BANTENLINE.COM PANDEGLANG— Punya mimpi besar akan kepeduliannya antar sesama, Rifda Hidayatunnnisa (23) bersama sejumlah pemuda dan pemudi lainya menggagas Ruang Sosial sebagai wadah representasi kepeduliannya terhadap sesama. Kegiatan tersebut bertempat di Cafe Pawon Canda Mandalawangi, (20/05/2023).
Hadir pada kegitan launching tersebut, Defi Nuryadi dari akademisi, Staf Kecamatan Mandalawangi, Organisasi Kepemudaan, Kemahasiswaan dan keterwakilan pihak keluarga.
Kepada Awak media Rifda Hidayatunnnisa sebagai founder Ruang Sosial mengungkapkan bahwa tujuan dibentuknya ruang sosial ialah tiada lain sebuah impian dan cita – cita dahulu kala, kepedulian terhadap sesama sudah tertanam sejak beliau masih kecil.
“Ruang Sosial ini merupakan representasi yang di gagas anak muda, selain itu juga ruang sosial ini mempunyai tagline #yang muda yang bergerak, sebuah makna yang berarti yang mengingatkan untuk kita agar bagaimana anak muda di daerah bisa berkarya melalui berbagi, baik bentuknya berbagi nasi, berbagi beras dan event – event tentang kepedulian sosial lainnya” Ungkap Rifda.
Selain kegiatan launching Ruang Sosial acara tersebut disi oleh kegiatan diskusi panel yang bertemakan “Fenomena Sosial dan Aksi Nyata Anak Muda”.
Ratu pada kesempatan diskusi mengatakan bahwa sebagai keterwakilan keluarga beliau sangat bangga dan sangat mendukung langkah adiknya.
“Saya sangat mendukung apa yang diungkapkan Rifda tentang rencana yang baik ini, sebagai pihak keluarga saya sangat mendukung, dan nantinya sagala bentuk apapun itu aktivitasnya nanti, keluarga akan siap support” ucapnya.
Senada dengan itu Sudirman salah satu pemuda Mandalawangi sangat mengapresiasi atas adanya Ruang Sosial di Pandeglang, Sudirman mengungkapkan Ruang Sosial ini adalah aksi nyata anak muda akan kepeduliannya tentang aksi Sosial, bagaimana Ruang Sosial ini harus bisa menjawab problematika sosial yang ada di tengah- tengah masyarakat.
“Masih banyaknya keterbelakangan, kemiskinan, dan pengangguran di kabupaten kita, Ruang Sosial harus bisa membuat solusi yang kongkrit yang sustainable demi menyelesaikan problematika yang ada, selain itu juga Ruang Sosial harus bisa bersinergi dengan Pemerintah daerah, dengan pihak swasta dan Civil Society agar bagaimana sinergitas membangun dapat diciptakan kedepannya, selain itu juga masih banyaknya orang – orang pinggiran, anak pemulung, orang yang mengalami sakit kronis yang membutuhkan pertolongan kita, dan Ruang Sosial harus hadir disana” Tutup Sudirman**
Sumber : Iin S.






