Categories: Serang Kota

Kelompok Tiga Peserta PKD PMII FKIP UNTIRTA Lakukan Observasi di Kelurahan Sukajaya

BANTENLINE.COM SERANG KOTA – Kelompok tiga yang beranggotakan tujuh orang yaitu ajat, iwan, fikri, rohman, nur’aini, mila dan rola ditugaskan untuk melakukan observasi di kampung Cikampak RT 01 RW 01 desa Sukajaya, kecamatan Curug, kota Serang-banten dengan mewawancarai minimal 7 orang responden.

Kemudian mendatangi kampung tersebut dan mewawancarai masyarakat disana dari remaja hingga orang tua, adapun perihal yang digali informasinya yaitu tentang kondisi kampung tersebut terkait 5 aspek yaitu ekonomi, pendidikan, sosial kultur, kesehatan dan digitalisasi. Dari narasumber pertama yang kami wawancarai tentunya RT kampung tersebut yaitu sukarya setelah mewawancarai dan meminta izin untuk observasi dikampung tersebut kami mewawancarai masyarakat yang lainnya. melalui laporan ini diharapkan dapat diperoleh gambaran secara detail tentang kondisi masyarakat dan Kampung Cikampak.

Salah satu persoalan yang menarik untuk dikaji adalah masih adanya masyarakat yang menjaga nilai-nilai keislaman bercampur dengan budaya lokal disaat zaman terus maju dan berkembang. Hal ini menjadi sesuatu yang menarik dan perlu di telusuri.

1. Aspek Ekonomi
Kondisi ekonomi masyarakat Kampung Cikampak terbilang pada golongan ekonomi menengah kebawah dikarenakan rata rata masyarakatnya bekerja sebagai buruh harian lepas dan sebagian sebagai pegawai di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten dikarenakan lokasi kampung Cikampak berada dekat dengan KP3B, entah menjadi Office Boy atau Satpam. Yang mana kita ketahui upah kerja profesi tersebut hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari hari saja apalagi yang sudah berkeluarga.

2. Aspek Pendidikan
Mengetahui kondisi Kampung Cikampak dari aspek pendidikan cukup disayangkan karena remaja kampung tersebut rata rata hanya lulus sampai SMP dan langsung melanjutkan ke dunia pekerjaan, mungkin warga kampung tersebut memilih lulus SMP langsung mencari pekerjaan dikarenakan kurangnya fasilitas pendidikan dikampung teraebut hanya ada satu Sekolah Dasar (SD) dan satu sekolah agama (madrasah) sedangkan untuk sekolah SMP dan SMA ada berada jauh di desa sebelah namun untuk menempuh jarak tersebut membutuhkan kendaraan dan ongkos transport sedangkan dari aspek ekonomi yang dijelaskan diatas masyarakat kampung Cikampak hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari hari mungkin akan sedikit kesulitan dalam mengatur keuangannya. Namun ditahun 2023 ini mulai membaik karena sebagian remaja kampung itu ada yang sampai lulus SMA bahkan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi walaupun hanya segelintir orang.

3.Kesehatan
Dari aspek kesehatan masyarakat kampung Cikampak lumayan baik, namun mendengar cerita warga kampung tersebut mereka kesulitan mengobati orang yang sedang sakit karena dikampung tersebut tidak terdapat klinik atau praktek pengobatan lokal, apabila warga ingin berobat maka mereka harus ke puskesmas yang berada di kecamatan yang berada jauh juga dari kampung itu.

4. Sosial Kultur
Sosial kultur atau Budaya masyarakat kampung cikampak biasa menjalankan kegiatan keislaman nusantara seperti riungan, tahlil, dan mengaji yasinan setiap malam jumat bahkan isra miraj, tapi yang membuat menarik berdasarkan informasi dari warga dikampung cikampak ini tidak ada pondok pesantren baik modern maupun salafi, yang menjadi pertanyaan dari mana budaya tersebut ada. Mungkin ada ustad dan ustadzah yang mengajar dimadrasah namun mengapa mereka tidak mendirikan pondok pesantren di kampung tersebut, mungkin ustad dan ustadzah terbut berasal dari tetangga kampung dan bisa saja budaya tersebut ada karena masyarakat kampung Cikampak mengikuti budaya yang ada dikampung sebelah.

5. Aspek Digitalisasi
hasil wawancara dengan masyarakat kampung itu dan melihat kondisi sekitar dari aspek digitalisasi sepertinya warga kampung itu sudah mengenal handphone (HP) sebagai alat komunikasi dan mencari informasi dari kalangan anak kecil sampai orang tua. Namun yang disayangkan sebagian anak anak kecil dikampung itu begitu intens bermain game online di hp ketimbang bermain dengan teman teman sebayanya. Ini merupakan hal yang harus diperhatikan karena penggunaan hp terlalu sering dapat merusak fisik maupun psical pada anak kecil.

Dapat disimpulkan dari lima aspek yang sudah di observasi bahwa masyarakat kampung Cikampak dalam keadaan baik, namun ada beberapa hal yang masih harus diperbaiki dan diantisipasi agar tidak menjadi buruk dan perhatian pemerintah setempat maupun pusat dan juga kesadaran masyarakat. (Red).

Redaksi

Recent Posts

Beyond Logistics, Beyond Partnership: Batara Integra Group Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Logistik Nasional

BANTENLINE.COM, – Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, sekitar 285…

23 jam ago

Ultima Family Picnic, Menciptakan Kebersamaan Keluarga Sambil Berkendara dengan Aman

BANTENLINE.COM, JAKARTA - Sabtu pagi merupakan momen berharga bagi keluarga untuk berkumpul dan melakukan kegiatan…

1 hari ago

Mengenal Fauzan Fadel Muhammad: Profesional Muda dengan Pengalaman Lintas Sektor

BANTENLINE.COM, - Fauzan Fadel Muhammad, B.Eng. (Hons), MBA (lahir di Jakarta, 20 Mei 1993) adalah…

5 hari ago

Pimpin Pinsakoda SIT Banten, Luki Saputra: Jadikan Pramuka Wadah Pembinaan Karakter Unggul

BANTENLINE, SERANG - Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Banten menyelenggarakan kegiatan Pelantikan Pimpinan…

6 hari ago

BRIN, Northwestern University, & IMC Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Percepatan Industrialisasi Berbasis Inovasi di Indonesia

BANTENLINE, CHICAGO, AS - Menjelang penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dan…

1 minggu ago

Realisasikan Aspirasi Warga, H. Ricky Yuanda Bastian Tinjau Hasil Pengaspalan Jalan di Serpong Utara

TANGSEL – Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), H. Ricky Yuanda Bastian, melakukan…

1 minggu ago