Kamis, 16 April 2026
PendidikanSerang Kota

Gelar SIG, KOPRI UIN Banten Soroti Isu Kejahatan Seksual

BANTENLINE.COM, SERANG – Sebagai kaum intelektual, mempunyai keharusan dalam merespons problematika yang ada akhir-akhir ini ditengah-tengah kita, seperti halnya kasus kejahatan seksual terhadap kita sebagai manusia terlebih perempuan.

Demikian disampaikan oleh Meilinda Lestari, Ketua Korps PMII Puteri (KOPRI) Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten.


Hal tersebut disampaikan olehnya saat disela-sela Sekolah Islam Gender (SIG) Angkatan Kelima yang mengangkat tajuk “Melestarikan Semangat Juang Kopri sebagai Insan Ulul Al-Bab yang lebih Revolusioner diera Society 5.0,” bertempat di Yayasan Muawanatul Muslimin Baros, pada hari Jum’at (18/03/22) sore.


Meilinda Lestari mengungkapkan, dalam merespons problematika tersebut, Kopri harus memberikan edukasi yang konstruktif dalam bingkai (SIG) dengan mengkaji, menganalisa dan memberikan hal-hal positif dengan menghadirkan pemantik yang konsentrasi dibidangnya.

Baca Juga:  HUT ke 152 Pandeglang Ketua PC IPNU Kritik 6 Point URGENT!!!


“Harus dilawan, semua problematika yang ada khususnya kejahatan seksual. Bahwa, ini bisa terjadi kepada siapapun dan oleh karena itu tetap waspadalah!” ungkapnya tegas.


Selain itu, Taufik Hidayat at-Tanari, salah satu pemateri SIG mengungkapkan, mahasiswa sebagai lokomotif perubahan dunia harus hadir ditengah-tengah kerumitan masyarakat apapun itu troublenya.

Lanjutnya, diselenggarakannya SIG menjadi jawaban atas kerumitan yang terjadi di masyarakat.


“Sebagai Kader PMII mempunyai kewajiban dalam menjawab kerumitan tersebut dengan memberikan edukasi yang membangun, misalnya melalui tulisan-tulisan sahabat dalam mengepung narasi-narasi yang dinilai tidak konstruktif,” ungkap Taufik.

Baca Juga:  Reflesikan hari paskah, GBI Eliezar ajak PMI Kabupaten Serang gelar donor darah di depan Aula Gereja


Pria yang akrab disapa Kang Taufik ini berharap, sebagai kader PMII harus mampu mengisi ruang-ruang yang dibutuhkan masyarakat, lebih jauh mengadvokasi persoalannya untuk menemukan solusi yang terbaik.


Tak hanya itu, Taufik juga menuturkan, isu-isu soal kejahatan seksual sampai sekarang pun masih terjadi Indonesia, tak terkecuali dalam dunia pendidikan yakni perguruan tinggi yang kita kenal sebagai insan intelektual itupun marak terjadi soal kejahatan tersebut.


“Sudah seharusnya KOPRI PMII UIN SMH Banten, harus menjadi garda terdepan dalam mengcounter isu-isu tersebut dengan memberikan pendidikan, pelatihan maupun sekolah-sekolah yang mampu menjawab persoalan tersebut,” pungkas Taufik.


Kontributor: Aep Budiman

Tinggalkan Balasan