Opini oleh : Harry Ahmad Gunawan
BANTENLINE.COM | OPINI – Keterlibatan kaum intelektual dalam dunia gerakan sosial merupakan sebuah respon terhadap kondisi sosial ekonomi maupun politik yang dirasa masih belum bisa mensejahterakan rakyat.
Salah satu dinamika penting dari demok-ratisasi yang berlangsung di negara-negara dunia ketiga, termasuk Indonesia adalah lahir- nya kelompok-kelompok sosial masyarakat yang menunjukkan perhatian dan kepedulian tentang kondisi di dalam upaya menuju ter- capainya masyarakat yang demokratis.
Mereka membangun kesadaran bersama dan bergerak bersama, melibatkan diri dalam persoalan dan menentukan arah dari kebijakan negara. Kelompok-kelompok ini bergerak untuk men- jaga agar proses demokratisasi berjalan dengan baik. Mereka adalah kelompok masyarakat yang terintegrasi di dalam sebuah gerakan sosial.
Fenomena gerakan social control ini cukup dinamis, terlihat dari kemunculan mereka yang sudah terlembaga dengan baik maupun yang bersifat sporadis serta kasusistik. Namun, terpenting adalah bahwa gerakan sosial membawa misi tertentu, yakni adanya perubahan di dalam masyarakat yang lebih baik dan tentunya demokratis.
Tak jarang, mereka justru menjadi pionir bagi perubahan yang bersifat radikal dan fundamental. Mereka berjalan dalam sebuah tuntutan perubahan terhadap kondisi yang dinilai buruk dan sewenang-wenang. Salah satu gerakan sosial yang paling dikenal adalah gerakan mahasiswa.
Mereka menjadi bagian penting di dalam mengkerangkai tatanan sosial politik di banyak negara, termasuk Indonesia. Reformasi yang terjadi pada 1998 merupakan buah karya dari gerakan mahasiswa yang menginginkan terjadinya demokratisasi secara benar dan menyingkirkan rezim otoritarian yang sudah berjalan cukup lama.
Mereka inilah yang sejatinya dikatakan oleh huntington sebagai pejuang demokrasi dan menjaga pakem dari demokratisasi tetap berlangsung. Dan hari ini kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia bisa dipastikan bukan berdiri atas satu bentuk alat perjuangan dalam gerakan mahasiswa dalam melawan segala bentuk penindasan kepada rakyat.
Sejatinya panas jalanan masih menjadi agenda yang mampu menjangkau sistem pemerintahan, jangan sampai terbentuknya partai ini hanya menjadi alat politik praktis dalam menggapai kekuasaan.
DEPOK, BANTENLINE.COM — Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) VI pada 23…
LEBAK, BANTENLINE.COM - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Lebak menegaskan komitmennya untuk mengawal…
BANTENLINE.COM, BEKASI - Dalam rangka mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran, BRI Cabang Bekasi Harapan Indah…
BANTENLINE.COM, Cibitung – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Pembantu (KCP) Cibitung…
Istana Wakil Presiden RI, 19 Mei 2026 – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka,…
Jakarta, 21 Mei 2026 — Dewan Pengurus Pusat Persatuan Moderat Nasional (DPP PMN) menegaskan sikap…