Senin, 25 Mei 2026
PendidikanSerang Kota

Wujudkan Lingkungan Sekolah Yang Aman, PLP Integratif 43 Gelar Seminar Anti Bullying

Mahasiswa PLP Integratif 43 Saat Poto Bersama di Acara Seminar. (Dok.Sumber.Ipul)

BANTENLINE.COM, SERANG KOTA – Mahasiswa Pengenalan Lapangan Pendidikan (PLP) Integratif  Kelompok 43 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten mengadakan seminar anti bullying dengan tema “Pergaulan Zaman Now Yang Anti Bullying” pada Senin, 2 Oktober 2023 di Aula Aula masjid SDIT Al-Izzah Serang.

Seminar ini dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SDIT Al-Izzah Serang Lailatul Qodri dengan narasumber Dirga Ayu Lestari yang merupakan salah satu dosen di UIN SMH Banten.

Acara tersebut didukung penuh oleh pihak sekolah dan dihadiri oleh beberapa guru serta para siswa/siswi SDIT Al-Izzah Serang dengan penuh antusias.

Baca Juga:  DPP. PMN jadikan "GIBRAN TOKOH MODERAT SAAT INI"

Dalam sambutannya, Lailatul selaku kepala sekolah menyampaikan bahwa seminar yang diadakan oleh PLP Integratif Kelompok 43 bertujuan untuk melakukan upaya pencegahan terjadinya perundungan baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Ia juga menegaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang harus dihindari salah satunya dengan membangun komunikasi yang baik antar sesama.

“Kegiatan yg dilakukan oleh mahasiswa PLP UIN Banten hari ini dapat memberikan manfaat untuk mencegah bullying terhadap teman dan lingkungan sekitarnya, bullying itu tindakan tidak baik yang harus kita hindarkan dan berkomunikasilah dengan baik dan sopan terhadap orang tua, guru dan teman,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dirga Ayu Lestari selaku narasumber menuturkan bahwa bullying di sekolah merupakan masalah serius yang bisa memengaruhi kondisi fisik maupun psikis korban. Lingkungan sekolah yang tidak mendukung atau tidak responsif terhadap bullying dapat memperbururk masalah ini. Faktor-faktor seperti kurangnya pengawasan, kurangnya kebijakan, dan budaya yang membenarkan kekerasan harus diperhatikan.

Baca Juga:  Pondok Pesantren Nurul Hidayah Assidiqiah buka Santri Baru

“Setiap orang harus menyadari bahwa semua manusia itu berbeda dan tidak ada yang sama persis, bahkan orang kembar sekalipun memiliki perbedaan, perbedaan inilah yang membuat kita spesial, dan dengan kelebihan masing-masing, kita bisa melengkapi kekurangan orang lain. Inilah alasan mengapa kita disebut makhluk sosial, jika kita sadar akan hal ini maka akan muncul sikap toleransi yang mampu menghargai perbedaan orang lain, say not bully, kita berbeda untuk saling peduli bukan untuk membully,” tegasnya. (Danil/Red).

Tinggalkan Balasan