JAKARTA — Ketua Umum DPP Persatuan MODERAT Nasional (PMN), Kiki Fauzi, menyambut positif langkah pengawasan terhadap lembaga pemasyarakatan, termasuk pemeriksaan atau inspeksi mendadak yang dilakukan Ombudsman RI di Lapas Cibinong.
Kiki Fauzi meyakini pengawasan dari lembaga eksternal dapat menjadi bagian dari proses pembenahan dan evaluasi terhadap tata kelola lapas di seluruh Indonesia.
Menurut Kiki, langkah tersebut jangan semata-mata ditafsirkan sebagai bentuk kegaduhan atau persoalan internal, tetapi dapat menjadi momentum bagi Menteri Agus Andrianto untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pemasyarakatan.
“Saya meyakini Menteri Agus Andrianto sedang melakukan bersih-bersih terhadap bawahannya. Masyarakat jangan salah tafsir. Kalau ada lembaga lain melakukan sidak kemudian ditemukan kesalahan, Menteri Agus memiliki dasar yang lebih kuat untuk mengevaluasi dan menindak oknum yang memang terbukti melakukan pelanggaran,” ujar Kiki Fauzi.
Kiki menjelaskan, menurut pandangannya, pemeriksaan dari pihak eksternal dapat menjadi salah satu mekanisme untuk mengungkap persoalan yang terjadi di lapangan secara lebih objektif.
“Kalau tiba-tiba seorang pejabat langsung dicopot tanpa proses pemeriksaan yang kuat, tentu bisa menimbulkan gejolak internal. Tetapi kalau ada pemeriksaan dari lembaga lain, kemudian ditemukan pelanggaran dan ada hasilnya, maka tindakan terhadap oknum tersebut mempunyai dasar yang jelas,” katanya.
Kiki menyebut pendekatan tersebut sebagai “jurus menampar pakai tangan orang lain”, yang menurutnya menggambarkan penggunaan pengawasan eksternal untuk membantu mengidentifikasi persoalan internal.
Ia berharap proses pengawasan tidak berhenti di Lapas Cibinong saja. Menurutnya, evaluasi dan audit harus dilakukan secara menyeluruh terhadap lapas dan unit pemasyarakatan di berbagai wilayah Indonesia.
“Saya berharap tahun ini menjadi momentum Menteri Agus Andrianto untuk fokus membenahi lapas-lapas se-Indonesia. Kalau ada oknum pejabat atau petugas yang terbukti melakukan pelanggaran, tindak sesuai aturan. Jangan ada yang kebal hukum,” tegas Kiki.
Kiki juga mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada proses pemeriksaan dan evaluasi berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia menilai pembenahan lembaga pemasyarakatan membutuhkan pengawasan berkelanjutan, transparansi, serta tindakan tegas terhadap pelanggaran yang benar-benar terbukti.
“Kami ingin lapas-lapas di Indonesia semakin bersih, profesional, transparan, dan memberikan pelayanan yang baik. Yang bekerja dengan benar harus dilindungi, sementara yang terbukti melakukan pelanggaran harus ditindak sesuai aturan,” pungkas Kiki Fauzi.
di Kantor DPP PERSATUAN MODERAT NASIONAL (PMN).
Jl. Mangga besar IV E no 12a RT 07 RW 02 Kel Tamansari Kec Tamansari Jakarta Barat DKI Jakarta
BANTENLINE.COM, JAKARTA BARAT — Warung kopi atau warkop telah lama menjadi bagian dari budaya nongkrong…
BANTENLINE - Beberapa jam dan hari pertama setelah bencana menjadi periode yang penuh tantangan bagi…
Bantenline, NEW YORK — Raja Ampat kembali menjadi perhatian dunia setelah menjadi fokus pembahasan dalam…
BANTENLINE.COM PANDEGLANG — Kiprah dan dedikasi dalam mengembangkan gerakan literasi di Kabupaten Pandeglang mendapat apresiasi.…
BANTENLINE - Wilayah Tangerang Raya terus mengalami perkembangan infrastruktur yang pesat dalam satu dekade terakhir.…
BANTENLINE, WASHINGTON, D.C. — Indonesia resmi menerima estafet kepemimpinan ASEAN Committee in Washington, D.C. (ACW),…