BANTENLINE, BEKASI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda Muaythai asal Kabupaten Subang, Niskala Riksa Sunda Silviadi, yang akrab disapa Nay Sunda. Pelajar SMP Negeri 1 Subang tersebut berhasil memborong dua medali emas dalam ajang Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 yang tengah berlangsung di GOR Abdu Rosyad, Kompleks GOR Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi.
Dua medali emas tersebut diraih Nay Sunda pada nomor Waikru Female U-15 dan Muay Aerobic. Torehan ini menjadi pencapaian istimewa bagi atlet belia asal Subang tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan Muaythai usia muda di daerah mampu melahirkan atlet yang memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
IMC 2026 merupakan Kejuaraan Nasional Muaythai Indonesia yang berlangsung pada 5 hingga 10 Agustus 2026 di Kota Bekasi. Kejuaraan ini menjadi ajang berkumpulnya atlet-atlet Muaythai dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan dan pencarian bibit-bibit atlet untuk dipersiapkan menuju level internasional.
Bagi Nay Sunda, dua emas di Bekasi menambah panjang catatan prestasinya di usia yang masih sangat muda. Sebelumnya, ia juga telah membawa nama Indonesia ke pentas internasional melalui World Muaythai Championship 2026 di Malaysia, dengan turun pada nomor Waikru dan berhasil bersaing dengan atlet-atlet dari berbagai negara.
Bagi Nay, keberhasilan tersebut bukan semata-mata karena dirinya sendiri. Dengan polos, ia justru menyebut banyak orang yang berada di belakangnya setiap kali berlatih dan bertanding.
“Aku senang banget bisa dapat dua emas. Tapi ini bukan karena Nay sendiri. Nay bisa sampai di sini karena Abu, Ibu, pelatih, guru-guru di sekolah, dan teman-teman Nay yang selalu dukung dan kasih semangat. Terima kasih semuanya. Nay juga mau terus latihan supaya bisa menang lagi dan bikin Abu sama Ibu bangga. Terima kasih juga buat semua sahabat Nay yang selalu kasih semangat. Kalau Nay menang, rasanya senang karena banyak yang ikut senang,” ujar Nay Sunda dengan polos.
Di balik perjalanan Nay terdapat dukungan kuat dari kedua orang tuanya, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana, yang akrab dipanggil Abu, serta Dr. (Cand.) Noviyanti Maulani, M.Pd. Sang ayah merupakan sosok yang sejak awal mendukung Nay menekuni Muaythai, sementara sang ibu dikenal sebagai pencipta Muay Aerobik Nusantara, yang kini menjadi bagian dari pengembangan olahraga Muaythai di Indonesia.
Bagi Nay, dukungan keluarga tersebut berjalan beriringan dengan peran pelatih, guru dan sahabat-sahabatnya. Ia masih seorang pelajar SMP yang harus membagi waktunya antara sekolah dan latihan. Namun, dari keseharian itulah perlahan tumbuh keberanian, disiplin dan kecintaan terhadap Muaythai. Pengalaman bertanding di tingkat internasional di Malaysia kemudian menjadi bekal berharga ketika Nay kembali tampil di tingkat nasional dan mampu membawa pulang dua medali emas dari Bekasi.
Nay Sunda adalah gambaran dari bagaimana pembinaan olahraga harus tumbuh dari bawah. Ia masih sangat muda, tetapi sudah belajar bahwa setiap prestasi membutuhkan proses panjang. Ada latihan yang melelahkan, ada pertandingan yang menegangkan, ada dukungan keluarga dan ada guru yang tetap mengingatkan bahwa sekolah juga penting. Dari proses sederhana seperti itulah seorang anak belajar mengejar mimpi tanpa harus kehilangan masa kanak-kanaknya.
Hal tersebut sejalan dengan apresiasi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir saat pembukaan IMC 2026 di Bekasi terhadap upaya PBMI membangun Muaythai dari tingkat akar rumput. “Saya apresiasi bagaimana PBMI lihai melihat bagaimana pembangunan grassroot dari bawah,” ujar Erick Thohir.
Dua medali emas Nay Sunda akhirnya bukan sekadar tambahan angka dalam daftar perolehan medali. Di balik dua emas itu ada seorang anak dari Subang yang sedang belajar mengejar mimpi, ada Abu dan Ibu yang terus mendampingi, pelatih yang sabar membentuknya, guru yang tetap mengingatkan sekolah, serta sahabat-sahabat yang selalu memberi semangat. Dari proses kecil seperti inilah harapan besar olahraga Indonesia tumbuh—dari grassroot, dari anak-anak daerah, dan dari keluarga yang percaya bahwa mimpi seorang anak layak diperjuangkan. Hari ini Nay pulang dari Bekasi membawa dua emas; suatu hari nanti, semoga langkah kecil dari Subang ini membawanya berdiri di podium dunia dengan nama Indonesia di dadanya.(*)
BANTENLINE, YOGYAKARTA – Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menerima kunjungan studi tiru (benchmarking) dari Yayasan…
BANTENLINE, BEKASI – Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) memberikan apresiasi kepada Pengurus Kota (Pengkot) Muaythai…
Serang – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Banten menyatakan dukungan…
SERANG – Ketua Karang Taruna Desa Sukarena, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Ahmad Muhajir, berharap…
BANTENLINE.COM, JAKARTA – Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VIII Tahun…
BANTENLINE.COM, Banggai-Luwuk – Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, transportasi penyeberangan bukan sekadar sarana untuk berpindah…