Opini

Menelisik Ancaman Kejahatan Siber Terhadap Anak-anak di Masa Pandemi Covid-19

Pada era Disrupsi digital, hampir semua umat manusia seantero dunia dari pojok barat hingga timur telah mengikuti kemajuan zaman yang sangat signifikan. Arus kemajuan tersebut tentunya menuju pada sebuah gerbang digital, kebiasaan – kebiasaan yang sebelumnya tumbuh hasil dari kultural konvensional melalui serapan nenek moyang bergeser menjadi ritus yang tak terlepas dari kultur digital.

Misalnya saja, pada anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang yang sebelumnya dengan menggunakan metodologi tradisi konvensional semacam dalam pola belajar saja ; mereka berdekatan langsung dengan guru dan ada sisi emosional dalam proses belajarnya, kemudian berubah menjadi pola virtual sejak pandemi covid-19 menyerang dunia, tak terkecuali Indonesia.

Memasuki era pandemi, seakan-akan terjadi tsunami digital dimana hampir semua anak-anak diarahkan untuk menggunakan pembelajaran daring melalui platform belajar virtual semacam ruang guru, zoom meet, google meet, dan lain sebagainya tanpa diberikan edukasi security data siber.

Jika ditelisik, aktivitas internet akibat pembelajaran dari rumah semakin meningkat dilakukan anak-anak sejak usia dini pada era pandemi. Ada risiko tinggi di dalamnya. Oleh karena itu, orang tua dan anak harus bekerja sama agar dapat bertanggung jawab memilih dan memilah informasi yang layak.

Menurut laporan Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Kemendikbudristek menyebutkan, sebanyak 30% penduduk Indonesia adalah anak-anak. Mereka termasuk generasi digital native, generasi yang lahir ketika teknologi sudah berkembang melalui penggunaan gawai dan internet sebagai sarana belajar maupun bermain. Jadi anak-anak di era saat ini sudah terbiasa mengakses internet. Hal ini harus menjadi perhatian orang tua agar anak-anak tidak tersesat dalam penggunaan internet.

Internet bagaikan pisau bermata dua. Pesatnya perkembangan teknologi informasi selain memberikan dampak positif juga memberikan berbagai dampak negatif. Di antaranya maraknya berita hoax, akses pornografi, cyberbullying, mudahnya berinteraksi dengan orang asing dan permasalahan keamanan informasi. Menurut catatan Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime KPAI, anak akan rentan berhadapan dengan konten negatif. Itu terjadi saat anak masuk ke dunia internet. Konten negatif itu di antaranya yang bermuatan kekerasan berlebihan, perilaku menyimpang, perjudian atau konten yang mendorong anak berperilaku negatif.

Maka, peran orang tua sangat penting dalam melakukan pendampingan serta edukasi untuk anak-anak dalam menjalani proses belajar daring di rumah.

Baru-baru ini terjadi, laporan investigasi menunjukkan sejumlah aplikasi belajar online diduga membagikan data pengguna anak-anak kepada pengiklan tanpa izin. Data pribadi dan perilaku online jutaan siswa yang berpartisipasi dalam aktivitas belajar virtual selama pandemi Covid-19 dilacak aplikasi dan situs web pendidikan tanpa persetujuan mereka, bahkan dalam sejumlah kasus dibagikan kepada perusahaan periklanan pihak ketiga. Menakutkan bukan?

Lantas, pengawasan seperti apa yang mesti dilakukan orang tua terhadap anak-anaknya?

Orang tua harus mampu berdampingan dengan era digital, belajar memahami cara kerja algoritma serta cara kerja platform yang digunakan anak dalam belajarnya. Untuk mengetahui legalitas serta keamanan platform, orang tua harus melihat dengan dalam apakah platform yang digunakan sudah legal dan lolos verifikasi. Sekalipun terbilang aman, pengawasan orang tua tetap harus dilakukan untuk mendampingi anak dalam belajar daring.

Penulis : Reza Arohman

Agung Herdiansyah

Recent Posts

Pimpinan Daerah Gorontalo Bersatu, Dukung Fauzan Fadel Muhammad Memperkuat Peran KADIN dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

BANTENLINE.COM, – Fauzan Fadel Muhammad menggelar acara Halal Bihalal Keluarga Besar KADIN Provinsi Gorontalo yang…

12 jam ago

Fauzan Fadel Muhammad Sowan ke Gubernur Gusnar, Perkuat Iklim Usaha di Gorontalo

BANTENLINE.COM, – Dalam upaya memperkuat ekosistem bisnis di Provinsi Gorontalo, Fauzan Fadel Muhammad, salah satu…

1 hari ago

PPI Kecamatan Mandalawangi Gelar Diklatsar I, diikuti Ratusan Pelajar berbakat

BANTENLINE.COM PANDEGLANG – Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kecamatan Mandalawangi menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan…

5 hari ago

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah

BANTENLINE.COM, JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, BRI Branch Office…

5 hari ago

Sengketa Lahan Kampung Dukuh, Majelis Hakim Vonis Bebas Ahli Waris

BANTENLINE, JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Armando Herdian dalam…

1 minggu ago

KNPI Banten Gandeng Dinsos Perkuat Sinergi, Menuju MUSDA 2026

Serang, 8 April 2026 – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi…

1 minggu ago