Sabtu, 18 April 2026
Kabupaten Lebak

Pergesaran Tanah di Lebak, IKA PMII Lebak Salurkan Bantuan

BANTENLINE.COM, LEBAK – Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Lebak Sehabudin mengungkapkan, ini adalah bentuk dari kepedulian IKA PMII Lebak terhadap bencana pergeseran tanah dan semoga yang kita lakukan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang terimbas bencana tersebut.

Penyaluran bantuan diberikan kepada posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak di Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Jum’at (11/3/22).

Peristiwa pergeseran tanah yang terjadi di Desa Curugpanjang menyebabkan sejumlah rumah warga dan beberapa ruas jalan rusak akibat pergeseran tanah tersebut pada tanggal (23/3/22) lalu.

Ia juga menyikapi bencana ini, masyarakat harus bisa meningkatkan ketawakalan dan kesabaran pada Allah Swt, karena ini adalah bagian dari musibah.

“Tujuan memberikan bantuan ini adalah untuk mengurangi kesulitan yang dirasakan oleh warga, dan mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa membantu korban bencana pergeseran tanah ini, serta memastikan bahwa mereka tidak sendiri dan kita hadir dihadapan mereka,”sambungnya.

Kemudian, sehabudin juga menjelaskan, bagaimana sebetulnya Kabupaten Lebak itu bisa menjadi daerah dengan penanggulangan bencananya menjadi baik, salah satunya dengan membentuk forum relawan-relawan yang ada di Lebak, seperti yang ada di daerah-daerah lain.

“Saya rasa di Lebak memang relawan bencana itu kurang terkoordinir, makanya harus ada sebuah koordinator khusus forum koordinasi relawan-relawan yg ada di lebak untuk bisa bersama-sama bersinergitas dalam menanggulangi bencana,” katanya.

Selain itu ia menyatakan, bahwa Banten sangat luas yang meliputi 8 Kabupaten dan Kota oleh karenanya ketika ada bencana di lebak, ini adalah bagian dari penanggulangan dari pemda banten. Artinya perhatian lebih dari daerah-daerah di Provinsi menjadi prioritas penangan bencana, terlepas dari besar kecilnya bencana tersebut yang terpenting adalah daerah yang memang harus ditanggulangi secara bersama-sama dengan pemerintah Kabupaten dan Provinsi.

“Wilayah Banten kita ketahui mempunyai Indeks Resiko Bencana yang cukup tinggi dan banten urutan pertama di Jawa dan ke tujuh di seluruh Indonesia. Artinya ketika ada bencana di Banten, mari bahu membahu untuk membantu masyarakat dari banten terlepas dari daerah mana berasal,” tutupnya.

Lebih lanjut, Koordinator Lapangan BPBD Lebak Wahyudin menjelaskan, sebanyak 46 rumah dan 51 keluarga dan 202 jiwa yang terdampak bencana pergeseran tanah dan insha Allah akan direlokasi. Ia juga menyebutkan jumalah relawan yang ada di tempat pengungsian sebanyak 30 orang.

“Tapi ada kendala yang di hadapi di tempat pengungsian yaitu kekurangan penyedian bahan makanan,” pungkasnya.

Kontributor : Aef Budiman

Tinggalkan Balasan