BANTENLINE.COM, KOTA SERANG – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Serang menggelar Seminar Nasional. Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten dan melalui platform Zoom Meeting serta Live Youtube, Sabtu (12/3/2022).
Seminar yang mengusung tema ‘Penguatan Narasi Positif Keagamaan Melalui Literasi dan Media Sosial,’ kegiatan tersebut menghadirkan Narasumber Direktur Eksekutif Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) Mohammad Soleh, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PWNU Banten Ali Mukhtarom, Gerakan Literasi Indonesia Muhammad Syafaat dan Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII Kota Serang Asep Najmutsakib.
Ketua PC PMII Kota Serang Ahmad Mukhlis Darmawan menyampaikan, tujuan diadakannya acara ini, pertama untuk membangun kesadaran berpikir mahasiswa dan masyarakat yang dimana media sosial saat ini betul-betul menjadi ujung tombak informasi disemua kalangan.
Kedua, edukasi terhadap mahasiswa dan masyarakat yang memang media sosial ini harus benar-benar digunakan sebagaimana mestinya terkait hal positif.
Ia juga berharap bagi anggota dan kader yang hadir pada seminar ini, harus bisa lebih bijak lagi dalam menyikapi media sosial atau bermain media sosial.
“Sekarang kita harus paham dengan media sosial dan cara berpikirnya juga harus dibangun karena kalau tidak, nanti khawatir media sosial ini menjadi tempat fitnah, menjadi ajang saling menghujat dan memprovokasi dan itu mengganggu stabilitas masyarakat,” kata Mukhlis.
Muklis juga berpesan bahwa, bagaimanapun PMII merupakan organisasi keagamaan yang dimana nilai-nilai keagamaan yg positif harus dijaga dan dicounter kepada seluruh anggota dan kader terkait hal-hal narasi negatif.
Sementara, Direktur eksekutif CSIIS mengapresiasi seminar ini, karena penting sebagai salah satu bentuk edukasi literet, supaya tidak banyak korban akibat ke sesatan literasi.
Ia juga menjelaskan terkait literasi, bahwa kalau kita tidak membaca literasi berarti kita tidak logis, nah kenapa kita perlu mengadakan literasi semacam ini.
“Karena memang selama ini orang tidak melihat dan tidak pernah serius menghayati sebuah teks atau literasi. Itu menjadi hal penting, karena literasi itulah panduan segalanya, sama kaya Al-quran yaitu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān, yang artinya Al-quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang bathil (QS Al-Baqarah;185),” ungkapnya.
Selain itu, Gerak Literasi Indonesia Muhammad Syafaat mengungkapkan, bahwa diantara banyak situs ke-Islaman yang ada di Indonesia ranking tertinggi yaitu flatform media NU, posisi paling tinggi dari dua puluh situs ke-Islaman Indonesia.
Menurutnya flatform media NU menyajikan konten-konten khutbah terkait dengan praktik-praktik fiqh ibadah, keseharian, nash-nash kajian keagamaan yang melekat pada konten flatform media NU.
“Inilah yang menjadi sumber informasi yang ditawarkan kepada publik, dengan tema-tema relevan yang disajikan dalam kehidupan praktik keagamaan sehari-hari, sehingga masyarakat merasa nyaman pada platform media NU,” tutupnya.
Kontributor: Aef Budiman






