Nasional

Menjaga Raja Ampat, Menjaga Masa Depan Laut Dunia

Bantenline, NEW YORK — Raja Ampat kembali menjadi perhatian dunia setelah menjadi fokus pembahasan dalam “Raja Selamanya Alliance Dinner” yang digelar International Union for Conservation of Nature (IUCN) bersama Earthbar di New York, 21 September 2026.

Pertemuan tersebut mempertemukan para diplomat, pemimpin konservasi, filantropis, serta organisasi internasional untuk memperkuat komitmen bersama menjaga Raja Ampat sebagai salah satu kawasan laut dengan kekayaan biodiversitas tertinggi di dunia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo hadir dalam forum tersebut bersama Presiden IUCN Razan Khalifa Al Mubarak, filantropis Fran Mars dari keluarga Mars, Richard Schneider dari IUCN, CEO sekaligus Chairperson Global Environment Facility (GEF) Diego Mesa Puyo, serta CEO Conservation International Sebastian Troeng.

Dalam sambutannya, Indroyono menegaskan bahwa Raja Ampat tidak hanya memiliki arti strategis bagi Indonesia, tetapi juga bagi keberlanjutan ekosistem laut dunia.

“Menjaga Raja Ampat bukan semata-mata menjaga destinasi wisata Indonesia, tetapi menjaga salah satu jantung kehidupan laut dunia. Indonesia memiliki tanggung jawab sekaligus kesempatan untuk menunjukkan bahwa konservasi alam dapat berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat,” ujar Indroyono.

Raja Ampat UNESCO Global Geopark memiliki bentang kawasan sekitar 3,7 juta hektare yang mencakup laut, gugusan pulau, kawasan karst, hutan, serta bentang geologi yang memiliki nilai luar biasa. Perairannya menjadi habitat bagi lebih dari 1.600 spesies ikan karang dan lebih dari 550 spesies terumbu karang, sehingga menjadikannya salah satu pusat biodiversitas laut terkaya di planet ini.

Karena itu, Raja Ampat tidak ditempatkan semata sebagai tujuan wisata unggulan. Kawasan tersebut merupakan amanah nasional sekaligus bagian dari kontribusi Indonesia terhadap upaya global menjaga lingkungan. Pengakuan Raja Ampat sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023 dan Cagar Biosfer UNESCO semakin menegaskan pentingnya kawasan ini sebagai ruang yang mempertemukan pelestarian alam, kebudayaan, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.

Komitmen konservasi tersebut juga diperkuat melalui kebijakan nasional. Pemerintah Indonesia telah membentuk Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026. Satgas ini diarahkan untuk mengembangkan tata kelola, kemitraan, serta pembiayaan inovatif bagi taman nasional Indonesia agar pengelolaan konservasi semakin kuat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Saat ini, pemerintah menyiapkan 13 taman nasional sebagai proyek percontohan menuju pengelolaan konservasi kelas dunia, termasuk Taman Nasional Raja Ampat.

Dalam konteks tersebut, kerja sama Indonesia dengan IUCN, GEF, Conservation International, dunia filantropi, serta berbagai mitra internasional diarahkan agar konservasi tidak berhenti pada perlindungan satwa dan terumbu karang.

Konservasi harus mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat Raja Ampat, mulai dari pengembangan perikanan lestari, pariwisata yang bertanggung jawab, penciptaan lapangan kerja hijau, pendidikan, hingga penguatan ekonomi lokal.

Pesan yang mengemuka dari New York pun menjadi semakin jelas: menjaga Raja Ampat berarti menjaga salah satu jantung kehidupan laut dunia.

Indonesia berada di garis depan dalam upaya tersebut, dengan membawa kepentingan nasional sekaligus tanggung jawab global untuk memastikan kekayaan alam Raja Ampat tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Agung Herdiansyah

Recent Posts

Raih Penghargaan Bupati Pandeglang, Perkuat Komitmen Dorong Indeks Pembangunan Literasi

BANTENLINE.COM PANDEGLANG — Kiprah dan dedikasi dalam mengembangkan gerakan literasi di Kabupaten Pandeglang mendapat apresiasi.…

7 jam ago

Berkenalan Dengan Epoxy Lantai, Jadi Transformasi Ruang & Bangunan di Tangerang

BANTENLINE - Wilayah Tangerang Raya terus mengalami perkembangan infrastruktur yang pesat dalam satu dekade terakhir.…

4 hari ago

Indonesia Resmi Terima Keketuaan ASEAN Committee in Washington, D.C.

BANTENLINE, WASHINGTON, D.C. — Indonesia resmi menerima estafet kepemimpinan ASEAN Committee in Washington, D.C. (ACW),…

4 hari ago

Dorong Pertumbuhan Bisnis Nasional, CV Dua Raja Sejahtera Hadirkan Solusi Jasa Pengurusan Sertifikat Terverifikasi

BANTENLINE, Jakarta – Di tengah dinamisnya pertumbuhan dunia usaha dan iklim investasi di Indonesia, kepatuhan terhadap…

1 minggu ago

LegalitasCepat.id Hadirkan Jasa NIB, PKKPR/KKPR dan Sertifikat Standar Terverifikasi untuk Percepat Legalitas Usaha

BANTENLINE.COM, — Kebutuhan pelaku usaha terhadap dokumen perizinan yang lengkap, resmi, dan sesuai ketentuan terus…

1 minggu ago

Polemik HIPMI Kabupaten Tangerang, BPD Pastikan Proses Berjalan Objektif

Bantenline, TANGERANG — Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banten menerima surat…

1 minggu ago