BANTENLINE.COM, PANDEGLANG – Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Pandeglang gelar aksi demontrasi di depan gedung DPRD Pandeglang, Kantor Bupati Pandeglang dan tugu jam Alun-alun Pandeglang pada Senin kemarin (11/4/2022).
Masa aksi mendesak DPRD dan Bupati Pandeglang untuk mendatangani fakta integritas penolak kenaikan harga BBM, sembilan bahan pokok (sembako), dan tarif PPN 11 persen yang sudah dinaikan oleh Pemerintah Pusat.
Pantauan di lokasi, karena tidak ditemui Pimpinan DPRD Pandeglang, masa aksi menunjukan kekesalannya dengan melempari gedung DPRD dengan telur dan tomat.
Bahkan mas aksi juga sempat melakukan aksi saling dorong dengan aparat kepolisian agar bisa masuk ke dalam gedung DPRD Pandeglang.
Namun aksinya tersebut terhenti dan membubarkan diri, kemudian berpindah ke depan kantor Bupati Pandeglang.
Di kantor Bupati, para mahasiswa melakukan orasi sambil membentangkan spanduk kecaman bertuliskan “Negara Gawat Indonesia Darurat.”

Tidak hanya itu, bertebaran juga poster desakan agar Bupati mendatangani fakta integritas yang dibawa oleh masa aksi.
Karena lama tidak mendapatkan tanggapan Bupati, akhirnya masa aksi membubarkan diri.
Kordinator lapangan, Entis Sumantri mengatakan, kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik (dilanda Covid-19), namun telah diperparah dengan kebijakan tak pro rakyat yang dilakukan Pemerintah Pusat.
“Ekonomi kita sedang terpuruk akibat Covid-19. Tapi Pemerintah Pusat melalui Presiden malah mengambil kebijakan tak pro rakyat dengan menaikan harga BBM, Sembako dan PPN. Maka dari itu kami mendesak agar turunkan kembali harga tersebut ke semula,” terang Entis kepada media.
Untuk itu, pihaknya mendesak pimpinan DPRD dan Bupati Pandeglang mendatangani pakta integritas tentang menolak kenaikan harga BBM, sembako dan PPN tersebut.
“Kami minta Ketua DPRD Pandeglang keluar dari ruang kerjanya dan segera tandangani pakta integritas menolak kenaikan BBM dan mendorong stabilitas kenaikan Sembako. Begitu juga dengan Bupati Pandeglang jangan berleha-leha, segera temui kami,” tambahnya.
Salah seorang orator Handoko Syarif mengatakan, Pemerintah Pusat segera menurunkan harga BBM dan minyak goreng karena sudah memberatkan kepada masyarakat. (*)
Kontributor: Cholwan Fuad






