Categories: Opini

Strategi Pengembangan Kreativitas Anak di Masa Pandemi Covid-19

Masa Pandemi memiliki dampak luar biasa terhadap berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam bidang Pendidikan. Pendidikan dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi harus tetap berjalan namun tidak diizinkan melakukan pembelajaran melalui tatap muka langsung (luring), tetapi dilakukan secara daring agar mampu meredam penyebaran virus covid-19. Sejak dikeluarkan surat edaran oleh Kemdikbud No 4 Tahun 2020 berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan dalam masa darurat Covid-19. Peraturan tersebut membuat guru harus menjadi guru yang kreatif, cepat dan tanggap dalam merencanakan kegiatan pembelajaran untuk anak didik. Guru dituntut mampu menunjukkan Kualitas pembelajaran yang dapat diukur dan ditentukan oleh sejauh mana kegiatan pembelajaran dapat mengubah perilaku anak ke arah yang sesuai dengan tujuan kompetensi yang telah ditetapkan.


Oleh karena itu, Guru PAUD diharapkan mampu merancang, mengembangkan, dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan perkembangan anak. Perencanaan pembelajaran harus menyesuaikan kondisi saat ini, sesuai peraturan pemerintah pembelajaran dilaksanakan dari rumah.

Proses pembelajaran pada anak usia dini seyogyanya berprinsip pada konsep bermain sambil belajar. Anak usia dini belajar secara bertahap dengan cara berpikir yang khas. Anak belajar dengan berbagai cara melalui proses interaksi dengan lingkungannya. Prinsip belajar melalui bermain menuntut guru untuk menyediakan kegiatan bermain yang sesuai dengan perkembangan anak sehingga anak bisa menjadi pembelajar aktif, dan memungkinkan anak menjadi semakin kreatif. Kegiatan bermain yang didukung oleh lingkungan yang kondusif, sesungguhnya memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar mengembangkan nilai-nilai karakter. Pada saat bermain, anak belajar berbagi, peduli, kerjasama, bertanggung jawab, dan lain-lain. Penanaman nilai-nilai karakter untuk anak usia dini akan terbangun pada saat anak melakukan praktek langsung dan melihat model/teladan dari orang lain.


Perkembangan pada anak usia dini ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku serta kemampuannya. Perkembangan Kreativitas pada anak usia dini merupakan salah satu perkembangan yang sangat penting untuk diperhatikan. Kreativitas merupakan interaksi seseorang dengan lingkungan untuk menciptakan metode atau produk yang imajinatif serta memiliki manfaat untuk memecahkan masalah. Kreativitas anak dikelilingi oleh keunikan gagasan dan tumbuhnya imajinasi serta fantasi. Anak-anak yang kreatif sensitif terhadap stimulasi. Untuk mengembangkan kemampuan kreativitas anak diperlukan strategi yang sesuai dengan kemampuan dan situasi anak usia dini saat ini. Situasi pandemi menuntut guru lebih kreatif dalam merancang strategi pembelajaran untuk anak usia dini.

Peran seorang guru dan orang tua serta pihak yang ada di lingkungan anak usia dini sangat penting dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini.
Adapun factor-faktor pendukung kreativitas anak usia dini adalah:
a. Stimulasi dari orang tua.
b. Orang tua menyediakan fasilitas untuk anak melakukan kreativitas.
c. Dampingi anak dalam melakukan kegiatan kreativitas.

Faktor penghambat kreativitas anak usia dini adalah:
a. Tidak ada dorongan bereksplorasi.
b. Orang tua kurang menstimulus dalam kreativitas untuk anak.
c. Orang tua tidak menyediakan fasilitas untuk anak melakukan kreativitas.
d. Menyediakan alat permainan edukatif atau bahan-bahan sederhana untuk membuat alat permainan edukatif contoh seperti mebuat papan pintar dari kulit kerang (Renawati & Ruyadi, 2021).

Untuk meminimalisir terhambatnya perkembangan kreativitas anak usia dini pada masa pandemi, maka guru harus Menyusun dan melaksanakan strategi yang tepat dalam mengembangkan perkembangan kreativitas anak usia dini. Pentingnya strategi dalam pengembangan kreativitas anak usia dini, maka perlu diadakan penelitian lebih lanjut guna mengungkap strategi yang dilakukan oleh guru dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini pada masa pandemi. Strategi pengembangan kreativitas anak dapat dikembangkan melalui berbagai hal yakni, Pengembangan kreativitas melalui menciptakan produk (hasta karya), Pengembangan Kreativitas MelaluiImajinasi, Pengembangan Kreativitas Melalui Eksplorasi, Pengembangan Kreativitas Melalui Eksperimen, Pengembangan Keativitas Melalui Proyek, Pengembangan Kreativitas Melalui Musik, serta Pengembangan Kreativitas Melalui Bahasa (Rachmawati & Kurniati, 2017).

Perangkat perencanaan pembelajaran yang disiapkan guru untuk pelaksanaan secara daring. Guru yang kreatif akan merencanakan pembelajaran dengan desain yang kreatif pula. Pembelajaran yang kreatif akan membuat siswa aktif membangkitkan kreativitasnya sendiri(.Pada sub tema “Identitas” muatan materi pembelajaran 4.7 Menyajikan berbagai karya yang berhubungan dengan lingkungan sosial. Guru merancang kegiatan “Membuat hadiah untuk ibu (meronce kalung)”. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa guru memasukkan kegiatan untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini. Melalui kegiatan tersebut anak mampu menemukan ide mengenai bahan apa saja yang akan digunakan dalam membuat kalung untuk ibunya. Kegiatan ini sangat mudah untuk dilakukan di rumah melalui pendampingan orang tua. Dengan situasi seperti itu, para orang tua dituntut untuk berperan aktif dalam mengembangkan bakat dan kreativitas peserta didik selama belajar dari rumah. Sehingga pembelajaran dari rumah tetap berlangsung, menyenangkan dan tidak membosankan bagi anak (Huda, K. & Munastiwi, E. 2020). Guru mengajak orang tua bersama-sama untuk melatih daya kreativitas anak. Guru memberikan contoh melalui video kegiatan meronce, kemudian anak yang didampingi orang tua dirumah mempraktekkan arahan dari ibu guru. Meronce kalung merupakan salah satu kegiatan pengembangan kreativitas melalui menciptakan produk. Produk yang dimaksud berupa kalung yang dapat anak gunakan sebagai hadiah untuk ibu.

Penulis : Sutihat

Agung Herdiansyah

Recent Posts

Batubantar Puspa Smart Raih Juara 1 Se Kabupaten Pandeglang

BANTENLINE.COM PANDEGLANG- Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Perpustakaan Desa Batubantar Puspa Smart setelah dinobatkan sebagai…

12 jam ago

Asep Waketum DPP. PMN Dukung Menteri Komdigi: Perlindungan Anak di Ruang Digital

Jakarta, 1 Juni 2026 – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Moderat Nasional (DPP PMN) menyatakan dukungan…

1 hari ago

BRI Bekasi Siliwangi Hadirkan Kemeriahan di CFD Bareng BRImo

BANTENLINE.COM, BEKASI - BRI terus memberikan manfaat kepada masyarakat dan nasabah. Salah satu bentuknya berupa…

4 hari ago

Ketum DPP. PMN membela Natalius Pigai : Hotman paris ngaco, anaknya sudah dikasih jabatan, mulutnya gak di jaga

Jakarta, 28 Mei 2026 — Ketua Umum DPP PMN, Kiki Fauzi, menegaskan pentingnya keberadaan Kementerian…

6 hari ago

Semangat Gotong Royong Warnai Pemotongan Hewan Qurban Melalui DKM Annur Priyang

Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan mewarnai pelaksanaan ibadah pemotongan hewan Qurban Tahun 1447 Hijriyah atau…

6 hari ago

Tim SUPERGEN HMTA ITNY Torehkan Prestasi Nasional di U-MINE FEST 2026

BANDUNG, BANTENLINE – Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTA) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali menunjukkan…

6 hari ago