Kabupaten Serang

Komunitas Penggilangan Padi Banten Akan Lakukan Aksi Besar Besaran di Kawasan PT Wilmar

BANTENLINE.COM, Serang – Komunitas Penggilingan Padi Banten akan melakukan aksi besar besaran di kawasan PT Wilmar Padi Indonesia (WPI) berlokasi di Terate, Kabupaten Serang pada Rabu (30/8/23) mendatang.

Diketahui Aksi tersebut merupakan dampak dari PT Wilmar Padi Indonesia yang seenaknya menaikkan Harga Padi.

Ketua Komunitas Penggilingan Padi Banten Sunardi menyampaikan, bahwa pihaknya sempat ditawarkan beberapa opsi dari pihak PT Wilmar Padi Indonesia. Namun, dirinya menolak tawaran tersebut.

“Kita ditawarkan untuk bisa beli beras sesuai dengan kualitas WPI, kemudian bantuan alat penggilingan, sama bantuan 1.000 ton bantuan beras setiap bulannya. Itu kan sama saja, wong padi yang kita butuhkan saja tidak ada, diborong WPI semua dengan harga tinggi. Makanya kita tolak,” jelasnya kepada Bantenline, Minggu (27/8/23).

Sunardi menegaskan, pihaknya akan tetap menuntut agar PT Wilmar Padi Indonesia segera ditutup lantaran keberadaannya merugikan para pengusaha kecil di Banten. “Tuntutan terbesarnya tetap kami mendesak PT. WPI agar ditutup,” pungkasnya.

Bendahara Komunitas Penggilingan Padi Banten Cecep Saefulloh mengatakan, bahwa yang menjadi tuntutan dasarnya dalam aksinya nanti, para pemilik penggilingan padi mendesak agar PT Wilmar Padi Indonesia segera ditutup.

“Kami dari masyarakat terkhusus Komunitas Penggilingan Padi Banten agar PT Wilmar Padi Indonesia ditutup,” ujar Cecep.

Masih Cecep, dirinya menyatakan aksinya yang akan mendatang kemungkinan dihadiri massa 5-7 ribu orang.

“Kalau mungkin di aksi ini tidak bisa gol, kita akan melakukan aksi berikutnya terus sampai tujuan kita tercapai,” tambahnya.

Ia mentakan, monopoli yang dilakukan PT Wilmar Padi Indonesia, yakni dengan cara membeli padi dari para petani di wilayah Banten dengan harga yang cukup tinggi. Hal ini berdampak pada harga jual beras di pasaran yang menjadi tinggi.

“Dampaknya mungkin bukan kita saja para pengusaha penggilingan padi, tapi juga dirasakan oleh masyarakat yang tidak mempunyai sawah ya mereka beli berasnya dan sekarang harga beras di pasaran sudah mencapai 15 ribu per kilo,” katanya.

Terkhir Cecep menyampaikan, akibat kenaikan harga beras tersebut, berdampak juga pada angka kemiskinan di Banten lantaran banyak masyarakat yang mengeluhkan mahalnya harga beras. Padahal, sebelum ada PT Wilmar Padi Indonesia di wilayahnya, harga beras masih terbilang murah.

“Akibat kenaikan bahan pokok ini menjadi peningkatan kuantitas kemiskinan di Indonesia akibat ketidakmampuan membeli beras. Dulu itu sebelum adanya PT Wilmar Padi Indonesia harga beras bisa 7 ribu tapi sekarang paling murah itu 12 ribu,” tutupnya.

Redaksi

Recent Posts

Ekowisata Lumba-Lumba Liar & Bahari Lampung Jadi Sorotan Utusan Khusus Presiden

BANTENLINE, JAKARTA — Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata Zita Anjani menyambut positif gagasan pengembangan…

1 hari ago

Omzet UMKM Binaan Krakatau Steel Group di Cilegon Melonjak 127 Persen, Gipang Tembus Rp50 Juta

BANTENLINE.COM, CILEGON – Kabar menggembirakan datang dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di…

1 hari ago

Sidang Tuntutan Dana Syariah Ditunda, PLDSI: Fokus Kami Pengembalian Aset!

BANTENLINE, DEPOK — Harapan para lender untuk mendengarkan pembacaan tuntutan dalam persidangan perkara dana syariah…

2 hari ago

Krakatau Steel Gandeng BKPM Perkuat Investasi, Bidik Industri Baja Nasional Makin Kompetitif

BANTENLINE.COM, JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan…

3 hari ago

Bukan Sekadar Hukuman Pidana, Korban DSI Tuntut Hak Finansial Dipulihkan Sepenuhnya

BANTENLINE, JAKARTA — Paguyuban Lender Dana Syariah Indonesia (PLDSI) mendesak agar penanganan perkara penyimpangan dana…

4 hari ago