Banten Terkini

Kisah Masjid Jami Al-Jamal Janaka, Tempat Bersejarah (Kelahiran KH Abdurrahman)

BANTENLINE.COM, PANDEGLANG – Mesjid Jami Al-Jamal atau Mesjid Janaka, berada di Kampung Janaka, Desa Jayamekar Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dan disebut warga sebagai masjid kuno.

Menurut cerita warga, untuk dapat ke masjid tersebut dari arah Pandeglang bisa ditempuh dari arah Serang-Pandeglang sekitar 3-4 jam, baik naik mobil pribadi atau naik mobil umum, dan Kampung Janaka tersebut berada di kaki gunung asepan.

Menurut penuturan sesepuh yang kami temui di sana ust. Nasirin, KH Abdurrahman Lingga Bin Kamaludin merupakan keturunan dari Sultan Maulana Hasanuddin Ke X.

Disebutkan, masjid tersebut didirikan pada 1875 M tua 8 tahun dari Mesjid Agung Caringin yang didirikan pada tahun 1884 M setahun setelah meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883 M dan Mesjid Agung Carita yang berdiri pada tahun 1895.

Nama masjid Al-Jamal di sematkan oleh masyarakat dan diambil dari nama pendiri masjid tersebut, KH. Mas Djamal. Ia merupakan seorang ulama setempat yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Kesultanan Banten di masa itu.

Sebelum MasjidJami Al-Jamal berdiri, tempat tersebut merupakan surau/langgar yang peruntukan untuk shalat lima waktu.

Konon kabarnya, kata Mas/Hipermas yang melekat pada nama Mas Jamal merupakan keturunan legenda kakak beradik Ki Mas Jong dan Ki Agus Ju, yang menjadi pengikut setia dari Sultan Hasanuddin. Sedangkan Ki Mas Jong orang pertama yang masuk Islam di Banten.

Salah satu bukti sejarah, untuk shalat Jumat Mas Djamal dan KH Markani beserta masyarakat menunaikan shalat Jum’at di Masjid Agung Kesultanan Banten yang terletak di pesisir Utara pantai Jawa dengan jarak puluhan kilo, melewati terjalnya gunung Aseupan agar tidak terlihat oleh pemerintah kolonial Belanda.

Diceritakan oleh sesepuh di sana untuk sampai ke Mesjid Agung Banten Masyarakat Janaka harus pergi dari rabu atau hari kamis agar tidak ketinggalan untuk mengikuti Shalat Jum’at. inilah yang melatarbelakangi pendirian mesjid tersebut.

Selama ini, mendengar cerita dari para leluhurnya Kiai Mas Djamal meminta kepada Kesultanan Banten agar beliau beserta masyarakat yang diperbolehkan mendirikan masjid di kampung tersebut agar semua kaum muslimin yang laki-laki bisa melaksanakan shalat Jum’at. Maka dibangunlah mesjid tersebut pada tahun 1875 Masehi. 

Menurut buku karya Muhammad Nahid Abdurrahman yang berjudul “KH Mas Abdurrahman Pendiri Mathla’ul Anwar” tahun tersebut adalah kelahiran KH Mas Abdurrahman putera dari KH Mas Djamal.

Sementara itu, dalam buku berjudul “Dirasah Islamiyah I: Sejarah dan Khittah Mathla’ul Anwar” yang diterbitkan Pengurus Besar Mathla’ul Anwar menyebutkan bahwa KH Mas Abdurrahman lahir pada 1868.

Mendengar permohonan Ki Mas Djamal maka pihak kesultanan Banten merestui rencana pembangunan masjid tersebut dan mengirimkan beberapa barang untuk kebutuhan pembangun masjid diantaranya:

  1. Mastaka (hiasan diatas Kubah),
  2. Mimbar
  3. Tongkat untuk khotib saat berkhutbah),
  4. Alat Palak (penentu waktu shalat)
  5. Kitab Fiqih
  6. Rampadan (tempat Air)
  7. Masjid Tiang Besar

Ia mengaku, tiada yang tahu bertahan bahkan tidak ada sejarah yang tertulis mengenai cara membawa barang-barang beserta alat alat tersebut yang besar untuk sampai ke kampung Janaka yang terletak di kaki gunung Aseupan.

Menurut pengakuan beberapa sesepuh setempat bisa jadi berkat Izin Allah Subhanahu Wata’ala dan karomahnya KH Mas Djamal sehingga barang-barang tersebut sampai ke kampung Janaka.

Menurut, Ustadz Nasirin dan tokoh-tokoh setempat bahwa mastaka yang berada di kubah mesjid yang masih ada sekarang memiliki energi tersendiri. 

Sementara itu, tutur beliau menceritakan pasca peristiwa Geger Cilegon pada tahun 1888, di mana Ki Wasyid (bapak dari KH Mansur Muhidin Pendiri Al Khoiriyah Cilegon) bersama para tokoh Banten di kampung Janaka dan ditampung dan dirawat oleh Ki Mas Djamal karena mengalami luka-luka.

Setelah suasana dan kondisi badan membaik, sebagai wujud terima kasih kepada ki Mas Djamal, Ki Wasyid menawarkan hadiah kepada Ki Mas Djamal. Namun, Ki Mas Djamal menolaknya, ia hanya meminta kepada ki Wasid agar putera-puteranya menjadi anak Soleh.

Bahkan, tidak jauh dari Masjid Jami Al-Jamal berdiri juga
madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar yang didirikan oleh
KH Mas Abdurahman putra dari KH. Mas Djamal atau di
sebut juga Ki Mas Jamal pada tahun 1926.

Selain itu, Masjid-masjid tua yang ada di Banten tidak jauh
berbeda bangunannya dengan Masjid Jami Al-jamal yang
ada di Kampung Janaka. hampir ada kesamaan dari segi
bangunan dan arsitektur, hanya yang membedakan ruangan,
dan tahun yang didirikan.

Pada saat ini masjid-masjid kuno
masih berdiri kokoh dan Masjid Jami Al-Jamal sekarang
sudah mulai banyak renovasi.

Penulis: Dahiyatul Qolabi

Redaksi

Recent Posts

Pimpinan Daerah Gorontalo Bersatu, Dukung Fauzan Fadel Muhammad Memperkuat Peran KADIN dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

BANTENLINE.COM, – Fauzan Fadel Muhammad menggelar acara Halal Bihalal Keluarga Besar KADIN Provinsi Gorontalo yang…

12 jam ago

Fauzan Fadel Muhammad Sowan ke Gubernur Gusnar, Perkuat Iklim Usaha di Gorontalo

BANTENLINE.COM, – Dalam upaya memperkuat ekosistem bisnis di Provinsi Gorontalo, Fauzan Fadel Muhammad, salah satu…

1 hari ago

PPI Kecamatan Mandalawangi Gelar Diklatsar I, diikuti Ratusan Pelajar berbakat

BANTENLINE.COM PANDEGLANG – Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kecamatan Mandalawangi menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan…

5 hari ago

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah

BANTENLINE.COM, JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, BRI Branch Office…

5 hari ago

Sengketa Lahan Kampung Dukuh, Majelis Hakim Vonis Bebas Ahli Waris

BANTENLINE, JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Armando Herdian dalam…

1 minggu ago

KNPI Banten Gandeng Dinsos Perkuat Sinergi, Menuju MUSDA 2026

Serang, 8 April 2026 – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi…

1 minggu ago