Opini

Estetika Puisi Sulaiman Djaya

Oleh: Asep Syaeful Bahri, Guru Bahasa dan Seni di SMK Buddhi Tangerang

 

Setiap puisi yang bagus dan berhasil umumnya memiliki keseimbangan antara struktur fisik dan struktur batin. Tak ubahnya keseimbangan jiwa raga manusia. Sebuah puisi yang indah dan menakjubkan biasanya tidak melahirkan kejenuhan atau kebosanan saat terus dibaca secara berulang. Ketika membacanya, kita seakan sedang membuka lapis demi lapis kiasan dan daya imajinasinya yang menggugah dan mencerahkan.

Untuk menghasilkan puisi yang demikian, seorang penyair membutuhkan kematangan intelektual dan kekuatan batin. Memiliki kepekaan sekaligus daya kreatif dan daya imajinatif yang menjelajah dan mendalam. Dalam hal demikianlah, sebuah puisi memiliki struktur fisik (bentuk luar yang tampak) dan struktur batin (makna yang tersirat). Yang dimaksud struktur fisik adalah unsur keindahan bahasa yang dapat dilihat dan dibaca secara langsung, yaitu:

[1] Diksi: Pemilihan kata yang cermat dan estetis untuk menghadirkan efek magis serta makna mendalam. [2] Pengimajian atau Penggambaran (Citraan): Susunan kata yang membangkitkan daya tangkap indra (penglihatan, pendengaran, atau perasaan). [3] Kata Konkrit dan Kata Berlambang: Penggunaan kata nyata atau simbol (seperti api untuk kemarahan) guna memperjelas imajinasi. [4] Majas (Bahasa Figuratif): Gaya kiasan untuk membandingkan sesuatu hal demi memperkaya estetika sebuah puisi. [5] Versifikasi (Rima dan Irama): Pengulangan bunyi dan alunan teratur yang menciptakan musikalitas dan keindahan bunyi ketika dibaca. [6] Tipografi: Tata perwajahan atau format penulisan yang membedakannya dari prosa.

Sedangkan struktur batin sebuah puisi adalah esensi atau jiwa yang membuat sebuah puisi bernyawa dan menyentuh atau menggugah serta mengispirasi para pembacanya, yaitu: [1] Tema (Makna): Pokok persoalan atau gagasan utama yang ingin disampaikan penyair melalui puisi. [2] Rasa (Feeling): Sikap atau suasana batin penyair terhadap pokok permasalahan (misalnya rasa atau suasana terasing, dilanda rindu, dihunjam kesedihan, atau terpseona pada alam). [2] Nada (Tone): Sikap penyair terhadap pembaca. Apakah si penyair menggurui, bersahabat, menyindir, mengajak berdiskusi, menawarkan perbincangan, atau melancarkan protes. [3] Amanat: Nilai hidup (spiritualitas, refleksi hidup, perenungan, dll) yang dititipkan penyair di balik bait-bait puisinya.

Dengan perspektif tersebut (di atas), kita bisa membaca puisi-puisi Sulaiman Djaya secara cermat, yang dalam hal ini puisi-puisinya yang termaktub di buku antologi Kita Seperti Kata (Media Edukasi Indonesia Agustus 2026).

Antologi puisi “Kita Seperti Kata”karya Sulaiman Djaya tersebut memuat 45 judul puisi. Namun ada yang menarik bagi saya sebagai pembaca puisi-puisi beliau. Ada tata tulis atau apabila diucap itu sesuatu yang khas. Yakni, ada ketahanan kata-kata untuk disampaikan kepada objek yang dipujinya, entah kepada seorang lawan jenis atau sahabat semata. Sulaiman Djaya tidak menambah atau melebar untuk menilai seseorang itu indah. Cukup saja hanya mengatakan “rambut” dan “mata” untuk ia yang terlihat indah. Sangat sopan. Bukan bibir, tengkuk leher, ataupun lengkung pinggang juga bagian tubuh lainnya. Mari kita mulai dari definisi:

Sopan: hormat dan takzim (akan, kepada); tertib menurut adat yang baik. Kesopanan: adat sopan santun; tingkah laku (tutur kata) yang baik; tata krama. Mapan: mantap (baik, tidak goyah, stabil) kedudukannya (kehidupannya). Sumber: KBBI VI offline.

Alangkah tidak sungguh berlebihan untuk mematenkan sebuah judul tulisan ini. Lantas kemapanan dari manakah? Ini kali kedua buku puisi penyair Sulaiman Djaya setelah buku antologi puisi Mazmur Musim Sunyi (Kubah Budaya 2013). Dan tentu saja bukan seberapa banyak buku puisi yang dikategorikan penyair itu mapan dalam berkarya. Akan tetapi, ada kelahiran sebuah proses masa ke masa, –gulungan waktu– tahun ke tahun yang membuat penyair ini tetap menulis demi menjaga kualitas karya.

Marilah kita telusuri beberapa potongan-potongan puisi yang terlahir sopan dan mapan. Sekiranya ada 23 judul puisi dari ke 45 judul puisi pada buku puisi kedua Sulaiman Djaya. Penyair secara teguh menggunakan kata yang penuh kesopanan dan bertahan untuk menilai indah terhadap suatu objek. Berikut ini ke-23 judul puisi dan potongan lirik yang terdapat kata matamu dan rambutmu.

1) Agustus, hal. 2 …sepasang bola matamu
2) Fur L, hal. 9 Rambutmu yang hitam kental
3) Lukisan, hal. 11…, rambutmu dikerumuni kunang-kunang
….….. ……… ……. …..
…di sepasang matamu
4) Demi Malam di Liang Tungku, hal. 13 Mencumbui rambutmu.
5) Karangantu, hal. 15 Dengan sepasang mata….
6) Cello, hal. 19 Di gugusan rambutmu
….………….. …………
Merimbun sepasang matamu.
7) Rebana, hal. 21 Sepasang matamu yang indah.
8) Stanza Subuh, hal. 24 …, matamu adalah wadah waktu
….…….. …………….. ……………
Rambutmu seperti tumpukan sepi
9) Gitanjali, hal. 27 …, di hadapan matamu.
10) Kupu-kupu, hal. 30 Aku bayangkan semesta matamu
….…… ……… ……….
Di gugusan rambutmu
11) Cibutak, hal. 33 Di pelupuk matamu.
12) Rendezvouis, hal. 35 …, pandangan matamu
13) Ciujung, hal. 36… matamu yang manis,
…matamu menjelma laut….
14) Jendela, hal 45 Dari gugusan rambutmu.
15) Lampu, hal. 47 …serimbun dua matamu
16) Kunang-kunang, hal. 51 …sepasang matamu.
17) Kwatrin Jakarta, hal. 52 …cemburu pada rambutmu.
18) Mantra, hal. 58 Adalah harum rambutmu.
19) Stanza, hal. 61 Sepasang matamu.
20) Komedi, hal. 63 …sepasang matamu lebih misterius
….…. …… …. …..
Gususan rambutmu itu.
21) Animasi, hal. 66 Di dalam sepasang matamu.
…… … ……. ……..
Gususan rambutmu.
22) Mazmur Asmara, hal. 74 …seperti kemarau di matamu
hal. 75 … di Januari matamu.
23) Aku adalah Perumpamaan, hal. 78 Di sepasang matamu….

Demikianlah, sekilas pembacaan awal atas buku antologi puisi kedua Sulaiman Djaya yang berjudul Kita Seperti Kata. Semoga bisa menjadi pemantik bagi pembacaan dan penelitian selanjutnya.

Redaksi

Recent Posts

Indosat 5G Hadir di Depok, Kecepatan Unduh Diklaim Tembus 400 Mbps

BANTENLINE.COM, DEPOK — Indosat Ooredoo Hutchison melalui IM3 memperkuat komitmennya dalam memperluas layanan konektivitas digital…

3 hari ago

Shio & Weton di Kalender Indonesia Digital, Atur Waktu Tetap Produktif

Merasa waktu berjalan begitu cepat? Bahkan terkadang terasa lebih singkat dari biasanya? Mulai dari urusan…

6 hari ago

Kawal Raperda Disabilitas, Berbagai Elemen Masyarakat Bentuk Aliansi Inklusi di Serang

BANTENLINE, SERANG — Sejumlah organisasi penyandang disabilitas, akademisi, lembaga bantuan hukum, komunitas, dan pegiat inklusi…

7 hari ago

KNPI Banten Terima Bantuan Sound System dari PT Krakatau POSCO untuk Pondok Pesantren Binaan

BANTENLINE.COM - Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Banten menerima bantuan…

7 hari ago

Dari Energi Hijau ke Komoditas Hijau, Pertamina NRE Dorong Rantai Nilai Berkelanjutan

BANTENLINE, ABU DHABI — Indonesia memiliki peluang besar untuk mengubah potensi energi terbarukan dan kekayaan…

1 minggu ago

Kemah Pramuka Di Gelar, Pembina: Bentuk Kemandirian Awal Anak

BANTENLINE.COM PANDEGLANG – Gugus Lengkap 07177 -07178 Pangkalan Darul Huda Cikoneng, Kecamatan Mandalawangi menggelar kegiatan…

1 minggu ago