Opini

Menjadi Pahlawan Masa Kini Pelajar dan Pemuda Wajib Perkuat Nilai – Nilai Moderasi Beragama

Oleh : Andreansyah (Sekretaris Umum PAC GP Ansor Mandalawangi)

BANTENLINE.COM PANDEGLANG

Hari Pahlawan sekiranya tidak hanya sekedar diingat setiap tanggal 10 November namun lebih dari pada itu bagaimana menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi sekarang untuk mengisi kemerdekaan.

Maksud dan tujuan memperingati Hari Pahlawan adalah untuk mengenang dan menghormati perjuangan para pahlawan dan pejuang. Merperkuat Persatuan dan kesatuan bangsa dengan dilandasi semangat dan nilai kepahlawanan dalam bingkai Negara kesatuan Republik Indonesia, meningkatkan rasa kecintaan serta kebangggaan sebagai bangsa dan negara Indonesia.

Pelajar Dan Pemuda masa kini adalah calon pemimpin masa depan harus mempunyai pemikiran-pemikiran yang sesuai dengan kondisi bangsa saat ini dan tantangan yang mungkin akan dihadapi di masa depan, serta dapat memberikan harapan baru dan membawa angin segar bagi bangsa ini.

Pelajar dan Pemuda harus mampu mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin yang menumbuhkan patriotisme, menciptakan perubahan yang dinamis, berbudaya prestasi, dan semangat profesionalisme, serta mampu meningkatkan partisipasi dan peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan –serta mampu membangun dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Namun Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ahmad Nurwakhid menyebut terdapat 33 juta penduduk Indonesia terpapar radikalisme di Indonesia. Menurut Ahmad Nurwakhid Salah satu ciri radikalisme adalah, mereka yang memerangi kelompok agama tertentu yang berbeda paham dan menjadi anti terhadap pemerintahan yang sah dengan cara menyebar hoaks dan fitnah. Artinya Di Indonesia sendiri perlu diperkuat nya Moderasi beragama disemua kalangan dan elemen masyarakat terutama para Pelajar dan Pemuda.

Indonesia adalah negara yang didiami oleh beragam etnis, budaya, suku, etika, bahasa, keyakinan, dan agama yang hampir tidak ada tandingannya. Secara matematis, jumlah suku, bahasa, dan kepercayaan lokal di Indonesia mencapai
ratusan bahkan ribuan. Dan, tidak dapat dipungkiri bahwa untuk mewujudkan kerukunan dalam masyarakat Indonesia yang beragam ini tentu akan membawa tantangan tersendiri bagi bangsa, dan ini merupakan usaha yang sulit karena perbedaan dan keragaman seringkali menyebabkan konflik horizontal, sosial, dan keyakinan diantara perbedaan- perbedaan hingga menyebabkan perpecahan.

Karena itu, jalan keluar yang dapat digunakan untuk melestarikan kebhinekaan yang ada adalah dengan meningkatkan kerukunan dan kedamaian dalam mewujudkan kehidupan beragama yang berlandaskan saling memahami dan toleransi dengan mengutamakan moderasi beragama

Diskursus tentang radikalisme agama di kalangan generasi muda Indonesia. Dalam konteks keagamaan, radikalisme agama dapat dimaknai sebagai fanatik terhadap suatu pendapat sehingga menolak pendapat orang lain, menutup pintu dialog dan mudah mengkafirkan kelompok yang berbeda paham dengan diri atau kelompoknya, serta pemahaman agama yang tekstual tanpa melihat dan mempertimbangkan esensi syariat . Radikalisme agama berawal dari cara pandang, sikap, dan prilaku beragama yang eksklusif. Oleh karena itu konsep moderat atau ‘wasatiyyah’ sudah seharusnya menjadi landasan dalam kebijakan untuk melawan narasi radikal beragama. Moderasi beragama akan mampu menjadi perekat antara semangat beragama dan komitmen kebangsaan.

Andreansyah, S.IP . Seorang Akademisi Praktisi dan Generasi Muda NU Mandalawangi mengajak kepada Seluruh elemen masyarakat terutama Pelajar dan Santri untuk Memperkuat Moderasi Beragama dalam Kehidupan sehari – hari.

Moderasi beragama adalah proses memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang,agar terhindar dari perilaku ekstrem atau berlebih lebihan saat mengimplementasikanya.

Menteri Agama RI, H. Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, “moderasi beragama adalah penguatan cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama. Caranya dengan mengaktualisasikan substansi ajaran agama”.

Moderasi beragama juga merupakan upaya menghadirkan jalan tengah di antara dua kelompok ekstrem untuk menghadirkan keharmonisan di dalam kehidupan berbangsa

Menjadi moderat bukan berarti menjadi lemah dalam beragama. Menjadi moderat bukan berarti cenderung terbuka dan mengarah kepada kebebasan. Keliru jika ada anggapan bahwa seseorang yang bersikap moderat dalam beragama berarti tidak memiliki militansi, tidak serius, atau tidak sungguh-sungguh, dalam mengamalkan ajaran agamanya.

Oleh karena pentingnya keberagamaan yang moderat bagi kita umat beragama, serta menyebarluaskan gerakan ini. Menjadi Pahlawan Masa Kini Pelajar dan Pemusa Jangan membiarkan Indonesia menjadi bumi yang penuh dengan permusuhan, kebencian, dan pertikaian. Kerukunan baik dalam umat beragama maupun antar umat beragama adalah modal dasar bangsa ini menjadi kondusif dan maju, yang sesuai dengan cita – cita para pahlawan kita , pahlawan bangsa Indonesia

Menjadi Pahlawan Masa Kini Pelajar dan Pemuda Wajib Perkuat Nilai – Nilai Moderasi Beragama

rif

Arief Syam

Recent Posts

Pimpinan Daerah Gorontalo Bersatu, Dukung Fauzan Fadel Muhammad Memperkuat Peran KADIN dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

BANTENLINE.COM, – Fauzan Fadel Muhammad menggelar acara Halal Bihalal Keluarga Besar KADIN Provinsi Gorontalo yang…

1 hari ago

Fauzan Fadel Muhammad Sowan ke Gubernur Gusnar, Perkuat Iklim Usaha di Gorontalo

BANTENLINE.COM, – Dalam upaya memperkuat ekosistem bisnis di Provinsi Gorontalo, Fauzan Fadel Muhammad, salah satu…

2 hari ago

PPI Kecamatan Mandalawangi Gelar Diklatsar I, diikuti Ratusan Pelajar berbakat

BANTENLINE.COM PANDEGLANG – Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kecamatan Mandalawangi menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan…

6 hari ago

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah

BANTENLINE.COM, JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, BRI Branch Office…

6 hari ago

Sengketa Lahan Kampung Dukuh, Majelis Hakim Vonis Bebas Ahli Waris

BANTENLINE, JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Armando Herdian dalam…

1 minggu ago

KNPI Banten Gandeng Dinsos Perkuat Sinergi, Menuju MUSDA 2026

Serang, 8 April 2026 – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi…

1 minggu ago