BANTENLINE.COM PANDEGLANG — Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Mandalawangi melaksanakan Orientasi Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) pada Sabtu–Minggu, 8–9 Agustus 2026, bertempat di MA Darul Huda Pusat Mandalawangi. (8/8/2026)
Kegiatan yang mengusung tema “Mengenali Risiko, Meningkatkan Kesiapsiagaan, Mengurangi Dampak Bencana” ini menjadi bagian dari upaya PMI Kecamatan Mandalawangi dalam meningkatkan pengetahuan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Orientasi SIBAT diikuti oleh belasan peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing desa di Kecamatan Mandalawangi. Keterwakilan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pengetahuan dan kesiapsiagaan bencana hingga ke tingkat desa.
Dalam rangkaian pembukaan kegiatan, acara diawali dengan laporan Ketua Pelaksana, Andreansyah, S.IP. Dalam laporannya, Andreansyah menyampaikan bahwa Orientasi SIBAT dilaksanakan sebagai upaya memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta mengenai kesiapsiagaan serta pengurangan risiko bencana. Kegiatan dirancang melalui penyampaian materi dan simulasi agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan masyarakat. Dan ucapan terimakasih kepada Kepala Madrasah Aliyah Darul Huda Pusat yang telah mengizinkan Panitia Pelaksana melaksanakan kegiatan ini di madrasah.
Selanjutnya, Ns. H. Rustam dari Puskesmas Mandalawangi turut memberikan sambutan sekaligus penguatan mengenai pentingnya kesadaran masyarakat terhadap risiko dan dampak bencana, khususnya dari aspek kesehatan. Dalam rangkaian kegiatan, materi Penyadaran Masyarakat terhadap Risiko/Dampak Bencana juga menjadi salah satu materi yang diberikan kepada peserta.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PMI Kecamatan Mandalawangi, Maman Munawar, S.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya membangun kesiapsiagaan masyarakat secara bersama-sama. Keberadaan SIBAT di tingkat desa diharapkan dapat memperkuat kepedulian dan kemampuan masyarakat dalam mengenali risiko serta mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi bencana.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi, di antaranya Kepemimpinan, Sistem Peringatan Dini Berbasis Masyarakat, Kepalangmerahan dan CID, Penyadaran Masyarakat terhadap Risiko/Dampak Bencana, VCA, PRA, HVCA dan Baseline Survey, Pemetaan Bahaya, Kerentanan, Risiko dan Kapasitas (BKRK), Manajemen Relawan dan Kode Etik Organisasi, serta Evakuasi.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti simulasi, daily test, post test, evaluasi harian, dan penugasan sebagai bagian dari rangkaian orientasi.
Melalui kegiatan ini, PMI Kecamatan Mandalawangi berharap para peserta dapat menjadi penggerak kesiapsiagaan di desa masing-masing, sehingga pengetahuan mengenai pengurangan risiko bencana tidak berhenti pada kegiatan orientasi, tetapi dapat diteruskan dan diterapkan di tengah masyarakat.
“Mengenali Risiko, Meningkatkan Kesiapsiagaan, Mengurangi Dampak Bencana.”
BANTENLINE, WASHINGTON, D.C. — Indonesia dan Amerika Serikat merintis kerja sama riset dan inovasi di…
BANTENLINE, BEKASI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda Muaythai asal Kabupaten Subang, Niskala Riksa…
BANTENLINE, YOGYAKARTA – Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menerima kunjungan studi tiru (benchmarking) dari Yayasan…
BANTENLINE, BEKASI – Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) memberikan apresiasi kepada Pengurus Kota (Pengkot) Muaythai…
Serang – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Banten menyatakan dukungan…
SERANG – Ketua Karang Taruna Desa Sukarena, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Ahmad Muhajir, berharap…