BANTENLINE, SERANG — Sekitar 200 peserta dari wilayah Banten Barat mengikuti Kemah Bakti Bela Negara (Kembara) yang digelar di Kampung Gunung Malang, Kabupaten Serang, pada Jumat hingga Minggu (25–27 September 2026). Kegiatan ini diikuti oleh para kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Lebak, Kota Serang, dan Kota Cilegon.
Agenda Kembara menjadi ruang konsolidasi kader sekaligus sarana untuk memperkuat soliditas organisasi, membangun kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan DPD PKS di Banten, termasuk Ketua DPD PKS Kota Cilegon, Ketua DPD PKS Kota Serang, dan jajaran pengurus DPD PKS Pandeglang.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua DPD PKS Kota Serang, Ihyaudin Rosadi, yang bertindak selaku tuan rumah. Dalam sambutannya, Ihyaudin menekankan pentingnya menjaga solidaritas, konsistensi, dan kesiapsiagaan kader sebagai upaya memperkuat barisan organisasi.
Menurut Ihyaudin, kesiapsiagaan tidak hanya dimaknai dalam konteks internal organisasi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian kader terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Sebagai kader, kita harus peka terhadap fenomena yang terjadi di tengah masyarakat maupun di lingkungan internal kader. Kepekaan itu harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan yang nyata,” tegasnya.
Ia menambahkan, Kembara menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan antarkader sekaligus membangun komitmen bersama agar kader selalu hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Tentang Soliditas Kader:
“Soliditas tidak cukup hanya dibangun dalam forum organisasi. Kader harus saling mengenal, saling menguatkan, dan mampu bekerja bersama ketika menghadapi persoalan di masyarakat. Kembara ini menjadi salah satu ruang untuk membangun hal tersebut.”
Tentang Kepekaan terhadap Masyarakat:
“Kader harus tahu apa yang sedang terjadi di sekitarnya. Jangan sampai organisasi berjalan sendiri sementara masyarakat menghadapi berbagai persoalan. Karena itu, kepekaan sosial harus menjadi bagian dari karakter setiap kader.”
Tentang Kesiapsiagaan dan Konsistensi:
“Kesiapsiagaan berarti siap hadir ketika dibutuhkan, sementara konsistensi berarti tetap bekerja dan berkontribusi secara berkelanjutan. Kita ingin kader memiliki keduanya, sehingga keberadaan organisasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.”
Melalui Kembara 2026, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman kebersamaan, tetapi juga semakin memahami pentingnya kedisiplinan, kepedulian sosial, kesiapsiagaan, dan kerja sama sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Untuk menambah keakraban, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan fun games, outbound, trekking, serta aktivitas ruhiyah dan jasadiyah lainnya.
JAKARTA — Ketua Umum DPP Persatuan MODERAT Nasional (PMN), Kiki Fauzi, menyambut positif langkah pengawasan…
BANTENLINE.COM, JAKARTA BARAT — Warung kopi atau warkop telah lama menjadi bagian dari budaya nongkrong…
BANTENLINE - Beberapa jam dan hari pertama setelah bencana menjadi periode yang penuh tantangan bagi…
Bantenline, NEW YORK — Raja Ampat kembali menjadi perhatian dunia setelah menjadi fokus pembahasan dalam…
BANTENLINE.COM PANDEGLANG — Kiprah dan dedikasi dalam mengembangkan gerakan literasi di Kabupaten Pandeglang mendapat apresiasi.…
BANTENLINE - Wilayah Tangerang Raya terus mengalami perkembangan infrastruktur yang pesat dalam satu dekade terakhir.…