Senin, 25 Mei 2026
Banten TerkiniKabupaten PandeglangOpini

Majelis Alumni IPNU Mandalawangi Kecam Tayangan Trans7 yang Dinilai Melecehkan Pesantren di Momentum HSN 2025

BANTENLINE.COM PANDEGLANG –15 Oktober 2025 Menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2025, Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) Kecamatan Mandalawangi menyampaikan kecaman terhadap tayangan program Xpose Uncensored yang ditayangkan oleh stasiun televisi Trans7 pada 13 Oktober 2025, karena dianggap melecehkan pesantren dan merendahkan martabat para kiai serta santri.

‎Ketua Majelis Alumni IPNU Mandalawangi, Andreansyah, S.IP, menilai tayangan tersebut tidak hanya menyinggung kalangan pesantren, tetapi juga mencederai nilai-nilai luhur yang selama ini dijunjung tinggi oleh para santri di seluruh Indonesia.

‎“Pesantren adalah benteng moral dan spiritual bangsa. Santri dididik dengan adab, bukan hanya ilmu. Maka ketika pesantren digambarkan dengan narasi yang menyesatkan, itu sama saja merendahkan perjuangan para ulama dan santri yang telah berkorban demi negeri ini,” tegas Andreansyah.

Baca Juga:  Pondok Pesantren Nurul Hidayah Assidiqiah buka Santri Baru

‎Ia menambahkan, momentum Hari Santri Nasional seharusnya menjadi waktu untuk menghargai jasa besar dunia pesantren dalam membangun karakter bangsa, bukan justru memunculkan konten yang bernada provokatif dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

‎“Hari Santri bukan sekadar peringatan, tetapi refleksi akan nilai perjuangan, keikhlasan, dan keteladanan santri. Kita tidak bisa tinggal diam ketika marwah pesantren dilecehkan, apalagi di momen sebesar ini,” ujarnya.

‎Majelis Alumni IPNU Mandalawangi juga mendukung langkah-langkah berbagai pihak pesantren, alumni, dan organisasi keislaman yang menuntut klarifikasi serta evaluasi internal dari pihak Trans7. Meski demikian, Andreansyah mengapresiasi itikad baik Trans7 yang telah menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Pondok Pesantren Lirboyo atas tayangan tersebut.

Baca Juga:  Sejarah Berdirinya Dewan Pengurus Pusat Persatuan Moderat Nasional (DPP PMN)

‎Namun, ia menegaskan bahwa permintaan maaf harus diikuti dengan langkah konkret perbaikan redaksi dan sistem pengawasan isi tayangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

‎“Permintaan maaf saja tidak cukup. Kami berharap Trans7 benar-benar mengevaluasi sistem kerjanya agar lebih menghormati nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan pesantren. Dunia pesantren bukan objek sensasi, tetapi sumber inspirasi bangsa,” tambahnya.

‎Di akhir pernyataannya, Andreansyah mengajak seluruh pelajar, alumni, dan santri di Kecamatan Mandalawangi untuk menjadikan Hari Santri Nasional 2025 sebagai momentum memperkuat semangat kebangsaan, mempertebal kecintaan terhadap pesantren, serta menjaga marwah para kiai dan santri sebagai penjaga akhlak dan persatuan umat.

Tinggalkan Balasan