Opini

Hari Santri Nasional: Peran Santri di Tengah Situasi Nasional

Oleh: Ahmad Najiullah Tirta – Pengurus DMI Provinsi Banten.
——-

Tepat tanggal 22 Oktober 2026 melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 22 tahun 2015, Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema: “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Terdengar tema tersebut unik dan menimbulkan ghiroh optimisme bangsa terutama santri. Jika kita mau berkaca pada masa lampau perjuangan kiyai dan santri untuk negeri ini sungguh amat besar, yaitu melawan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Seruan Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari melalui Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama di Surabaya menjadi titik awal perlawanan kaum cendekiawan pesantren terhadap penjajah yang ingin merebut tanah jajahannya di bumi Indonesia.

Di tengah kondisi saat ini, diharapkan peran santri muncul kembali mengisi peran-peran strategis dalam pembangunan bangsa Indonesia, terlebih kita melihat realitas sekarang banyak terjadi persoalan-persoalan pelik menimpa bangsa. Dalam momentum Hari Santri Nasional 2026, terdapat 3 peran penting santri di tengah situasi Nasional saat ini diantaranya:

Santri Menjadi Pelopor Moderasi Beragama

Moderasi beragama atau kerukunan umat beragama menjadi sangat penting mengingat bangsa Indonesia ini didirikan oleh rakyat beragama tak hanya satu agama melainkan beberapa agama dan diakui oleh Negara. Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan perilaku beragama mengambil jalan tengah (Moderat) tidak ekstrim kanan maupun tidak ikut ekstrim kiri. Cara ini merupakan solusi nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Lantas peran apa yang bisa santri lakukan untuk menjadi pelopor moderasi beragama?

1. Santri Bersikap Tawasuth
Tawasuth atau Moderat ialah tidak ekstrimis kanan (konservatif) dan ekstrimis kiri (sekuler). Pemikiran santri harus moderat mengambil jalan tengah. Cara ini paling relevan perkembangan zaman. Sikap Tawasuth atau Moderat merupakan suatu kewajiban sesuai dalam firman Allah SWT pada Q.S Al-Baqarah ayat 143 yang artinya: “Demikian pula kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan”. Oleh karena itu, ketika timbul suatu permasalahan baik sosial, agama atau budaya, santri harus bersikap di tengah menjadi agen solutif, bukan menimbulkan atau terlibat persoalan tersebut.

2. Santri Bersikap Tasamuh
Tasamuh atau Toleransi adalah saling menghormati, menghargai antar pribadi manusia satu dengan lainnya. Bersikap Tasamuh menjadi ciri khas santri dalam kehidupan Masyarakat bukan hanya di lingkungan pesantren. Sikap tasamuh sudah tertera jelas dalam Al-Qur’an Q.S Al-Kafirun ayat 6 menjelaskan bahwa tidak ada paksaan dalam hal agama.

3. Santri Bersikap Tawazun
Tawazun berarti kesimbangan atau keselarasan. Keseimbangan hidup sangat penting bagi seorang santri dalam menghadapi era transformasi digital saat ini. Kalau dulu santri terkenal dengan kedalaman ilmu agama, maka saat ini santri harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi AI yang mana perkembangannya sangat pesat di tengah-tengah kita saat ini. Santri harus bisa AI, Coding, robotika, dan ilmu teknologi laiinya, caranya ialah dengan belajar dan belajar.

Santri Menjadi Penggerak Ekonomi dan Teknologi

Santri berperan strategis sebagai penggerak ekonomi umat dan inovator teknologi melalui penguasaan literasi digital, kewirausahaan, serta ekonomi syariah. Berdasarkan TIMES Indonesia dan Kemenag, sinergi antara nilai moral pesantren dan teknologi menjadi pilar penting menyongsong Indonesia Emas 2045.

1. Peran Ekonomi dan Kewirausahaan
Kemandirian Pesantren: Mengembangkan unit usaha dari hulu ke hilir, mulai dari sektor pertanian hingga produk olahan mandiri.
Ekonomi Syariah: Menjadi penggerak dan pilar utama pengembangan ekonomi syariah serta pemberdayaan ekonomi umat.
Lapangan Kerja: Bertransformasi dari sekadar pencari kerja menjadi wirausahawan yang menciptakan lapangan kerja baru

2. Penguasaan Teknologi dan Digital
Nalar Digital Santri: Memanfaatkan ruang siber secara positif untuk mendiseminasikan ajaran yang moderat (wasathiyah).
Produsen Konten Kreatif: Aktif memproduksi konten positif dan mendigitalisasikan kitab kuning (turats) tanpa meninggalkan sanad keilmuan.
Adaptaftif AI & Riset: Mengintegrasikan literasi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan riset ke dalam ekosistem pendidikan pesantren.

Santri Menjadi Penjaga Moral dan Karakter.

Santri berperan sebagai penjaga moral dan karakter bangsa dengan berpedoman pada nilai-nilai akhlak mulia, kejujuran, dan ajaran agama. Di tengah arus globalisasi dan era digital, santri menjadi benteng utama dalam menangkal kemerosotan sosial serta menjaga peradaban yang toleran dan beretika.

Peran Santri dalam Menjaga Moral dan Karakter
1. Teladan Akhlak: Menjadi contoh perilaku yang jujur, rendah hati, dan penuh kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.
2. Benteng Globalisasi: Menangkal pengaruh buruk budaya luar dan degradasi nilai moral melalui filter ajaran agama yang kuat.
3. Pelopor Kedamaian: Menyebarkan corak keislaman yang ramah, moderat, dan menjaga keutuhan persatuan bangsa.

Oleh karena itu, pada momentum Hari Santri Nasional 2026, penulis mengajak kepada semua santri di Indonesia untuk berperan ikut serta memajukan Indonesia. Dalam bidang apapun baik bidang agama, sosial, sains, teknologi, politik dan lainnya. Karena negara ini butuh sosok santri guna menyongsong Indonesia Emas 2045.

Redaksi

Recent Posts

Dies Natalis Ke-64 UIN Banten Jadi Panggung Penguatan Pendidikan Inklusif, Prof Ishom Siapkan Lulusan Penentu Masa Depan

Serang, (Bantenline.com) - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menjadikan peringatan Dies…

2 hari ago

Kenapa Harus Belajar Bahasa Inggris? Ini Manfaatnya untuk Kehidupan Kamu

BANTENLINE - Kenapa harus belajar bahasa Inggris? Pertanyaan ini sering kali muncul, terutama bagi mereka…

2 hari ago

Mengupas Sisi Lain <i>Tarot by Erick</i>: Saat Refleksi Diri Bertemu Pendekatan Digital

BANTENLINE- Pemanfaatan teknologi kini telah merambah ke banyak sektor, termasuk tentang bagaimana cara seseorang mencari…

2 hari ago

Panduan Lengkap Titrator Karl Fischer untuk Analisis Kadar Air

BANTENLINE - Titrator Karl Fischer merupakan instrumen yang banyak digunakan untuk menentukan kadar air dalam…

3 hari ago

Outer Wanita: Cara Memilih Model yang Cocok untuk Berbagai Outfit

BANTENLINE - Outer Wanita sekarang bukan cuma pelengkap pakaian. Justru, satu outer yang tepat bisa…

3 hari ago

Honorarium Tim Likuidasi PT LKM Ciomas Tertunggak Rp 200 Juta, Pemkab Serang Didesak Segera Membayar

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang didesak segera menuntaskan pembayaran honorarium tim likuidasi PT LKM…

3 hari ago