaran selama di rumah. Hal ini juga bertujuan untuk jangka panjang supaya para siswa lebih memahami kondisi diri dan memahami segala aktivitas yang perlu dilakukan khususnya yang berhubungan dengan prestasi akademik. Berbagai penelitian yang ada terkait dengan manajemen diri siswa menurut (Zhang, 2017) bahwa “self-management is the inevitable choice of talent quality in the current and future social.” Hasil penelitian tersebut juga sejalan dengan pemikiran yang disampaikan oleh (Son, Luong, & My, 2018) bahwa “self-management is the adjustment of emotions and behavior in communication”. Pernyataan tersebut dapat dimaknai bahwa manajemen diri siswa memiliki hubungan dan pengaruh tentang keberhasilan siswa itu sendiri.
Hal ini senada dengan yang dinyatakan oleh(Charlton, 2016) bahwa “effective selfmanagement strategy that has been linked to improved student engagement, enhanced academic achievement, and stronger studentteacher relationships”.Berbagai penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya dapat ditarik sebuah konsep baru dari penelitian ini, bahwa penelitian ini akan mengeksplorasi komponen-komponen yang dapat digunakan oleh siswa dalam manajemen diri sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Novelty dari penelitian ini memberikan pemaparan terkait kemampuan siswa dalam manajemen diri sendiri sehingga dapat dijadikan sebagai strategi dalam proses pembelajaran dan mencapai prestasi belajar dengan baik. Hal ini juga dikaji melalui proses pengambilan informasi dari informan yang telah ditentukan serta dengan menerapkan protokol kesehatan karena masih dalam masa pandemi COVID-19. Dalam penelitian ini, informan masih menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Penelitian ini berfokus pada manajemen diri siswa.
Manajemen diri siswa sangat penting dalam mengatur kegiatan keseharian dan berpengaruh terhadap meningkatnya prestasi siswa. Hal ini sejalan dengan informasi yang didapat peneliti dari jurnal yang menyatakan bahwa manajemen diri memiliki esensi untuk penempatan keseluruhan di kehidupan untuk teratur, pandai dalam memanajemen waktu, memilih hal yang memang prioritas untuk didahulukan dan rapi dalam setiap lini kegiatan (Jazimah, 2015). Manajemen diri juga bisa mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran siswa, karena dalam proses belajar mengajar manajemen diri yang baik maka kegiatan belajar akan lebih sistematis yang akan meningkatkan prestasi belajar siswa (Nurwijaya, 2019). Manajemen diri sangat penting perannya guna mencapai tujuan belajar, pada mata pelajaran yang tergolong tidak mudah untuk dikerjakan serta membutuhkan pemikiran dan analisis tingkat atas, maka diperlukan penetapan target harian, mingguan dan seterusnya serta mengarahkan diri untuk mencapai prestasi yang diharapkan (Amir, 2016).
Self-management skill is part of successor for SSS (student success skills) model in addition to reach positive impact of students, the other parts which completed it such as cognitive and social skills (Brigman & Campbell, 2003). Ini berarti, kemampuan manajemen diri menjadi salah satu bagian yang mendukung model SSS (student success skills) atau kemampuan murid sukses yang diharapkan mampu mendorong siswa untuk meraih capaian positif dengan juga memperhatikan kemampuan kognitif dan sosial sebagai pelengkapnya. Self management is important think to develop future research about psychosocial measures by student to measure over the entire college experience and moreover to predicting job performance also the need for testing theoretical models for explaining postsecondary educational outcomes included incorporating traditional, motivational and social engagement factors (Robbins, Allen, Casillas, Peterson, & Le, 2006).
Dapat diartikan, manajemen diri merupakan hal yang penting untuk mengembangkan penelitian masa depan mengenai ukuran “psikososial” siswa dengan mengukur seluruh pengalaman belajar yang pernah dialami, kemudian untuk mengukur prediksi kemampuan pekerjaan serta menguji model teoritis untuk menjelaskan hasil pendidikan postsecondary dalam hal ini juga termasuk berbagai faktor seperti manajemen secara tradisional, motivasional dan keterlibatan sosial.
Beberapa pengertian diatas, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa manajemen diri merupakan hal atau faktor penting dalam hidup karena mempengaruhi hasil usaha seseorang untuk meraih capaian yang maksimal dan mempermudah seseorang untuk fokus dalam berbagai hal guna mempermudah kegiatan yang dilakukan. Dengan pengertian tersebut, maka sesuai dengan harapan peneliti bahwa siswa yang bisa memanajemen diri dengan baik maka akan mendapatkan hasil atau capaian belajar yang maksimal dan dapat meningkatkan prestasi siswa. Sesuai dengan penelitian yang mengambil sampel penelitian tiga siswa, keseluruhan mendapat hasil prestasi pendidikan yang baik.
Dalam penelitian ini yang mengarah pada manajemen diri memiliki tiga kategori penting yang merupakan bagian dari manajemen diri tersebut. Manajemen diri yang telah diteliti dan ditelaah peneliti memiliki empat macam kategori yaitu: tujuan (goal); faktor manajemen; kegiatan harian; dan karakter. Dalam melakukan observasi dan wawancara, peneliti menemukan hal-hal yang unik dan baru. Keunikan yang bisa peneliti uraikan adalah siswa memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam memanajemen seluruh aktivitas siswa. Siswa merasa bahwa sesuatu (kegiatan) yang belum terselesaikan dengan tepat waktu atau tidak rapi dalam menjalankan kegiatan, maka siswa tersebut akan merasa tidak seperti biasanya (ada yang kurang).
Dan ini sesuai dengan poin dari faktor yang peneliti kaji mengenai adanya hubungan tanggung jawab, kegiatan harian dan perasaan baik ketika semua berjalan seperti seharusnya (tepat waktu). Jadi siswa sangat peduli dengan aktivitas hariannya. Kemudian mengenai kebaruan yang peneliti maksud yaitu sebuah fenomena yang diamati oleh peneliti yang menunjukkan bahwa siswa sangat memahami hakikat menjadi siswa yang memiliki ruh kuat dalam kepribadian yang baik serta manajemen waktu yang begitu tertata. Meskipun dalam pengakuan dari setiap siswa bahwa masih memiliki kekurangan dalam menjalankan manajemen diri, peneliti menemukan aspek meningkatnya prestasi siswa dan meningkatnya peringkat siswa yang membaik.Tujuan (goal) memiliki dorongan lebih kepada siswa untuk semakin rajin dalam memanajemen dirinya dari waktu ke waktu.
Tujuan meningkatkan kemampuan siswa program akselerasi juga sangat dipengaruhi faktor manajemen diri (Djudiyah, Haq, & Rahmah, 2020). Dalam penelitian yang telah dilakukan peneliti menemukan bahwa dalam kategori “tujuan (goal)” memiliki berbagai faktor pendukung, diantaranya: terbiasa dalam kebaikan; tercapainya keinginan; efektif; meningkatnya kemampuan diri; meningkatnya prestasi siswa; merasa lebih baik; peningkatan peringkat kelas dan self-directed. Tujuan dalam manajemen diri menjadi hal yang begitu diinginkan, apalagi seorang siswa yang pasti akan selalu ingin mendapatkan capaian prestasi belajar yang membaik dari periode ke periode.
Faktor yang mendukung tujuan manajemen diri seperti terbiasa dalam kebaikan tentu sangat membutuhkan pembiasaan dalam menjalankan kegiatan hariannya. Ada siswa yang memberi porsi untuk tanggung jawab pada waktu-waktu tertentu, bahkan ada yang memang sudah menjadwal kegiatan harian secara rinci supaya maksimal dalam memanfaatkan waktu dan wujud upaya yang nyata untuk meraih tujuan. Manfaat yang dapat diambil siswa dari tujuan manajemen diri yaitu menjadi pribadi yang efektif, jadi dalam menjalankan kegiatan-kegiatan dalam keseharian maka akan diperoleh nilai pencapaian efektif. Efektif merupakan ukuran yang variatif menurut setiap orang, namun dengan ikhtiar atau usaha yang telah dilakukan akan menunjukkan keefektifan dalam setiap menjalankan kegiatan yang bisa dilihat hasilnya dengan indikator baiknya kegiatan tersebut terlaksana.
Capaian menjadi diri yang terarah (self-directed) juga akan mudah tercapai. Hal ini dikarenakan adanya kemauan dan telah terarahnya diri sesuai dengan apa yang diharapkan dalam kegiatan tiap harinya.Dalam penelitian ini, manajemen diri juga terdapat kategori yang merupakan “faktor manajemen” didukung oleh banyak faktor, diantaranya: manajemen waktu; terjadwal; perencanaan baik; keaktifan; berproses; serta semangat belajar. Faktor manajemen merupakan bagian dari manajemen diri yang penting dalam menyokong manajemen diri supaya terlaksana dengan baik guna untuk meraih tujuan yang diinginkan. Faktor manajemen tersebut diantaranya merupakan manajemen waktu yang penting sekali dan sebagai pondasi dalam memanajemen diri. Dengan menerapkan manajemen waktu yang baik maka akan mudah untuk mencapai tujuan manajemen diri yang diinginkan.
Terjadwal dan memiliki perencanaan yang baik dalam setiap kegiatan juga akan selalu meringankan beban aktivitas kegiatan dimanapun kita berada. Keaktifan dan berproses merupakan hal-hal yang tidak boleh dianggap sekedar rutinitas, namun ini merupakan ruhiyah yang harus dijaga. Selayaknya sebagai umat Islam, maka keaktifan dan berproses adalah kaitan yang tidak bisa dipisahkan dan bisa dilihat dari aktivitas amaliah seperti ibadah, berdoa serta usaha sebagai makhluk ciptaan Allah, SWT yang selalu ingin menjadi umat yang beruntung atau hari ini lebih baik dari hari kemarin. Sebagai siswa, semangat belajar merupakan hal pokok yang semestinya harus dilakukan dan sebaiknya dilakukan dengan tulus hati. Karena dengan melakukan hal yang dilakukan dari hati maka akan mudah dalam menyerap dan akan baik kelak ketika memberi (ilmu).
Kegiatan harian yang terdapat dalam manajemen diri, didukung oleh banyak faktor yaitu: konsisten; tertata; rutin; serta rutinitas. Konsisten yang dicapai dalam kegiatan hariannya tidak lepas dari adanya target-target yang secara implisit atau eksplisit harus tercapai dalam tiap hariannya, mingguan, bulanan dan jangka panjang (tahunan, beberapa tahun dan seterusnya). Pekerjaan harian yang dilakukan pun tertata rapi dengan disiplin terlaksana dan tetap melakukan aktivitas yang memperhatikan kesehatan, kebersamaan dan sosial dengan baik. Kemudian kegiatan yang dilakukan dengan rutin maka akan menghasilkan sebuah rutinitas. Dengan adanya manajemen diri yang baik maka rutinitas akan terlaksana dengan baik dan sebagaimana mestinya.
Karakter penting dalam manajemen diri dan memiliki faktor pendukung diantaranya: berkepribadian baik; rapi; tanggung jawab; santun; tekun; disiplin; serta rajin. Diterapkannya manajemen diri maka akan mendorong siswa untuk memiliki perilaku yang baik. Perilaku yang baik akan membentuk sebuah kepribadian. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh (Defitrika & Mahmudah, 2021) bahwa “the character of students are also part of life skills education, where on the other hand students must have good character in life skills“. Kepribadian ini yang diharapkan akan banyak mendorong siswa untuk mempermudah dalam manajemen diri. Kepribadian yang membaik juga merupakan sebuah pembuktian yang sederhana bahwa dengan memanajemen diri yang baik akan membuat kemajuan dan baiknya kepribadian seseorang.
Rapi juga termasuk salah satu aspek yang bisa mendorong terbentuknya karakter baik dalam bentuk kerapian dalam tiap lini penampilan siswa. Karakter tanggung jawab juga meningkat seiring dengan baiknya manajemen diri terlaksana, kemudian hal yang sama juga didapatkan (meningkat dan membaik) dalam karakter santun, tekun, disiplin serta semakin rajin. Sikap disiplin yang baik adalah terciptanya kegiatan atau aktivitas yang mampu mengatur diri terhadap terciptanya pribadi dan potensi sosial berdasarkan berbagai pengalaman pribadi (Asim, 2016). Jadi peneliti dapat menarik garis lurus kesimpulan tentang manajemen diri yang penting dalam memanajemen siswa untuk meningkatkan hasil belajar (prestasi) siswa.
Manajemen diri sangat penting untuk meningkatkan mawasnya siswa terhadap hakikat dirinya sebagai siswa yang harus rajin beribadah, belajar dan membahagiakan orang tua dengan capaian prestasi. Peneliti juga sangat setuju bahwa manajemen diri sangat berpengaruh terhadap perkembangan penelitian pendidikan pada masa depan yang melibatkan subyek dan obyek pendidikan yang penting untuk dibangun baik secara ruhiyah (batin) dan lahiriah(fisik/ terlihat). Jadi dengan penelitian ini, peneliti berharap kedepannya aspek manajemen diri semakin harus banyak dikenal. Harapan terbesar peneliti yaitu manajemen diri yang semakin banyak dikenal juga dipraktikkan atau diterapkan di kegiatan sehari-hari untuk meraih capaian- capaian kebaikan yang diinginkan.






