Categories: Serang Kota

Kelompok Lima Peserta PKD PMII FKIP UNTIRTA Lakukan Ansos di Kelurahan Sukajaya

BANTENLINE.COM SERANG KOTA – Kelompok Lima yang merupakan pelatihan kader dasar (PKD) PMII FKIP Untirta melakukan analisis sosial di kelurahan Sukajaya Kota Serang, (22/07/2023).

Sebagai ibu kota, pembangunan infrastrukturnya pun marak dilakukan karena mobilitas dan aksesibilitas yang tinggi. Banyaknya jalan tol dan akses KRL hingga Kereta Api Lokal Merak merupakan sebagian dari keunggulan Banten dari sisi infrastruktur dan akses.

Kota Serang sebagai salah satu pusat ekonomi di wilayah Banten menghadapi berbagai permasalahan kompleks yang meliputi ekonomi rendah, pendidikan yang tidak berkelanjutan, tradisi sosial budaya yang masih kuat, fasilitas kesehatan yang terbatas, dan dampak era digital yang semakin eksis. Permasalahan Ekonomi yang Kurang dari UMR Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh masyarakat kampung tambak adalah pendapatan yang jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

Tingkat pengangguran yang tinggi dan minimnya lapangan kerja formal menjadi penyebab utama rendahnya pendapatan. Selain itu, keterbatasan akses pendidikan dan pelatihan juga berdampak pada rendahnya kualifikasi tenaga kerja, sehingga mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah dan pihak terkait harus berfokus pada pengembangan ekonomi lokal melalui investasi pada sektor-sektor potensial. Mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah serta memberikan pelatihan keterampilan dapat membantu menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, kemitraan dengan pihak swasta untuk menghadirkan investasi dan kesempatan kerja di wilayah ini juga harus didorong. Pendidikan yang tidak berkelanjutan merupakan masalah serius di Kota Serang. Faktor seperti kurangnya dana untuk pendidikan, fasilitas yang kurang memadai, dan kualitas pengajaran yang rendah berkontribusi pada kurangnya minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Untuk mengatasi permasalahan ini, perlu ditingkatkan alokasi dana untuk pendidikan dan pengembangan fasilitas pendidikan yang memadai. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan dapat dicapai dengan memberikan pelatihan dan pengembangan profesional bagi para pendidik, serta menerapkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Sosial budaya yang masih menjadi tradisi seperti muludan, tahlilan, rajaban, riungan, dan pengajian merupakan bagian penting dari identitas dan kehidupan masyarakat di kampung tambak. Namun, terkadang tradisi ini dapat menjadi penghambat bagi perkembangan sosial dan ekonomi.

Beberapa tradisi mungkin menyebabkan kerumunan besar, kurangnya kesadaran akan lingkungan, atau menimbulkan ketidakseimbangan gender. Penting untuk tetap menghargai nilai-nilai budaya dan tradisi lokal sambil sejalan dengan perkembangan sosial dan ekonomi. Pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi dan pembangunan dapat membantu mengatasi masalah ini. Selain itu, pelibatan pemangku kepentingan dalam mengatur pelaksanaan tradisi secara bertanggung jawab dapat membantu mengurangi dampak negatifnya.

Dan juga Fasilitas kesehatan yang kurang memadai menjadi kendala utama dalam mencapai pelayanan kesehatan yang berkualitas di kampung tambak. Banyak warga yang kesulitan mengakses perawatan kesehatan karena jarak yang jauh dari fasilitas kesehatan, terutama di daerah pedesaan. Selain itu, kurangnya tenaga medis yang berkualifikasi juga menjadi masalah serius. Untuk mengatasi permasalahan ini, perlu ditingkatkan investasi dalam infrastruktur kesehatan dan penyediaan fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat. Pemerintah dapat mendorong tenaga medis untuk bekerja di wilayah ini dengan memberikan insentif dan fasilitas yang memadai. Serta Era digital membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di kampung tambak.

Meskipun hadirnya teknologi dan akses internet dapat memberikan berbagai manfaat, ada pula tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah kesenjangan digital, di mana sebagian besar masyarakat kampung tambak belum mendapatkan manfaat penuh dari era digital ini karena minimnya akses atau pemahaman teknologi. Pemerintah dan pihak terkait perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kesenjangan digital. Dalam hal ini, program pelatihan teknologi dan literasi digital dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai teknologi. Selain itu, pemerintah dapat berinvestasi dalam infrastruktur digital untuk memperluas akses internet di daerah terpencil. (Red).

Redaksi

Recent Posts

Pimpinan Daerah Gorontalo Bersatu, Dukung Fauzan Fadel Muhammad Memperkuat Peran KADIN dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

BANTENLINE.COM, – Fauzan Fadel Muhammad menggelar acara Halal Bihalal Keluarga Besar KADIN Provinsi Gorontalo yang…

23 jam ago

Fauzan Fadel Muhammad Sowan ke Gubernur Gusnar, Perkuat Iklim Usaha di Gorontalo

BANTENLINE.COM, – Dalam upaya memperkuat ekosistem bisnis di Provinsi Gorontalo, Fauzan Fadel Muhammad, salah satu…

2 hari ago

PPI Kecamatan Mandalawangi Gelar Diklatsar I, diikuti Ratusan Pelajar berbakat

BANTENLINE.COM PANDEGLANG – Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kecamatan Mandalawangi menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan…

6 hari ago

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah

BANTENLINE.COM, JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, BRI Branch Office…

6 hari ago

Sengketa Lahan Kampung Dukuh, Majelis Hakim Vonis Bebas Ahli Waris

BANTENLINE, JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Armando Herdian dalam…

1 minggu ago

KNPI Banten Gandeng Dinsos Perkuat Sinergi, Menuju MUSDA 2026

Serang, 8 April 2026 – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi…

1 minggu ago