Banten Terkini

Aktivis Ditendang Pejabat, Pemuda Pancasila Banten Minta Gubernur Berikan Sanksi Keras

Buntut Arogansi Pejabat Banten, MPW Pemuda Pancasila Resmi Surati Gubernur

Serang – Resmi, Ormas Pemuda Pancasila Banten menyampaikan sikap terkait dengan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Banten tepatnya lingkungan Sekretariat DPRD Banten terhadap Mahasiswa Aktivis Kumala dengan melayangkan surat resmi ke Gubernur Banten, Al Muktabar, Kamis (6/10/2022).

Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Banten (MPW PP Banten) Johan Aripin Muba menegaskan bahwa Pemuda Pancasila mengecam keras tindakan-tindakan arogansi dalam bentuk apapun apalagi hal tersebut dilakukan oleh seorang pejabat negara yang notabene adalah pelayan masyarakat.

Menurutnya untuk menghasilkan tata kelola pemerintahan Banten yang good government dibutuhkan komitmen semua pihak agar roda pemerintahan harus dijalankan secara demokratis apalagi ia seorang pelayan masyarakat.

“Seorang abdi negara adalah pelayan masyarakat, maka sudah menjadi kewajibannya ikut serta berkontribusi memastikan pemerintahan bersipat terbuka, tidak anti kritik karena kontrol sepenuhnya ada di rakyat,” tegasnya

Sementara itu Pujiyanto, Sekretaris Wilayah MPW PP Banten, dalam keterangannya, sebagai Pancasila yang berjalan, Pihaknya secara resmi sudah melayangkan surat kepada Gubernur Banten. dalam surat yang sudah diterima Biro Umum Sekretariat Banten

“Kami meminta agar Gubernur segera memberikan sanksi terhadap saudara Dwi Nopriadi, hal tersebut untuk memastikan tidak akan ada lagi tindakan arogansi dari pejabat negara terhadap rakyatnya dan tentunya ini sebagai pembelajaran untuk semua pegawai pemerintah,” tandasnya.

Menurut Pujiyanto, apapun dalihnya tindakan kekerasan apalagi dilakukan seorang pejabat negara kepada seorang aktivis Kumpulan Mahasiswa Lebak tidak bisa dibenarkan apalagi dibiarkan begitu saja.

“Jika kejadian tersebut dibiarkan, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan kembali terjadi bahkan akan sering terjadi di lingkungan Pemprov Banten, pelakunya adalah pejabat dan korbannya ada rakyat,” bebernya.

Masih menurut Pujiyanto, aksi kekerasan tersebut adalah salah satu bukti kemunduran pemerintah daerah dalam membina pegawainya.

“Sudah saatnya Banten berbenah, kalau tidak mau berbenah siap siap rakyat melakukan perlawanan,” ungkap Pujiyanto.

Sebelumnya, Pujiyanto langsung Bereaksi keras terhadap dugaan kekerasan yang dilakukan Dwi Nopriadi kepada Aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) yang melakukan aksi protes saat rapat paripurna istimewa DPRD Banten untuk memperingati hari jadi Banten ke-22.**

Redaksi

Recent Posts

BRIN Dorong Transformasi Teknologi Lewat Kerjasama Riset RI–AS

BANTENLINE, JAKARTA — Indonesia sedang mempercepat langkahnya menuju kemandirian pangan, energi, dan hilirisasi industri bernilai…

2 hari ago

Mau Tinggal Atau Pergi Dari Banten? Ini Tips Pindahan Rumah yang Efektif

BANTENLINE - Pertumbuhan infrastruktur dan pesatnya perkembangan kawasan hunian di Provinsi Banten seperti Tangerang Raya,…

3 hari ago

Genset Silent Jadi Solusi Kelistrikan Perkotaan, Kirloskar Tawarkan Performa Stabil untuk Berbagai Kebutuhan

BANTENLINE, JAKARTA - Kebutuhan pasokan listrik yang stabil di kawasan perkotaan terus meningkat seiring berkembangnya…

3 hari ago

Mata Indonesia dari Orbit: Satelit Mikro dan AI Mengawal Nusantara

BANTENLINE, SAN FRANCISCO — Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas membutuhkan kemampuan…

6 hari ago

Momentum HUT RI ke-81, DPW Partai Berkarya Banten Dukung Delapan Program Menuju Banten Maju

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Provinsi Banten menghadiri undangan Gubernur Banten dalam rangka Upacara…

2 minggu ago

Rangkaian Puncak PHBN Mandalawangi Sukses Gelar Peringatan Maulid Nabi dan Haul Akbar Pejuang & Ulama

BANTENLINE.COM PANDEGLANG - Perhelatan peringatan PHBN HUT RI ke-81 yang dikolaborasikan dengan peringatan Maulid Nabi…

2 minggu ago