BANTENLINE.COM PANDEGLANG–Puluhan Banser penuhi kegiatan Istighotsah akbar dan tausyiah kebangsaan dalam malam puncak peringatan HUT RI ke 78 yang diselengarakan oleh Unsur Forkopimcam, MUI, KUA,LPTQ, GP Ansor Mandalawangi dan sejumlah OKP se Kecamatatan Mandalawangi. Rabu (16/08/2023).
Kepada awak media usai kegiatan ketua PAC GP Ansor kecamatan Mandalawangi menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada panitia yang sukses menyelengarakan acara.
“Terima kasih kepada unsur Kecamatan yang sudah mengajak kami menjadi bagian dari panitia penyelengara acara ini, demi suksesnya acara saya menurunkan 33 Personil Banser sebagai petugas yang mengatur keamanan dan pergerakan Tokoh masyarakat dan Tokoh agama yang akan mengisi acara terkhusus pengawalan KH. TB Syahrudin selaku Tokoh agama dan juga tokoh yang lain.” Ungkap Arief.
selanjutnya Arief melanjutkan bahwa tentunya sebelum kegiatan pengawalan sesuai Protap terlebih dahulu sudah dilakukan apel siaga dan mendengar arahan-arahan dari unsur panitia tetap dan pak sekmat yang mulai saat itu.
Kegiatan dimulai dengan pembacaan susunan acara yang di pandu oleh Tokoh muda pandeglang Ust Elan Zaelani R yang juga sering menjadi MC Tingkat kabupaten.
selajutnya kegiatan di bukadengam lantunan ayat suci Alqur’an yanh disampaikan oleh Qori cilik tingkat Nasional yang lahir di desa Panjang jaya M Rizki Alfadil.
Hadir dalam panggung camat Mandalawangi H Wawan Setiawan. ST. MT.
Dalam sambutannya menyampaikan, bahwa momentum HUT Kecamatan Mandalawangi harus membuat kita lebih baik lagi dan mengenalkan sejarah wilayah kita.
“Kita harus ingat akan sejarah agar anak cucu kita juga ikut mengetahui sejarah berdirinya bangsa,” ucapnya.
Dirinya juga berharap semoga dengan adanya istighosah bersama dalam rangka HUT RI ke 78 ini bisa menjadi pertolongan dari Allah SWT.
“Dengan doa bersama ini juga punya tujuan untuk meminta pertolongan dari Allah SWT ketika keadaan sukar dan sulit. Tujuan akhirnya agar dihilangkan dan terlepas dari bala bencana sehingga melalui istighosah, kita tentu mengharapkan ridho dari Allah SWT agar mengijabah doa-doa hamba-Nya yang memohon pertolongan kepada-Nya,” ucap Wawan.
Dalam tausiyah kebangsaan KH Uuf Zaki Ghufron selaku pimpinan MUI Banten menyampaikan, untuk menjadi bangsa yang besar, kita haruslah menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut Kemerdekaan Negara Indonesia dengan mengorbankan harta dan jiwa mereka.
“Lewat Istighotsah mari kita satukan hati dan mari kita do’akan seluruh elemen masyarakat agar diberikan keberkahan dan tentunya tidak terpecah belah,” ungkap Kiyai Uuf.
Kegiatan malam puncak HUT RI ke 78 ditutup dengan Istighotsah yanh dipimpin oleh KH Tb Syahrudin tokoh agama dari desa Sinarjaya dan ditutup oleh Mama Ece Jainudin kasepuhan desa Ramea Mandalwangi.








