Nasional

Recalibrate The DNA : Saatnya BUMN Logistik Memiliki Arah Baru

BANTENLINE.COM, Nama Media – Pemerintah saat ini tengah mendorong transformasi sektor logistik nasional melalui penguatan dan konsolidasi berbagai BUMN logistik.

Tujuannya sangat mulia, yakni menurunkan biaya logistik nasional, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Sebagai pelaku usaha yang telah terlibat dalam berbagai proyek logistik nasional, mulai dari Jawa, Sulawesi hingga Papua, saya melihat bahwa tantangan logistik Indonesia jauh lebih kompleks dibandingkan banyak negara lain.

“Indonesia adalah negara kepulauan yang membutuhkan integrasi moda transportasi darat, laut, dan udara secara bersamaan dalam satu ekosistem yang efisien,” ujar Fauzan Fadel Muhammad pada Rabu (23/6/2026).

Fauzan Fadel Muhammad menyambut baik rencana transformasi BUMN logistik.

Namun menurut saya, tantangan terbesar bukan terletak pada struktur organisasi ataupun perubahan nama perusahaan. Tantangan terbesar justru berada pada DNA bisnis yang selama ini dijalankan.

Harus diakui bahwa sebagian besar BUMN logistik saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Banyak perusahaan memiliki aset besar dan sumber daya manusia yang besar, namun belum memiliki kemampuan menghasilkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan tanpa ketergantungan terhadap penugasan pemerintah.

Ketika proyek pemerintah tersedia, perusahaan bergerak. Ketika proyek selesai, perusahaan kembali mencari sumber pekerjaan berikutnya.

Pola seperti ini membuat perusahaan tetap hidup, namun sulit berkembang menjadi perusahaan logistik yang sehat dan kompetitif.

Di sisi lain, perusahaan swasta bergerak jauh lebih agresif. Mereka mengadopsi teknologi, membangun sistem digital, mengembangkan data analytics, artificial intelligence, automation, serta menciptakan model bisnis yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.

“Akibatnya, banyak BUMN logistik kehilangan diferensiasi. Mereka berada di pasar yang sama, menawarkan layanan yang serupa, dan sering kali bersaing tidak hanya dengan swasta tetapi juga dengan sesama BUMN,” ujarnya

Karena itu berpandangan bahwa transformasi yang dibutuhkan bukan sekadar konsolidasi organisasi, melainkan Recalibrate the DNA.

BUMN logistik harus berhenti berpikir sebagai operator tradisional dan mulai bertransformasi menjadi integrator ekosistem logistik nasional.

Setiap entitas harus memiliki peran yang jelas.

Ada yang fokus pada distribusi pangan nasional.

Ada yang fokus pada logistik maritim.

Ada yang fokus pada pergudangan dan supply chain.

Ada yang fokus pada pengembangan teknologi logistik.

Ada yang fokus pada konektivitas multimoda.

Tanpa diferensiasi yang jelas, konsolidasi hanya akan menghasilkan organisasi yang lebih besar tanpa menciptakan efisiensi yang berarti.

Pengalaman saya di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan bahwa tantangan logistik bukan hanya persoalan transportasi, tetapi juga persoalan konektivitas.

Barang harus berpindah dari darat ke pelabuhan, dari pelabuhan ke kapal, dari kapal ke bandara, dan dari bandara menuju titik distribusi akhir. Setiap perpindahan menciptakan biaya, risiko, dan potensi inefisiensi.

Karena itu BUMN logistik harus mulai berpikir sebagai pencipta pasar atau market creator, bukan sekadar pelaksana proyek.

BUMN harus berani membangun koridor logistik baru, mengembangkan jaringan logistik berbasis kereta api, memperkuat integrasi pelabuhan dan kawasan industri, serta memanfaatkan teknologi baru seperti drone cargo dan unmanned cargo aircraft untuk wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Transformasi juga harus berfokus pada kesehatan arus kas. Banyak perusahaan logistik sebenarnya memiliki omzet yang besar, namun memiliki cash flow yang terbatas untuk melakukan investasi dan ekspansi.

Padahal tanpa kemampuan menghasilkan arus kas yang sehat, perusahaan akan sulit berinvestasi pada teknologi, SDM, dan inovasi.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan BUMN logistik tidak boleh hanya dilihat dari besarnya aset, jumlah pegawai, atau nilai omzet. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar kontribusinya dalam menurunkan biaya logistik nasional, meningkatkan efisiensi rantai pasok, menciptakan pasar baru, dan menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan bagi negara.

Transformasi BUMN logistik adalah misi besar yang harus kita dukung bersama. Namun jika transformasi hanya berfokus pada konsolidasi perusahaan tanpa mengubah DNA bisnisnya, maka kita berisiko menciptakan perusahaan yang lebih besar tetapi tetap menghadapi masalah yang sama.

Indonesia membutuhkan BUMN logistik yang bukan hanya mampu bertahan hidup, tetapi juga mampu menciptakan nilai, menghasilkan keuntungan bagi negara, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena tujuan BUMN bukan sekadar hidup. Tujuan BUMN adalah menciptakan nilai bagi bangsa dan negara.(*)

Tauhid Mahyudin

Recent Posts

Nay Sunda Harumkan Muaythai Jabar, Sabet 2 Emas di IMC 2026

BANTENLINE, BEKASI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda Muaythai asal Kabupaten Subang, Niskala Riksa…

5 jam ago

Luwu Utara Siapkan Perguruan Tinggi Teknologi, ITNY Jadi Rujukan

BANTENLINE, YOGYAKARTA – Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menerima kunjungan studi tiru (benchmarking) dari Yayasan…

1 hari ago

Puji Kesiapan IMC 2026, PBMI Apresiasi Muaythai Kota Bekasi

BANTENLINE, BEKASI – Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) memberikan apresiasi kepada Pengurus Kota (Pengkot) Muaythai…

2 hari ago

DPD KNPI Provinsi Banten Pasang Badan Dukung Klarifikasi Wakil Gubernur Banten dan Ajak Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi

Serang – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Banten menyatakan dukungan…

4 hari ago

Ketua Karang Taruna Sukarena Minta Dapur MBG Dipindahkan Sesuai Titik Koordinat

  SERANG – Ketua Karang Taruna Desa Sukarena, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Ahmad Muhajir, berharap…

6 hari ago

Rakernas VIII AMKI 2026 Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan Indonesia

BANTENLINE.COM, JAKARTA – Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VIII Tahun…

1 minggu ago