Sabtu, 17 Oktober 2026
Olahraga

PBMI Tetapkan TingTing Jadi Ketua Pengprov Muaythai Jabar Lewat Pleno

BANTENLINE, BANDUNG — Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) resmi menetapkan Dewi Kandiati Paramesty Tine Yowargana, yang akrab disapa TingTing, sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia Jawa Barat untuk melanjutkan kepemimpinan almarhum Evi Silviadi pada periode 2025–2029.

Penetapan tersebut merupakan hasil rapat pleno PBMI pada 2 Oktober 2026. Surat keputusan diserahkan di Bandung, Kamis (15/10/2026).

Sekretaris Jenderal PBMI Azwan Karim mengatakan, penetapan TingTing merupakan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memastikan program pembinaan atlet Muaythai di Jawa Barat tetap berjalan secara konsisten setelah wafatnya Evi Silviadi.

Azwan menegaskan, keputusan tersebut bukan semata-mata tentang pergantian kepemimpinan, melainkan juga komitmen bersama untuk melanjutkan fondasi organisasi, menjaga semangat pembinaan, dan membawa Muaythai Jawa Barat terus berkembang sebagai salah satu kekuatan penting dalam peta prestasi Muaythai Indonesia.

“PBMI memandang penetapan Saudari TingTing sebagai langkah positif untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan dengan baik. Kami percaya, setiap proses transisi kepemimpinan harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, bukan sebaliknya. Warisan perjuangan almarhum Evi Silviadi perlu kita jaga bersama, kemudian kita lanjutkan dengan semangat baru, gagasan yang konstruktif, dan komitmen yang lebih kuat dalam membangun prestasi,” ujar Azwan.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan Muaythai, baik dari sisi atlet, pelatih, maupun ekosistem pembinaan di tingkat kabupaten dan kota. Potensi tersebut harus dikelola melalui program yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan agar mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Azwan juga mengajak seluruh jajaran Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat, pengurus kabupaten dan kota, pelatih, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan penuh kepada TingTing. Ia menilai, keberhasilan kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh figur ketua, tetapi juga oleh kekompakan tim dan kesediaan seluruh unsur organisasi untuk bergerak bersama mencapai tujuan.

“Kami berharap seluruh keluarga besar Muaythai Jawa Barat dapat menyambut kepemimpinan TingTing dengan optimisme. Jangan sampai kehilangan sosok yang selama ini menjadi panutan membuat semangat kita ikut melemah. Justru sekarang saatnya kita menunjukkan bahwa organisasi ini memiliki daya tahan, solidaritas, dan semangat kolektif yang kuat. Kita harus saling menguatkan, membuka ruang komunikasi, dan memastikan bahwa kepentingan atlet serta masa depan pembinaan selalu menjadi prioritas utama,” kata Azwan.

Ia menambahkan, PBMI akan terus mendorong koordinasi yang konstruktif antara pengurus pusat dan daerah agar setiap program pembinaan dapat berjalan selaras dengan arah kebijakan organisasi. Sinergi dengan KONI Jawa Barat dan seluruh pemangku kepentingan olahraga juga dinilai penting untuk memperkuat dukungan terhadap pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta penyelenggaraan kompetisi yang berkesinambungan.

Baca Juga:  Tutup Rangkaian Nasional di Bali, NAVEN Padel Series 2026 Perkuat Ekosistem Padel Indonesia

“Muaythai Jawa Barat harus terus melangkah maju. Kita ingin melihat semakin banyak atlet yang mendapatkan kesempatan berkembang, semakin kuat kualitas pembinaannya, dan semakin banyak prestasi yang bisa dipersembahkan untuk daerah maupun Indonesia. Pergantian kepemimpinan ini harus kita jadikan energi baru untuk bekerja lebih baik. PBMI tentu berharap TingTing dapat merangkul semua pihak, melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun, sekaligus menghadirkan inovasi yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan ke depan,” tuturnya.

Sementara itu, TingTing mengakui kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar. Ia berkomitmen meneruskan visi dan misi almarhum Evi Silviadi, khususnya dalam membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan dan meningkatkan prestasi Muaythai Jawa Barat.

“Untuk Pengprov, saya mohon doa dan dukungan karena ini sesuatu yang baru untuk kita semua. Sebelumnya, kita sangat didukung dan banyak dibantu oleh almarhum Abu Evi Silviadi,” kata TingTing.

Ia mengajak seluruh jajaran pengurus untuk memperkuat komunikasi, menjaga kekompakan, dan saling mendukung dalam menjalankan program organisasi. Menurutnya, perubahan kepemimpinan harus dihadapi bersama agar pembinaan atlet tidak terhenti meskipun organisasi kehilangan sosok yang selama ini berperan penting dalam pengembangannya.

“Kondisi ini harus kita jalani dan hadapi bersama-sama. Kita harus bisa berjalan mandiri, bersemangat, dan penuh optimisme agar pembinaan serta prestasi dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Bagi TingTing, melanjutkan kepemimpinan almarhum Evi Silviadi bukan sekadar mempertahankan program olahraga, melainkan juga menjaga nilai-nilai pembinaan yang menjadikan Muaythai sebagai sarana pembentukan karakter dan pembuka peluang masa depan bagi generasi muda.

Ia menyebut salah satu filosofi yang diwariskan almarhum adalah “memintarkan yang bodoh, memuliakan yang hina, dan menyembuhkan yang sakit”. Filosofi tersebut mencerminkan keyakinan bahwa olahraga dapat menjadi ruang bagi setiap orang untuk berkembang, memperbaiki kualitas hidup, dan meraih prestasi.

“Ada visi dan misi dari almarhum Abu, yaitu memintarkan yang bodoh, memuliakan yang hina, dan menyembuhkan yang sakit. Itu salah satu nilai yang harus kita lanjutkan,” tuturnya.

TingTing menjelaskan, pembinaan yang terarah dapat membantu atlet mengembangkan kemampuan, menanamkan kedisiplinan, serta menyalurkan energi ke berbagai kegiatan positif. Melalui latihan dan pendampingan yang konsisten, atlet juga memiliki peluang untuk meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga:  Tutup Rangkaian Nasional di Bali, NAVEN Padel Series 2026 Perkuat Ekosistem Padel Indonesia

Ia mencontohkan sejumlah atlet yang sebelumnya belum memiliki arah dan tujuan hidup kini mampu berkembang menjadi olahragawan berprestasi. Baginya, perubahan tersebut menjadi bukti bahwa olahraga dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Dulu, sebelum berlatih, ada atlet yang mungkin hanya keluyuran atau berkelahi di jalan karena tidak memiliki tujuan. Sekarang, mereka bisa menjadi atlet berprestasi di dalam negeri maupun di kancah internasional. Itu sangat membanggakan dan merupakan bagian dari tujuan mulia almarhum Abu Evi Silviadi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, TingTing menyampaikan terima kasih kepada jajaran PBMI, khususnya Ketua Umum PBMI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Ia berharap koordinasi antara PBMI, Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat, KONI Jawa Barat, serta pengurus kabupaten dan kota semakin kuat.

“Terima kasih kepada pengurus PBMI dan Bapak Ketua Umum AA LaNyalla Mahmud Mattalitti atas kepercayaan serta dukungan yang diberikan. Mudah-mudahan kita bisa berjalan beriringan untuk memajukan pembinaan dan prestasi Muaythai Indonesia hingga mencapai level setinggi-tingginya,” katanya.

Selain menyiapkan program pembinaan jangka panjang, TingTing menegaskan pentingnya koordinasi dalam mempersiapkan berbagai agenda organisasi dan kegiatan olahraga. Ia menyatakan akan segera berkomunikasi dengan PBMI, KONI Jawa Barat melalui delegasi teknis, panitia pelaksana, serta pengurus Muaythai di tingkat kabupaten dan kota.

Koordinasi tersebut diperlukan agar seluruh kebutuhan persiapan dapat terakomodasi dengan baik dan kegiatan berjalan sesuai rencana.

“Pasti akan berjalan dengan lancar. Itu saya pastikan dan saya jamin,” tegasnya.

Dengan penetapan tersebut, TingTing mengemban amanah untuk menjaga kesinambungan organisasi, memperkuat sistem pembinaan, serta meningkatkan prestasi Muaythai Jawa Barat hingga 2029. Dukungan seluruh jajaran pengurus dan sinergi dengan PBMI serta KONI Jawa Barat diharapkan menjadi landasan untuk meneruskan program pembinaan sekaligus menjaga warisan perjuangan almarhum Evi Silviadi.

PBMI optimistis, dengan semangat kebersamaan, komunikasi yang terbuka, dan komitmen terhadap pembinaan atlet, Muaythai Jawa Barat dapat terus berkembang dan melahirkan prestasi yang membanggakan. Momentum ini diharapkan menjadi awal bagi penguatan organisasi yang lebih solid, inklusif, dan berorientasi pada masa depan atlet.(*)

Tinggalkan Balasan