Categories: PendidikanSerang Kota

Wujudkan Lingkungan Sekolah Yang Aman, PLP Integratif 43 Gelar Seminar Anti Bullying

Mahasiswa PLP Integratif 43 Saat Poto Bersama di Acara Seminar. (Dok.Sumber.Ipul)

BANTENLINE.COM, SERANG KOTA – Mahasiswa Pengenalan Lapangan Pendidikan (PLP) Integratif  Kelompok 43 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten mengadakan seminar anti bullying dengan tema “Pergaulan Zaman Now Yang Anti Bullying” pada Senin, 2 Oktober 2023 di Aula Aula masjid SDIT Al-Izzah Serang.

Seminar ini dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SDIT Al-Izzah Serang Lailatul Qodri dengan narasumber Dirga Ayu Lestari yang merupakan salah satu dosen di UIN SMH Banten.

Acara tersebut didukung penuh oleh pihak sekolah dan dihadiri oleh beberapa guru serta para siswa/siswi SDIT Al-Izzah Serang dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, Lailatul selaku kepala sekolah menyampaikan bahwa seminar yang diadakan oleh PLP Integratif Kelompok 43 bertujuan untuk melakukan upaya pencegahan terjadinya perundungan baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Ia juga menegaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang harus dihindari salah satunya dengan membangun komunikasi yang baik antar sesama.

“Kegiatan yg dilakukan oleh mahasiswa PLP UIN Banten hari ini dapat memberikan manfaat untuk mencegah bullying terhadap teman dan lingkungan sekitarnya, bullying itu tindakan tidak baik yang harus kita hindarkan dan berkomunikasilah dengan baik dan sopan terhadap orang tua, guru dan teman,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dirga Ayu Lestari selaku narasumber menuturkan bahwa bullying di sekolah merupakan masalah serius yang bisa memengaruhi kondisi fisik maupun psikis korban. Lingkungan sekolah yang tidak mendukung atau tidak responsif terhadap bullying dapat memperbururk masalah ini. Faktor-faktor seperti kurangnya pengawasan, kurangnya kebijakan, dan budaya yang membenarkan kekerasan harus diperhatikan.

“Setiap orang harus menyadari bahwa semua manusia itu berbeda dan tidak ada yang sama persis, bahkan orang kembar sekalipun memiliki perbedaan, perbedaan inilah yang membuat kita spesial, dan dengan kelebihan masing-masing, kita bisa melengkapi kekurangan orang lain. Inilah alasan mengapa kita disebut makhluk sosial, jika kita sadar akan hal ini maka akan muncul sikap toleransi yang mampu menghargai perbedaan orang lain, say not bully, kita berbeda untuk saling peduli bukan untuk membully,” tegasnya. (Danil/Red).

Redaksi

Recent Posts

Beyond Logistics, Beyond Partnership: Batara Integra Group Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Logistik Nasional

BANTENLINE.COM, – Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, sekitar 285…

18 jam ago

Ultima Family Picnic, Menciptakan Kebersamaan Keluarga Sambil Berkendara dengan Aman

BANTENLINE.COM, JAKARTA - Sabtu pagi merupakan momen berharga bagi keluarga untuk berkumpul dan melakukan kegiatan…

1 hari ago

Mengenal Fauzan Fadel Muhammad: Profesional Muda dengan Pengalaman Lintas Sektor

BANTENLINE.COM, - Fauzan Fadel Muhammad, B.Eng. (Hons), MBA (lahir di Jakarta, 20 Mei 1993) adalah…

5 hari ago

Pimpin Pinsakoda SIT Banten, Luki Saputra: Jadikan Pramuka Wadah Pembinaan Karakter Unggul

BANTENLINE, SERANG - Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Banten menyelenggarakan kegiatan Pelantikan Pimpinan…

6 hari ago

BRIN, Northwestern University, & IMC Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Percepatan Industrialisasi Berbasis Inovasi di Indonesia

BANTENLINE, CHICAGO, AS - Menjelang penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dan…

1 minggu ago

Realisasikan Aspirasi Warga, H. Ricky Yuanda Bastian Tinjau Hasil Pengaspalan Jalan di Serpong Utara

TANGSEL – Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), H. Ricky Yuanda Bastian, melakukan…

1 minggu ago